Dikteksi lebih dini virus zika,penyebab ,pencegahan serta pengobatanya

Dikteksi  lebih dini virus zika,penyebab 

,pencegahan serta pengobatanya






Dikteksi  lebih dini virus zika,penyebab ,pencegahan serta pengobatanya  kita temukan  Pemerintah sebaiknya tak hanya mencegah masuknya virus zika dari negara lain, tetapi juga mendeteksi penyebaran virus itu di dalam negeri.sendiri  
Hal ini karena zika sudah ditemukan di Jambi akhir akhir ini  beberapa waktu lalu. Untuk itu, deteksi dini dengan cara memeriksa pasien demam di fasilitas kesehatan perlu dilakukan.

Secara teknologi ataupun sumber daya manusia, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,telah  memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan  virus zika. ini     kata Deputi Direktur Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo di Jakarta, Rabu (31/8),       "Kami siap jika diminta periksa zika,"menyikapi penyebaran viruszika di Singapura. Hingga kini 82 orang di Singapura dilaporkan terinfeksi virus zika. ini

Herawati menyarankan deteksi dini zika dilakukan secara luas  demi untuk mengetahui sebaran virus itu di Indonesia, terutama pada pasien  yang terserang demam. "zika sudah ditemukan di Indonesia," katanya

Keberadaan virus zika di Indonesia  memang pertama kali ditemukan Lembaga Eijkman saat memeriksa 261 sampel darah pasien demam dari Kota Jambi. Pada Desember 2014-April 2015 terjadi kejadian luar biasa  yaitu demam berdarah dengue (DBD) di Jambi. 

Dari total sampel yang diduga kena dengue itu, ada satu sampel positif terinfeksi virus zika. Menurut riwayat perjalanan pasien, ia tak pernah ke luar negeri atau daerah lain.

Peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman, Frilasita Yudhaputri, menambahkan, sejak menemukan virus zika di Jambi, Lembaga Eijkman bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi melaksanakan riset lanjutan. Belum ditemukan lagi virus zika. "Ada lebih dari 1.000 sampel," ujarnya.

Direktur khusus  Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan, virus zika yang ditemukan di Indonesia adalah tipe Asia. 

Virus zika yang menyebar di  negara Brasil merupakan virus zika tipe  berkelas Asia yang diduga bermutasi jadi ganas sehingga infeksi zika pada ibu hamil bisa menyebabkan anak yang dilahirkan mikrosefalus atau ukuran kepala bayi kecil.

Menurut Jane, penyebaran zika di Singapura berawal dari warga setempat yang baru kembali dari Brasil. Jadi, virus zika dari Brasil yang ganas itu kian dekat dengan Indonesia.

Infeksi zika tak menunjukkan  beberapa gejala khas, mirip gejala DBD. Gejala yang muncul, demam mendadak, ruam kemerahan di kulit, nyeri otot dan sendi, mata merah, pusing, serta lemas.

Upaya untuk pencegahan penyebaran zika sama dengan pencegahan DBD, yakni membasmi sarang nyamuk dengan menguras penyimpanan air dan mengubur atau menutup wadah yang bisa menampung air. Pengasapan efektif saat malam ketika angin tak kencang. "Hindari gigitan nyamuk," ucapnya.

Wajib diperiksa untuk mendikteksi virus zika

Di Batam, Kepulauan Riau, semua penumpang kapal dari Singapura menuju Kepulauan Riau wajib diperiksa. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran zika yang mewabah di Singapura.

Gubernur daerah Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan, petugas dinas kesehatan dan balai karantina memasang pemindai panas tubuh di pelabuhan. Setiap penumpang kapal dari Singapura wajib melewati pemindai itu.

Kepulauan Riau punya 10 pelabuhan yang tersebar di  wilayah Karimun, Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang, yang melayani pelayaran ke Singapura tiap hari. Ribuan orang hilir Mudik di pelabuhan-pelabuhan itu tiap hari.

Klinik di pelabuhan dan dekat pelabuhan diminta memeriksa penumpang terdeteksi demam. Pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penumpang demam biasa atau terinfeksi zika.

Di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah, ratusan penumpang pesawat yang tiba dari Singapura harus melalui alat desinfektan dan pemindai suhu tubuh. Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Priagung AB, itu untuk menapis penumpang dengan suhu badan lebih dari 38 derajat celsius, gejala infeksi zika.

Terkait ada informasi warga Indonesia terinfeksi zika di Singapura, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Singapura. "KBRI Singapura bekerja untuk mendapat konfirmasi, kami belum bisa konfirmasi," katanya.

Di Singapura, kasus zika yang terkonfirmasi, Selasa (30/8) melonjak menjadi 82 orang. Lebih dari 26 kasus zika terkonfirmasi 24 jam terakhir. Perempuan hamil pun disarankan menghindari perjalanan ke Singapura.

Kewaspadaan warga setempat pun meningkat. Gracia Veronica, desainer web Kompas yang berada di Singapura, mengatakan, dua hