Rahasia Langsing dan sehat | Cara diet keto

Diet Keto: Ketahui Manfaat, Cara Menjalani, dan Risikonya



Menjaga berat badan bukan hanya penting untuk bagusnya penampilan kamu, tapi juga sehatnya tubuhmu. Menjaga berat badan membantu menurunkan risiko penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah, dan risiko kanker. Itulah sebabnya tak sedikit orang yang mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan, dimana salah satu caranya adalah dengan berdiet.

Belakangan ini, diet keto adalah salah satu program diet yang semakin populer di Indonesia. Sudah banyak kisah sukses orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal dengan program diet ini. Selain itu, manfaat diet keto juga tidak sebatas membantu menurunkan berat badan saja. Untuk bisa mencapai target berat badan sekaligus menjaga kesehatan, diet keto tentu harus dilakukan dengan cara yang benar.

Diet keto adalah diet yang dilakukan dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Diet keto kian populer karena disebut-sebut cepat menurunkan berat badan. Namun diet keto juga tergolong kontroversial, karena bila tidak dilakukan dengan tepat, mungkin saja membahayakan kesehatan.

Demi mencapai manfaat penurunan berat badan yang cepat dari diet keto, sebaiknya ketahui dulu berbagai hal tentang diet keto termasuk cara menjalani dan risikonya. Dengan informasi yang cukup mengenai diet keto, Anda juga akan mampu memahami serta memperhitungkan apakah diet jenis ini sesuai dengan kondisi tubuh dan kemampuan fisik Anda.

Cara Kerja Diet Keto

Apa yang membuat diet keto sangat efektif untuk menurunkan berat badan? Pola makan pada diet keto adalah pola makan rendah karbohidrat dan rendah gula. Tanpa asupan karbohidrat dan gula dari makanan, tubuh akan mulai membakar lemak yang tersimpan dalam tubuh dan membentuk keton untuk mendapatkan energi. 

Kondisi ketika lemak dalam tubuh mulai dibakar ini disebut dengan ketosis. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi ketosis adalah sekitar 2-4 hari setelah setelah tubuh mengonsumsi kurang dari 20-50 gram karbohidrat per hari. Itulah sebabnya orang yang menjalani diet keto bisa melihat penurunan berat badan dengan cepat. Menurut laporan, berat badan orang yang menjalani diet keto bisa turun hingga 10 kg setelah 2.5 siklus diet keto.

Berkurangnya asupan karbohidrat pada tubuh bisa menyebabkan beberapa hal seperti berkurangnya energi, rasa lapar yang lebih terasa, dan mual. Untuk meminimalisasi masalah ini, kamu bisa mengawali diet keto dengan mengurangi asupan karbohidrat secara sedikit demi sedikit. Proses ini akan melatih tubuh untuk membakar lemak sebelum kamu menghentikan asupan karbohidrat melalui makanan.

Manfaat lainnya adalah diet keto mampu mengubah keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Hal ini bisa dicegah dengan meningkatkan asupan garam pada tubuh atau mengonsumsi suplemen mineral. Asupan suplemen sejumlah 3000-4000 mg sodium, 1000 mg potassium, dan 300 mg magnesium per hari bisa membantumu mengurangi efek samping dari diet keto.

Tahapan Diet Keto

Untuk melakukan jenis diet ini, kamu tentunya harus memahami tahapan yang harus kamu lalui. Untuk itu, ketahuilah beberapa tahapan dalam diet keto yang perlu diketahui untuk bisa menjalani diet keto dengan benar, yaitu:

Tahap Induksi

Tahap ini dilakukan untuk mendorong tubuh mencapai kondisi ketosis, sehingga tubuh beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi. Caranya, mengurangi asupan karbohidrat dan asupan makanan hewani, misalnya telur, daging, ayam, dan ikan, hingga 10 gram per hari. Puasa selama 16 - 18 jam sambil tetap menjaga asupan air dan minuman bebas kalori yang cukup juga bisa dilakukan. Tahap ini biasanya berlangsung selama 2 - 3 hari.

Tahap Konsolidasi 

Pada tahap ini, orang yang menjalankan diet keto sudah boleh mengonsumsi sayuran dan sumber protein nabati, namun tidak disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan. Bila pada tahap ini, konsumsi sayuran menyebabkan gula darah menjadi lebih dari 90 mg/dl, maka orang yang menjalankan diet keto harus kembali ke tahap induksi lagi. Tahap konsolidasi ini perlu dilakukan selama 1 minggu hingga 1 bulan.

Tahap Pemeliharaan

Pada tahap ini, tubuhmu mulai terbiasa membakar lemak sebagai sumber energi. Kamu juga sudah boleh mengonsumsi buah-buahan, namun asupan karbohidrat harus dibatasi hingga maksimal 20 gram per hari. Selain itu, orang yang menjalani diet keto disarankan untuk mengecek kadar gula darah secara rutin dan menjaga agar kadar gula dalam darah tidak lebih dari 90 mg/dl. Asupan nutrisi yang disarankan pada tahap ini adalah 75% lemak dengan 25% protein dan 10% karbohidrat.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Diet Keto

Untuk mendapatkan manfaat diet keto dengan optimal dan baik tanpa efek samping yang berbahaya bagi kesehatan, pelajari dulu beberapa hal yang harus Lemonizen perhatikan dalam diet keto berikut ini.

Disiplin

Diet keto memang harus dijalankan dengan disiplin. Segala bentuk karbohidrat dan gula harus dihindari, termasuk karbohidrat dalam tepung, kentang, dan mie. Prinsip ini berlaku selama kamu menjalani diet keto untuk mencapai kondisi ketosis. Kalau kamu tetap ‘bandel‘ dan tetap mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kondisi ketosis tidak akan tercapai dan lemak dalam tubuh tidak akan dibakar untuk energi. Karenanya, diet tidak akan berhasil.

Bersiap Hadapi Flu Keto

Pada 7 - 10 hari pertama masa diet keto, kamu mungkin akan merasa sakit kepala, lesu dan tidak bergairah, yang kemudian disebut sebagai masa flu keto. Selama periode atau masa ini, tubuh menyesuaikan diri dengan hilangnya asupan karbohidrat dan mulai melakukan transisi untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Biar begitu, kamu tidak perlu khawatir, guys! Masa ini cukup lumrah terjadi dan biasanya akan hilang setelah tubuh terbiasa dengan pola makan pada diet keto.

Tingkatkan Asupan Mineral Dan Cairan Tubuh

Dalam kondisi ketosis, ginjal akan mengeluarkan lebih banyak elektrolit dan cairan. Karena itu, selama menjalani diet keto, pastikan kamu mendapatkan asupan sodium dan potasium yang cukup. 

Perhatikan Kondisi Kesehatan

Diet keto tidak disarankan bagi orang-orang yang tidak dapat mengonsumsi makanan lemak tinggi, misalnya orang-orang dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, yang memiliki sejarah masalah batu empedu, kantung empedu, diabetes, ataupun masalah kesehatan lainnya juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum menjalani diet keto.

Siapkan Rencana Setelah Menjalani Diet Keto

Diet keto sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, karena diet ini merupakan diet jangka pendek. Bila Lemonizen sudah mencapai target berat badan sehat, siapkan pola makan sehat tinggi serat yang terdiri dari konsumsi bahan-bahan alami.

Apakah Diet Keto?

Diet keto hampir mirip dengan diet Atkins dan diet rendah karbohidrat yang mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak, dengan jumlah asupan protein sedang.
Tujuan konsumsi lemak dalam jumlah yang tinggi pada diet keto adalah agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton pada hati, sehingga memberi suplai energi untuk otak.
Ketosis sebenarnya merupakan kondisi ringan dari ketoasidosis, sebuah kondisi berbahaya yang banyak terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Meski masih banyak pro-kontra terhadap diet ini, beberapa studi menunjukkan diet keto tergolong aman dan juga efektif untuk dilakukan, terutama oleh penderita kelebihan berat badan atau obesitas, selama hanya dilakukan untuk batas waktu tertentu dan di bawah pantauan dokter. Hingga kini, manfaat dan pengaruh diet keto pada tubuh masih terus diteliti.

Mengambil Manfaat Diet Keto

Sebelum digunakan untuk menurunkan berat badan, sesungguhnya diet keto dianjurkan sebagai salah satu cara untuk membantu mengatasi beberapa jenis penyakit, terutama untuk mengurangi frekuensi timbulnya serangan kejang pada anak penderita epilepsi yang tidak berhasil ditangani dengan obat-obatan.
Beberapa kondisi yang mendapat manfaat dari diet keto, di antaranya:
  • Mengontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2
Bagi penderita diabetes diabetes tipe 2, diet keto adalah diet yang direkomendasikan selama lemak yang dikonsumsi merupakan lemak sehat. Misalnya lemak yang berasal dari ikan salmon, kacang-kacangan dan alpukat. Asupan karbohidrat dalam jumlah yang rendah dianggap efektif menurunkan kadar gula darah. Guna memantau keamanan diet keto pada penderita diabetes, disarankan agar penderita rutin memeriksakan kadar gula darah setiap hari. Jangan sampai kadar gula darah terlalu rendah. Pengujian tingkat keton juga perlu dilakukan untuk menghindari ketoasidosis.
  • Meringankan gejala epilepsi pada anak
Seorang ahli gizi mengungkap bahwa diet keto mampu meringankan gejala epilepsi pada anak. Diet ini sangat efektif, khususnya untuk anak dengan gejala epilepsi yang sulit ditangani dengan pengobatan biasa. Sebuah penelitian yang diuji pada 150 anak dengan epilepsi menunjukkan pasca menjalani diet keto selama satu tahun, setengah dari anak-anak mengalami penurunan frekuensi kejang sebanyak 50%.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung
Diet keto yang dijalankan dengan memperbanyak konsumsi lemak sehat kemungkinan mampu mengurangi risiko menderita penyakit jantung. Hal ini diduga karena diet keto menurunkan kadar insulin sehingga produksi kolesterol dalam tubuh juga ikut menurun. Kondisi tersebut akan mengurangi risiko penyakit jantung maupun tekanan darah tinggi.
  • Mengurangi risiko terkena gangguan sistem saraf
Selain epilepsi, diet keto juga kemungkinan memiliki manfaat untuk membantu menangani gangguan sistem saraf seperti Alzheimer, gangguan tidur, dan penyakit Parkinson. Hal ini diduga akibat keton yang dihasilkan tubuh menguraikan lemak menjadi energi, sehingga mampu melindungi sel otak dari kerusakan.
Diet keto juga dapat memberi beberapa manfaat lain, seperti mengurangi jerawat, membantu penanganan PCOS, dan menghambat perkembangan kanker. Selain itu, diet keto juga menghambat peradangan pada asam urat. Oleh karena itu, banyak praktisi kesehatan yang memberi rekomendasi diet keto, namun tentunya harus dijalani dengan cara yang benar.

Cara Menjalani Diet Keto yang Tepat

Buat Anda yang tertarik melakukan diet keto, Anda harus rela untuk mengurangi konsumsi karbohidrat setiap hari dalam jumlah yang cukup besar. Diet keto standar (standard ketogenic diet) yaitu dengan pola makan berupa 75% konsumsi lemak, 20% konsumsi protein, dan 5% konsumsi karbohidrat.
Sementara diet keto tinggi protein (high-protein ketogenic diet) memiliki porsi konsumsi protein lebih banyak. Pola makan yang diterapkan adalah 60% lemak, 5% karbohidrat, 35% protein. Selain itu, ada pula diet keto jenis lain yang lebih umum dilakukan oleh atlet atau binaragawan yaitu cyclical ketogenic diet (CKD) dan targeted ketogenic diet.
Jadi, makanan apa saja yang dihindari atau disarankan dalam diet keto? Makanan kaya lemak yang dianjurkan dalam diet keto yaitu:
  • Telur, terutama yang mengandung omega 3.
  • Daging, ayam, kalkun, sosis, steak dan produk daging lain.
  • Ikan tuna, salmon, makarel.
  • Krim, mentega dan keju.
  • Sayur hijau, tomat, bawang, cabai dan sayur lain yang rendah karbohidrat.
  • Kacang dan biji-bijian, seperti almond, wijen, chia dan biji labu.
  • Alpukat, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk masakan.
  • Minyak zaitun, minyak alpukat atau minyak kelapa.
  • Garam, merica dan berbagai rempah alami.
Sementara itu, jenis karbohidrat yang dihindari termasuk:
  • Nasi, pasta, sereal dan produk gandum.
  • Kacang dan biji-bijian.
  • Umbi-umbian, seperti ubi, kentang, wortel.
  • Makanan atau minuman manis, seperti permen, es krim, cake, jus buah dan soda.
  • Lemak tidak sehat dari minyak sayur atau mayonaise.
  • Minuman mengandung alkohol.
Diet keto dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka pendek (mulai dari 2-3 minggu, hingga batas maksimal 6-12 bulan) sebatas untuk mengurangi lemak tubuh dan memperbaiki kesehatan, untuk selanjutnya diikuti dengan pola hidup sehat. Hal tersebut adalah demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi jika diet keto dilakukan dalam jangka panjang.

Mempertimbangkan Risiko Diet Keto

Beberapa risiko yang dapat terjadi, bila menjalani diet keto jangka panjang:
  • Kekurangan asupan karbohidrat sehat, seperti dari buah, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran kaya karbohidrat.
  • Kehilangan manfaat vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
  • Gangguan ginjal, bila konsumsi protein melebihi porsi yang dianjurkan secara terus menerus dalam jangka panjang.
  • Meningkatnya risiko ketoasidosis.
Perlu diketahui, saat menjalani diet keto, awalnya Anda mungkin akan mengalami beberapa keluhan. Hal ini dikenal sebagai “keto-flu”, yang muncul selama proses penyesuaian. Beberapa keluhan yang mungkin timbul yaitu:
  • Tubuh terasa lemas
  • Gelisah
  • Sulit tidur
  • Mual
  • Rasa lapar yang mengganggu
  • Penurunan kemampuan konsentrasi
Meski tidak selalu terjadi, keluhan-keluhan ini dapat terasa memberatkan saat memulai diet keto. Umumnya akan berkurang, setelah Anda terbiasa dengan pola makan ini.
Pertimbangkan berbagai manfaat dan risiko diet keto, sebelum menjalaninya. Jangan sekadar hanya tergiur dengan manfaat penurunan berat badan yang cepat, sebab ada risiko ketoasidosis yang berbahaya.
Pada dasarnya diet apa pun yang dilakukan, tidak akan selalu memberikan hasil yang sama pada tiap orang. Sehingga menyesuaikan jenis diet dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan tubuh sangatlah dianjurkan. Bila perlu, konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi, sebelum menjalani diet keto.

Intinya, kalau kamu memasak sendiri di rumah, hindari bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula. Sebaliknya, kalau kamu mengonsumsi makanan siap saji, periksa kemasan produk tersebut untuk memastikan bahwa produk makanan tersebut sama sekali tidak mengandung gula.

Bila dijalankan dengan tepat, diet keto dapat membantu untuk mencapai berat badan sehat dan menjaga kesehatan. Biar begitu, kamu juga harus waspada karena diet keto bisa membahayakan kesehatan bila tidak dilakukan dengan hati-hati. 

Diet keto mendorong tubuh untuk memproduksi keton, padahal tingkat keton yang tinggi pada tubuh bisa menyebabkan dehidrasi dan mengubah keseimbangan kimia pada darah. Kondisi ini disebut Ketoacidosis yang bisa mengakibatkan koma atau kematian. 

Tapi, risiko ini bisa dicegah kalau kamu benar-benar memahami cara kerja diet keto dan menjalani diet rendah karbohidrat yang sehat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa kesehatanmu tetap terjaga selama menjalani diet keto.

Dalam menjaga berat badan ideal, faktor pola makan bukan satu-satunya hal yang harus jadi perhatian. Faktor genetik, aktivitas fisik, dan kebiasaan tidur juga berpengaruh pada berat badan. 

Karena itu, lengkapi diet keto yang kamu jalani dengan gaya hidup sehat lainnya. Rutin berolahraga dan tidur yang cukup tak hanya akan membantu menjaga berat badan sehat, tapi juga membantu kamu hidup dengan lebih sehat dengan semakin mengurangi risiko berbagai penyakit berbahaya. Ayo hidup lebih sehat!

Contekan Menu Diet Sehat untuk Santap Pagi, Siang dan Malam Hari

Contekan Menu Diet Sehat untuk Santap Pagi, Siang dan Malam Hari



Siapa sih yang tidak menginginkan tubuh yang ideal? Hampir semua orang menginginkannya, baik cowok maupun cewek. Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal. Salah satunya adalah dengan menjaga pola makan atau diet. Namun, tak sedikit orang yang merasa tersiksa karena benar-benar menahan keinginannya untuk memakan suatu makanan.

Beberapa hal yang dihindari para pelaku diet adalah, tidak mengonsumsi makanan berat, seperti nasi dan makanan berlemak. Mereka juga mengatur waktu makannya. Nah biasanya pada malam hari mereka tidak makan. Menjaga pola hidup yang sehat itu baik, namun jika kamu terlalu memaksa untuk segera mungkin menurunkan berat badanmu itu salah.

Perubahan pola makan secara mendadak untuk menurunkan berat badan secara mendadak, itu akan beresiko pada kesehatan kamu. Semua butuh bertahap dan pastinya tidak terlalu menyiksa dirimu. Jika kamu selama ini makan dengan porsi banyak, maka kamu harus mengurangi porsi makanmu.
Mengonsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayur akan lebih aman untuk membantu mengurangi berat badanmu. Kira-kira makanan apa ya?

Menu diet sehat merupakan daftar makanan bergizi seimbang dengan kadar yang disesuaikan oleh kebutuhan tubuh setiap harinya. Menu ini tidak hanya dikhususkan untuk kalangan yang ingin menguruskan badan saja, melainkan untuk semua orang yang ingin hidup sehat.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, menu diet sehat Anda harus mengandung beragam nutrisi esensial yang sangat diperlukan tubuh. Nutrisi esensial adalah nutrisi yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tersebut.

Nutrisi esensial yang harus ada dalam menu diet sehat dibagi menjadi dua kategori, yakni makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan energi bagi tubuh. Makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah zat gizi yang menunjang kinerja tubuh, dan cukup dikonsumsi dalam jumlah kecil saja. Yang termasuk mikronutrien adalah vitamin dan mineral.

Pentingnya Nutrisi yang Wajib Ada dalam Menu Diet Sehat
Tiap harinya, tubuh perlu diberi asupan yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral, serta air putih untuk menunjang kinerjanya.
Mengapa zat tersebut begitu penting untuk tubuh? Ini penjelasannya:
  • Karbohidrat
    Sumber energi utama tubuh berasal dari karbohidrat. Otak juga dapat bekerja maksimal jika mendapat asupan ini secara cukup. Contoh karbohidrat yang baik yaitu makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan kacang-kacangan. Karbohidrat yang harus Anda batasi pengonsumsiannya antara lain nasi putih, minuman buah kemasan, minuman bersoda, keripik kentang, permen, dan kue-kue yang manis.
  • Protein
    Zat ini merupakan sumber energi bagi tubuh. Asupan protein yang cukup, sangat penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh, membantu menjaga kesehatan tubuh, serta membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Protein dapat ditemui pada telur, ikan, daging, kedelai, daging unggas, keju, dan kacang-kacangan.
  • Lemak
    Anda mungkin menghindar jika ada makanan yang mengandung lemak. Namun, makanan berlemak tidak selalu harus dihindari. Tubuh juga butuh asupan lemak untuk menjaga struktur sel dan membantu jaringan tubuh berfungsi dengan baik, menjaga sistem imun, dan membantu tubuh menyerap vitamin.
Meski begitu, Anda harus tahu batasan dalam mengonsumsi makanan berlemak agar tidak menyebabkan kenaikan berat badan, serta tidak meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Pilih makanan berlemak yang baik, seperti ikan, daging unggas tanpa lemak, minyak dari sayuran (minyak zaitun). Batasi makanan berlemak seperti piza, burger, sosis, dan makanan cepat saji, karena tinggi akan lemak jenuh.
  • Vitamin dan mineral
    Kedua zat ini dapat membantu organ-organ tubuh dalam menjalankan fungsinya. Vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh adalah vitamin A, B, C, D, E, dan K. Sementara mineral yang dibutuhkan tubuh, antara lain adalah kalsium, zat besi, kalium, zinc, dan selenium.
  • Air
    Cairan memang tidak memiliki nutrisi, namun air bisa menghidrasi tubuh. Sekitar setengah dari komposisi tubuh Anda terdiri dari air. Selain dari air minum, Anda bisa mendapat cairan dari makanan seperti buah dan sayuran.
Semua kandungan di atas bisa Anda dapatkan apabila menjalankan menu diet sehat
.
Jangan Lupa Memenuhi Kebutuhan Kalori Harian Anda
Selain memperhatikan nilai gizinya, makanan yang harus ada di menu diet sehat juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian Anda. Tiap individu memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Namun, rata-rata orang dewasa membutuhkan 2000 kalori tiap harinya. Konsultasikan pada ahli gizi agar Anda bisa mengetahui jumlah kalori yang sesuai dengan kondisi tubuh, mencakup usia, jenis kelamin, aktivitas fisik harian, metabolisme, tinggi dan berat badan, serta kondisi kesehatan tertentu.

Makan berdasarkan kebutuhan kalori sangatlah penting, khususnya untuk Anda yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan. Kalori dapat membuat tubuh berenergi. Namun, mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuh dapat membuatnya menumpuk di tubuh dan tersimpan sebagai lemak.

Contoh Menu Diet Sehat 2000 Kalori
Berikut menu diet sehat 2000 kalori yang bisa Anda terapkan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Meski dinamakan menu diet sehat, lidah Anda masih bisa dimanjakan oleh variasi makanan ini.
  • Sarapan
    Anda bisa mengisi perut Anda dengan mengonsumsi semangkuk sereal dengan taburan kismis dan susu bebas lemak. Setelah itu, satu buah pisang berukuran kecil dan satu lembar roti dari biji-bijian utuh (whole grain) dengan olesan margarin dan selai bisa Anda santap.
Pilihan sarapan sehat lainnya yaitu oatmeal yang dicampur kismis dan dimasak dengan margarin. Untuk minumannya, Anda bisa menenggak jus jeruk (250 ml) dan susu tanpa lemak (120 ml).
  • Makan siang
    Anda bisa membuat roti isi yang terdiri dari roti dari biji-bijian utuh, ayam, selada, tumis jamur, dan saus mustard. Akhiri makan siang Anda dengan kentang rebus 200 gram.
  • Makan malam
    Capcay tahu dengan sayuran dan paprika, semangkuk nasi merah dan satu cangkir es teh lemon sekitar 250 ml.
Variasi makan malam lainnya yang bisa Anda coba yaitu 140 gram salmon panggang ditaburi daun seledri, bawang, dan remah-remah roti. Sajikan dengan nasi, 125 gram brokoli kukus, dan kacang almond. Akhiri makan malam dengan susu tanpa lemak (250 ml).
  • Camilan
    Contoh camilan yang bisa Anda konsumsi tiap hari terdiri dari 250 gram yoghurt rendah lemak dicampur buah-buahan.
Mungkin ada saatnya Anda bosan dengan makanan sehat dan ingin mengonsumsi makanan dengan kadar lemak dan kalori tinggi, seperti makanan cepat saji. Anda bisa mengonsumsinya pada hari tertentu, misalnya tiap hari minggu. Namun, keesokan harinya, Anda harus mengonsumsi makanan yang rendah kalori guna menghindari penumpukan kalori pada tubuh. Menerapkan menu diet sehat akan lebih terbantu jika Anda rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari, demi menjaga kebugaran tubuh.

Percobaan: Diet Nasi Sebulan untuk Turunkan Berat Badan

Percobaan: Diet Nasi Sebulan untuk Turunkan Berat Badan



Saat berat badan sudah mulai di ambang batas normal, diet selalu menjadi jalan keluar yang dinilai paling efektif. Diet pun ada berbagai macam, salah satunya dengan tidak makan nasi putih dalam kurun waktu tertentu. Sebagai hasil pengolahan dari beras, dalam per 100 gram nasi putih terdiri dari kalori sebanyak 129 kal, lemak 0.28 gr, karbohidrat 27.9 gr dan protein 2.66 gr. Oleh karenanya, nasi putih patut dihindari karena berpotensi membuat tubuh lebih cepat gemuk. Bahkan selain menggemukkan, konsumsi 150 gram beras putih lebih dari lima kali sepekan juga dapat meningkatkan resiko diabetes sebanyak 17%.

Lalu, apakah diet tanpa nasi putih ini aman? Tentu saja jika dilakukan dengan kombinasi yang tepat. Diet nasi putih yang sehat adalah dengan mengalihkan asupan karbohidrat dari nasi menjadi sumber pangan yang lain. Begini cara diet nasi putih yang dianjurkan selengkapnya:
  Cari Makanan Pengganti NasiKalau orang Amerika saja bisa hidup tanpa harus makan nasi, mengapa kamu tidak? Logikanya seperti itu. Makanan yang mengandung karbohidrat selain nasi ada banyak sekali. Selama diet nasi putih berlangsung, kamu bisa mengantinya dengan beras merah, oatmeal, atau roti gandum. Kamu pun bisa mengombinasikannya dengan lauk seperti sayuran, telur, atau daging-dagingan yang dipanggang.
 Rancang Sendiri Menu DietmuKunci diet adalah komitmen dan disiplin. Maka itu, menu diet yang dibuat harus benar-benar dijalani agar berat badan dapat turun dengan cepat tanpa efek samping apapun. Kamu bisa merancang sendiri menu diet tanpa nasi putih ini,

Bagaimana cara Anda menurunkan berat badan? Diet khusus, rajin olahraga, atau pantang nasi?

Saya berpikir, mungkin cara yang paling mudah untuk menurunkan berat badan adalah dengan tak makan nasi. Apa sih susahnya enggak makan nasi? Toh masih bisa 'diganti' dengan makan yang lainnya kan?

Oke, sebagai permulaan, saya mulai tak makan nasi selama sebulan. Jujur, selain saya anggap paling 'mudah,' cara ini juga saya pilih karena melihat pola makan salah satu teman saya yang tak lagi makan nasi bertahun-tahun. Dan untuk usianya, badannya terbilang proporsional.


Ini perjuangan saya demi bisa menurunkan angka timbangan dan mengurangi bobot tubuh, setidaknya sampai 2 kilo.

Hari pertama:
Hari pertama tak makan nasi. Semuanya masih baik-baik saja. Niat saya masih sangat kuat dan gigih untuk tak lagi makan nasi.

Potongan salad dengan dressing wijen sangrai yang tengah hit, jadi pilihan saya.

Hari kedua:
Semua masih terasa baik, tak ada masalah. Salad masih jadi menu. Namun kali ini ada sayur dan camilan kalau masih lapar.

Hari ketiga sampai satu minggu pertama:
Tak ada masalah berarti. Salad, buah, sayuran, dan cemilan juga masih disantap tanpa bosan. Tak ada masalah kesehatan, seperti lemas, pusing, atau lainnya yang terjadi akibat mengurangi asupan karbohidrat dari nasi ini.

Minggu kedua

Setelah seminggu tak makan nasi, saya mulai berpikir untuk bagaimana caranya untuk mencari alternatif sumber karbohidrat lain pengganti nasi dan juga menambah protein.

Hari kedelapan:
Saya mencari berbagai menu alternatif lain.
Sesekali cheat day dalam seminggu. Saya makan nasi di akhir pekan. Kalau tidak nasi, saya juga makan mi instan. Lumayan, untuk mengingat kembali rasanya. Dan, rasanya enak (tentu saja).

Hari ke-9:
Tak terasa sudah hari ke-sembilan. Rasanya masih kuat untuk tak makan nasi. Di hari ini saya mulai berpikir untuk menambah menu lainnya. Bosan kan untuk menyantap salad saja.

Hari 10:
Akhirnya saya mulai membuat menu lainnya yang bisa disandingkan dengan salad. Kentang yang dibuat mash potato ataupun digoreng.

Hari 11:
Ketika lapar pagi hari, saya mulai makan oat. Oat dengan susu coklat dan tambahan pisang di dalamnya. Makan siang saya masih tetap makan salad dengan saus wijen.

Hari 12-14:
Menu sarapan adalah oat dengan susu bubuk cokelat. Oat ini memang saya stok di kantor agar saat lapar bisa langsung dimakan.

Saya mulai merasakan tubuh sedikit lebih ringan. Perlahan-lahan perut yang agak buncit pun mulai 'mundur.' Kenapa yakin? tentunya melihat celana dan perut yang tak lagi memberontak untuk 'keluar.'

Minggu ketiga
Pertahanan saya mulai melemah. Merasa bobot tubuh sudah berkurang, saya mulai membiarkan diri untuk sedikit-sedikit makan makanan lainnya. Gorengan di pagi hari.

Hari 16:
Menunya menjadi salad dengan kentang dan dada ayam panggang berbumbu. Malam terasa lapar, sayur tumis atau sayur kuah jadi pilihan.

Hari 17-20:
Akhir pekan waktunya cheat day. Bagaimana rasaya kalau makan nasi lagi?

Saat cheat day, beberapa kali saya makan sedikit nasi. Namun, perut rasanya sudah mulai terbiasa untuk tak makan nasi. Sehingga saat makan nasi, hanya tiga sendok makan saja, perut sudah terasa begah.

Makan nasi sudah terasa eneg di mulut.

Hari 21:
Tak lagi makan salad, tapi menggantinya dengan bihun atau jenis mi beras tipis. Dengan sayuran dan juga telur tentunya.

Hari 22:
Agar tak sarapan oat terus, buat sarapan saya makan telur rebus dua buah. Saya bahkan sampai membeli perebus telur instan demi bisa makan telur rebus dengan cepat dan mudah.

Hari 23:
Hari tanpa nasi masih berlanjut. Bihun goreng atau rebus dengan telur dan sayur jadi pilihan. Tapi sesekali hanya ayam goreng kremes dengan sambal atau ketoprak dan gado-gado.

Hari 24:
Sarapan hari itu dibuka dengan ketupat sayur. 'Cheat day' saat yang tak tepat. Sekilas bukan nasi, tapi ketupat. Sebenarnya sama saja, tapi yah, maklumi saja.

Siangnya memilih untuk tak makan siang untuk menebus nasi yang dimakan siang itu.

Malamnya, makan gorengan.

Hari 25-30:
Karena beberapa hari mulai longgar pantang nasi, maka mulai terpikir untuk mengombinasikan diet nasi dengan jenis lainnya, yaitu mengurangi garam. Toh perut masih terlihat tak lagi maju. Toh beberapa orang mengatakan saya terlihat lebih kurus (terasa memotivasi buat diet kan).

Namun beberapa kali sempat makan aneka kue dan minuman boba serta kopi. Ah toh bukan makan nasi.

Kesimpulan:
Sejak awal niat pantang nasi adalah untuk diet. Sebelum diet saya menimbang berat badan. Saya tak akan menyebut berapa berat badan saya di sini.

Tapi dalam satu bulan, target saya sebenarnya tak muluk-muluk. Saya hanya ingin turun berat badan setidaknya 1-2 kilogram saja. Anggapan tak muluk ini karena saya membaningkan teman-teman lain yang juga diet dan mengatakan kalau mereka bisa turun 2 kilogram dalam dua minggu.

Namun kenyataannya, di akhir program diet, timbangan badan saya justru melonjak. Oh tidak, malah naik 1 kilogram. Kok bisa ya, padahal saya merasa tubuh jadi agak ringan dan perut sedikit 'mundur.'

Pada akhirnya saya mulai kilas balik pantang nasi saya. Memang benar saya tak makan nasi, tapi yang saya tak perhitungkan adalah kalori makanan pengganti nasi.

Ketika bicara pada seorang ahli gizi dan dokter pencernaan, mereka mengatakan bahwa kemungkinan permasalahannya terjadi karena saya masih makan gorengan, makanan dan minuman yang terlalu manis dan berkalori tinggi, misalnya terlalu banyak kopi, teh bergula. Selain itu olahraga juga tak boleh dilupakan.

Mungkin tak perlu olahraga berlebihan, tapi setidaknya memperbanyak tubuh bergerak. Bagi pekerja kantoran seperti saya, duduk terpaku di meja dan menghadap laptop sembilan hari sudah biasa. Inilah yang harus diubah.

"Percuma saja enggak makan nasi tapi masih makan gorengan tiga buah sekali makan," begitu kata ahli gizi yang saya ajak ngobrol.

Bisa dipahami karena saya juga memang tak tertib untuk melakukan pantang nasi. Masih banyak pengecualian dan juga justru mengganti nasi dengan makanan yang terlalu berkalori.

Selain itu, rasanya juga sedikit percuma tak makan nasi karena masih tetap makan roti dan juga mi instan.

Jika ingin menurunkan berat badan dengan pola makan pantang nasi ini, ada baiknya untuk lebih konsisten dan juga serius untuk mengurangi kalori dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi. Oiya, kurangi dan kalau bisa eliminasi gorengan dan makanan tak sehat dari daftar makanan Anda sehari-hari.

Oiya, tak selamanya salad juga sehat dan rendah kalori. Cek dulu saus dressingnya. Beberapa saus dressing juga tak selalu ramah untuk berat badan. 

Cara Memasak Nasi yang Pulen, Pakai Teknik Tradisional dan Rice Cooker Tak Masalah

Cara Memasak Nasi yang Pulen, Pakai Teknik Tradisional dan Rice Cooker Tak Masalah



Salah satu tipikal masyarakat Indonesia yaitu belum dianggap makan jika tidak bertemu nasi. Meskipun sudah makan martabak, bakso, jus, dan aneka camilan, tetap saja bilangnya belum makan. Makanya, nasi jadi makanan pokok di masyarakat. Atas dasar itulah, saya merasa bahwa saya perlu tahu bagaimana caranya memasak nasi yang baik dan benar.
Nah, bagi anda yang masih pemula, coba ikuti petunjuk di bawah ini agar nasi buatan anda punya rasa enak dan tidak gagal.

 Pilih beras berkualitas bagus
Di pasaran, ada begitu banyak jenis beras yang ditawarkan, dengan berbagai variasi harga juga. Di antara sekian banyaknya jenis beras tersebut, mungkin anda kebingungan memilih beras berkualitas baik. Beras yang baik memiliki ciri yaitu warnanya yang bening dan bebas dari kotoran. Aromanya pun harum. Jika ditekan, beras yang baik tidak akan mudah patah.


Nasi merupakan makanan pokok Indonesia. Bahkan ada anggapan yang menyebutkan perut belum kenyang jika belum diisi dengan nasi. Nasi memang sumber karbohidrat tinggi yang menyuplai energi pada tubuh sehingga orang dapat beraktivitas dan juga berpikir.
Menariknya, meski terlihat gampang, tak semua orang bisa menanak nasi. Meski sudah mengikuti petunjuk pada kemasan beras bisa saja nasi terlalu lembek bahkan nyaris jadi bubur. Atau nasi terlalu pera bahkan masih keras bagian tengahnya. Bisa juga nasi terlihat kusam atau kotor karena kurang telaten saat membersihkan beras. Cara memasak memang susah-susah gampang. Bahkan bagi seorang yang baru belajar, cara memasak nasi menjadi tantangan tersendiri.

pulen, ada beberapa tahapan cara memasak nasi yang harus diperhatikan. Dengan mengetahui cara menanak nasi yang benar, hasil nasi akan terasa pulen saat disantap.

Cara tradisional

Cara memasak nasi dengan tungku dan panci saat ini sudah jarang dilakukan, bahkan oleh warga yang tinggal di area perkotaan dengan aktivitas padat cara ini sudah lama ditinggalkan. Pasalnya, cara memasak ini memang memakan waktu. Namun, biasanya menghasilkan nasi yang panasnya akan terasa lebih lama dan aromanya pun lebih wangi.
Cara memasak nasi yang bagus, pilih beras berkualitas bagus juga. Setelah itu cuci beras hingga bersih, buang batu kecil, gabah atau kotoran lainnya yang terselip di antara bulir beras. Saat mencuci beras Anda pasti akan membilas beras berulang kali hingga airnya bening untuk menyingkirkan sisa pati. Hal ini bisa menyebabkan beras menjadi lengket. Dibutuhkan waktu sedikit lama untuk membilas, jadi harus sabar.
Sebelum ditanak, rendam dulu beras selama 30 menit. Metode ini konon sering digunakan oleh orang-orang Jepang saat akan menanak nasi.
Setelah beras bersih, masukan beras dan air bersih ke dalam panci hingga satu ruas jari telunjuk dan mulai ditanak dengan api sedang. Selama menanak nasi, beras harus rajin diaduk agar tidak berkerak di bagian dasar panci. Proses pengadukan ini dilakukan mulai dari air masih dingin hingga mendidih dan meresap ke nasi hingga nasi pun matang.
Jika hendak menanak nasi dengan panci kukus, caranya sedikit berbeda. Caranya, setelah nasi setengah matang, angkat panci dan ganti dengan panci kukus. Masukkan air di bawah saringan yang terdapat dalam panci kukus. Pindahkan nasi tersebut dalam panci kukus. Lalu, kukus nasi sekitar 15 hingga 30 menit tergantung pada porsi nasi yang ditanak dan nasi pun siap disajikan.

Cara memasak nasi menggunakan rice cooker

Dengan alasan lebih praktis, menanak nasi menggunakan rice cooker menjadi pilihan banyak digunakan orang saat ini. Sama seperti cara memasak nasi dengan teknik tradisional, bersihkan beras terlebih dahulu. Masukkan beras yang sudah dibersihkan ke dalam rice cooker. Pastikan tinggi air satu ruas jari telunjuk.
Saat memasak beras dalam rice cooker, ada batas maksimal seberapa banyak beras dimasak. Garis ukur yang ada dalam panci rice cooker harus diperhatikan agar beras atau air meluap keluar dan nasi mengembang dengan baik.
Setelah memasukan air dan beras ke dalam rice cooker, nyalakan listrik dan tekan tanda memasak nasi. Tunggu beberapa saat, biasanya akan ada bunyi atau asap keluar di lubang khusus di bagian atas rice cooker sebagai penanda nasi telah matang.

Tips cara memasak nasi

Cara memasak nasi agar menghasilkan nasi pulen, takaran air sangat penting. Saat memasak beras, rasio atau perbandingan air dan beras sangat penting. Banyak orang yang salah kaprah pada hal ini. Untuk beras putih, campurkan 1 gelas beras dengan satu setengah gelas air.
Gunakan gelas ukur untuk hasil yang baik. Untuk beras merah, rasionya 2 : 1. Jadi dua gelas air (atau kaldu) untuk satu gelas beras. Sedangkan untuk beras yang belum disosoh membutuhkan waktu lebih lama untuk memasak dan menyerap air. Oleh karena itu memerlukan rasio tiga gelas air untuk satu gelas beras.
Hasil akan terlihat jelas jika salah dalam menakar air saat akan menanak nasi. Jika menuangkan air lebih dari satu ruas jari telunjuk, nasi pun akan menjadi lembek. Bahkan jika terlalu berlebihan, lembeknya akan mirip nasi bubur.
Namun, jika tinggi air kurang dari satu ruas jari telunjuk, nasi pun akan menjadi ‘setengah matang’ atau sering disebut sebagai nasi pera. Saat dimakan, tekstur beras masih ada sehingga terasa keras.
Selain itu, ada cara memasak yang sederhana agar nasi tetap pulen saat disantap, walau telah beberapa lama disimpan dalam metode hangat rice cooker. Warna nasi juga tidak berubah jadi kuning.
Setelah nasi matang, matikan rice cooker dengan mencabut kabel dari sumber listrik. Diamkan selama 20 menit, lalu aduk sedikit nasi yang baru matang ini. Trik ini dilakukan agar nasi tetap pulen. Setelah itu, baru nyalakan rice cooker lagi dan simpan nasi dalam keadaan hangat. Nah, itu tadi cara memasak nasi yang pulen dengan menggunakan panci ataupun rice cooker. Selamat mencoba.

Cara Memasak Nasi dengan Rice Cooker

Cara Memasak Nasi dengan Rice Cooker




Penanak nasi (rice cooker) adalah pilihan yang mudah dan efektif digunakan untuk memasak nasi. Saat ini, ada banyak penanak nasi yang dilengkapi fitur penghangat sehingga tetap bisa menjaga nasi tetap hangat setelah matang. Anda tidak perlu mengawasi penanak nasi setiap saat hingga nasi matang, karena alat ini dilengkapi dengan sensor atau pengatur waktu otomatis yang mengeluarkan bunyi klik ketika nasi telah matang. Artikel ini akan menunjukkan cara memasak nasi dengan penanak nasi, sehingga Anda dapat meminimalkan kemungkinan nasi hangus dan panci rusak. Jika Anda masih mengalami masalah, lihat panduan mengatasi masalah.

tahap 1.

Memasak Nasi

1. Ukur beras dengan cangkir takar, dan masukkan ke dalam panci penanak nasi Anda. Beberapa merek penanak nasi memiliki panci yang bisa dilepas, sementara sebagian lainnya tidak, sehingga beras harus langsung dimasukkan ke dalam penanak nasi. Umumnya, penanak nasi dilengkapi cangkir atau sendok takar yang dapat diisi dengan 3/4 cangkir (180 ml) beras. Pilihan lainnya, gunakan gelas atau cangkir takar biasa.

  • Satu cangkir beras (240 ml) akan menghasilkan antara 1 1/2 cangkir (360 ml) sampai tiga cangkir (720 ml) nasi, tergantung pada varietas beras yang digunakan.[1] Sisakan cukup ruang untuk menampung nasi yang mengembang sehingga nasi atau air tidak akan meluap keluar.
2..Cuci beras jika perlu. Banyak orang memilih mencuci beras untuk menghilangkan kotoran, pestisida, herbisida, atau kontaminan yang mungkin ada. Sebagian cara penggilingan tradisional juga membuat butiran beras pecah, sehingga ada tepung yang tercampur di dalam beras dan perlu dicuci untuk mencegah penggumpalan bulir-bulir nasi.[2] Jika Anda memutuskan untuk mencuci beras, tuangkan air bersih ke dalam wadah berisi beras, atau cuci di bawah aliran air keran. Tuangkan air sambil mengaduk-aduk beras hingga seluruhnya terendam. Tiriskan air melalui saringan atau ujung mangkuk perlahan, sambil menangkap butiran beras yang ikut terbawa air dengan tangan Anda. Jika air cucian terlihat keruh/berubah warna, atau ada banyak kotoran yang mengapung di permukaan air, bilas dua sampai tiga kali lagi hingga air bilasan terlihat cukup jernih.
  • Nasi putih yang dijual di Amerika Serikat diwajibkan untuk diperkaya dengan bubuk zat seng, niasin, tiamina, atau asam folat; vitamin dan mineral ini biasanya akan hilang jika beras dicuci.[3]
  • Jika penanak nasi Anda menggunakan panci antilengket, cuci beras dalam wadah lain, sehingga lapisan tersebut tidak tergores. Karena, biaya yang dibutuhkan untuk mengganti panci antilengket ini cukup besar.

3.Ukur air. Sebagian besar panduan pada penanak nasi menyarankan penggunaan air dingin. Berapa banyak air yang Anda tambahkan bergantung pada jumlah dan jenis beras yang Anda masak, serta tekstur nasi seperti apa yang Anda inginkan. Jika Anda perhatikan, ada tanda garis ukur di bagian dalam panci penanak nasi yang menunjukkan berapa banyak beras dan air yang harus ditambahkan, atau dalam panduan cara memasak pada kemasan beras. Atau, gunakan jumlah yang disarankan berikut ini--sesuai varietas beras Anda. Ingat, Anda dapat menyesuaikan takaran ini kapan saja jika Anda lebih suka nasi yang lebih keras atau lunak:
  • Beras putih, bulir panjang - 1 3/4 cangkir air per 1 cangkir beras (420 ml air per 240 ml beras)
  • Beras putih, bulir sedang - 1 1/2 cangkir air per 1 cangkir beras (360 ml air per 240 ml beras)
  • Beras putih, bulir pendek - 1 1/4 cangkir air per 1 cangkir beras (300 ml air per 240 ml beras)
  • Beras merah, bulir panjang - 2 1/4 cangkir air per 1 cangkir beras (520 ml air per 240 ml beras)
  • Beras "setengah matang" (parboiled rice - beras yang direbus setengah matang saat proses penggilingan, bukan di rumah) - 2 cangkir air per 1 cangkir beras
  • Untuk nasi ala India seperti Basmati atau Jasmine (air yang dibutuhkan lebih sedikit karena nasi yang diinginkan bertekstur lebih keras), gunakan tidak lebih dari 1 1/2 cangkir air per 1 cangkir beras. Gunakan hanya perbandingan 1:1 jika Anda mencuci beras sebelumnya. Anda dapat menambahkan daun salam atau kapulaga langsung ke dalam penanak nasi untuk menambah rasa.
4. Rendam beras selama tiga puluh menit kalau suka. Hal ini tidak diperlukan, namun beberapa orang merendam beras untuk mempersingkat waktu memasak. Perendaman juga dapat membuat nasi menjadi lebih lengket. Gunakan jumlah air yang diukur sebelumnya untuk merendam beras pada suhu ruang, kemudian gunakan air rendaman ini juga untuk memasak.

5.Tambahkan perasa (sesuai selera). Perasa harus ditambahkan ke dalam air sebelum Anda mulai menanak nasi, sehingga beras akan menyerap perasa ini selama dimasak. Banyak orang lebih suka menambahkan sedikit garam pada tahap ini. Mentega atau minyak adalah bahan lain yang juga lazim ditambahkan. Jika Anda membuat nasi india, Anda perlu menambahkan beberapa biji kapulaga atau daun salam.

6.Masukkan butiran beras yang menempel di dinding panci masuk ke dalam air sehingga semua beras terendam sepenuhnya, jangan sampai ada yang tercecer. Gunakan sendok kayu atau plastik untuk melakukannya. Beras yang berada di luar air bisa hangus selama dimasak. Jika air atau beras tumpah ke tepi panci, bersihkan bagian luar panci dengan kain atau lap hingga kering.
  • Anda tidak perlu mengaduk beras di bawah permukaan air karena hal ini dapat melepaskan pati atau tepung dan mengakibatkan nasi menggumpal atau lengket.
7. Periksa penanak nasi Anda untuk menyalakan pilihan atau pengaturan khusus. Sebagian besar penanak nasi hanya memiliki tombol on/off saja, sementara yang lainnya memiliki pengaturan yang berbeda untuk beras merah atau putih, atau pengaturan untuk menunda memasak dan baru mulai setelah jangka waktu tertentu. Masalah saat memasak jarang terjadi jika Anda memilih pengaturan biasa, namun mungkin Anda juga perlu mengetahui fungsi tombol lainnya jika ada.


8.Masak nasi dalam penanak nasi. Jika penanak nasi Anda memiliki panci yang bisa dilepas, pasangkan kembali pancinya setelah diisi dengan beras dan air. Tutup penanak nasi Anda, lalu hubungkan kabelnya dengan stopkontak listrik, dan tekan tombol untuk memasak (cook). Tombol ini mengeluarkan bunyi klik secara otomatis seperti pemanggang roti saat nasi matang. Pada sebagian besar penanak nasi, nasi akan tetap dihangatkan sampai Anda mencabut melepaskan kabelnya dari stopkontak listrik.
  • Jangan buka tutup penanak nasi untuk memeriksa nasi selama dimasak. Karena, proses ini bergantung pada uap yang terbentuk di dalam panci. Akibatnya, jika tutupnya dibuka dan sebagian uapnya keluar, nasi mungkin tidak akan matang dengan sempurna.
  • Penanak nasi akan berhenti memasak secara otomatis ketika suhu di dalam panci melebihi titik didih air (100 derajat C pada ketinggian sama dengan permukaan laut), yang tidak akan tercapai hingga semua air bebas telah menguap.[4]  
  •  
  •    9.Biarkan nasi selama 10-15 menit sebelum membuka tutup penanak nasi (pilihan). Walaupun hal ini tidak harus dilakukan, umumnya disarankan dalam panduan penggunaan penanak nasi, dan otomatis dilakukan pada beberapa merek penanak nasi. Selama waktu ini, memutus aliran listrik ataupun mengangkat panci dari sumber panas akan mengurangi jumlah nasi yang merekat di panci penanak nasi
  • 10.Aduk nasi agar tidak padat dan menggumpal, dan sajikan. Setelah tidak ada air yang tersisa, nasi siap untuk dimakan. Mengaduk nasi dengan sendok nasi setelah matang akan memecah gumpalan dan melepaskan uapnya, sehingga mencegah nasi terlalu matang.
    • Jika ternyata nasi belum bisa dimakan, lihat bagian cara mengatasi masalah.
    tahap 2.

    Mengatasi Masalah

    1.Kurangi jumlah air jika nasi terlalu lunak. Di kesempatan memasak nasi berikutnya, kurangi jumlah air yang Anda masukkan, sebanyak 1/4-1/2 cangkir (30-60 ml) per cangkir beras (240 ml). Dengan demikian, waktu memasak seharusnya menjadi lebih singkat, dan air yang dapat diserap beras pun jumlahnya lebih sedikit sehingga teksturnya lebih keras dibandingkan sebelumnya. 

    2.Tambah jumlah air dan masak dengan kompor jika nasi kurang matang. Jika nasi ternyata terlalu keras atau kering untuk Anda makan, kukus dengan 1/4 cangkir (30 ml) air. Tutup panci berisi nasi selama beberapa menit hingga matang sempurna.
    • Memasukkan kembali nasi yang kurang matang ke penanak nasi tanpa menambahkan air yang cukup untuk merendamnya dapat menyebabkan nasi menjadi hangus, atau penanak nasi Anda tidak menyala.
    • Di kesempatan memasak nasi berikutnya, tambahkan sekitar 1/4–1/2 cangkir (30–60 ml) air untuk setiap cangkir (240 ml) beras sebelum Anda menyalakan penanak nasi.
    3.Segera angkat nasi setelah dimasak jika sering hangus. Penanak nasi yang berfungsi dengaan baik seharusnya tidak akan menghanguskan nasi selama dimasak, namun jika dibiarkan dalam pengaturan "menghangatkan" atau warm, nasi di dasar dan tepi panci lama-kelamaan bisa hangus. Jika hal ini sering terjadi, segera angkat nasi dari penanak nasi setelah Anda mendengar bunyi "klik" yang menandakan nasi sudah matang (atau saat lampu tanda menghangatkan menyala).
    • Pada beberapa penanak nasi, Anda dapat mematikan pengaturan menghangatkan nasi, namun jika demikian, Anda harus langsung menghabiskan atau menyimpan nasi sebelum mendingin untuk mengurangi risiko keracunan makanan.
    • Jika Anda memasak bahan-bahan lain bersama beras, kemungkinan bahan ini bisa hangus selama dimasak. Lain kali, jangan tambahkan bahan yang terasa manis, atau bahan apa pun yang tampak hangus, dan masak secara terpisah.

    4.Manfaatkan nasi yang terlalu lembek. Nasi yang terlalu lembek atau hancur masih bisa Anda nikmati jika diolah kembali menggunakan resep yang tepat.[5] Pertimbangkan pilihan-pilihan berikut ini untuk memperbaiki tekstur nasi yang terlalu lembek sehingga masih bisa dinikmati:
    • Goreng nasi untuk menghilangkan kelebihan air
    • Ubah menjadi makanan ringan atau pencuci mulut yang manis
    • Tambahkan ke sup, makanan bayi, atau bakso buatan sendiri
    5.Sesuaikan jumlah air dengan ketinggian tempat tinggal Anda. Jika Anda tinggal di daerah dengan ketinggian 900 m di atas permukaan laut atau lebih, Anda mungkin menyadari nasi Anda terasa kurang matang. Jika ini terjadi, tambahkan 1/4-1/ 2 cangkir air lebih banyak untuk setiap satu cangkir beras (atau tambahkan 30-60 ml air per 240 ml beras). Tekanan udara yang lebih rendah pada tempat yang tinggi menyebabkan air mendidih pada suhu yang lebih rendah, sehingga beras perlu waktu yang lebih lama untuk dimasak. Semakin banyak air yang Anda tambahkan ke penanak nasi, semakin lama proses memasak akan berlangsung.
    • Periksa panduan penanak nasi atau hubungi produsennya jika Anda tidak dapat menemukan jumlah air yang benar. Jumlah yang diperlukan berbeda-beda sesuai ketinggian tempat tinggal Anda.

    6.Tentukan cara mengatasi air yang tersisa. Jika masih ada air yang tersisa dalam panci penanak nasi setelah nasi selesai dimasak, kemungkinan penanak nasi Anda rusak dan harus diganti yang baru. Untuk nasi yang terlanjur dimasak ini, buang airnya dan sajikan jika teksturnya bisa Anda nikmati. Namun, jika tidak, nyalakan kembali penanak nasi hingga airnya habis.

    7.Selesai.

    Tips

    • Gunakan sendok antilengket yang tidak akan menggores bagian dalam panci untuk mengaduk dan menggembungkan nasi setelah matang. Pilihan terbaik yang bisa Anda gunakan adalah centong plastik (yang biasanya tersedia dalam penanak nasi). Basahi centong terlebih dahulu dengan air dingin untuk mencegah nasi melekat (cara ini juga dapat digunakan untuk jari Anda).
    • Untuk pilihan yang lebih sehat, Anda boleh memasukkan beras cokelat ke dalam beras putih. Nasi cokelat hasilnya akan terasa lebih kenyal. Jika ingin menambahkan kacang-kacangan (kacang merah, kacang putih, dll.) rendam terlebih dahulu semalaman sebelum menambahkannya ke dalam nasi.
    • Penanak nasi mewah berteknologi tinggi akan memberikan hasil memasak yang lebih baik jika digunakan untuk memasak beras dalam jumlah sangat sedikit, karena dapat mendeteksi tingkat kematangannya dengan lebih akurat.

    Peringatan

    • Jangan mengisi penanak nasi terlalu penuh. Ini bisa membuat nasi meluap keluar dan mengotori dapur Anda. [6]
    • Jika penanak nasi tidak menghangatkan nasi secara otomatis setelah selesai memasak, segera sajikan, atau dinginkan di kulkas seluruhnya untuk menghindari keracunan makanan.[7]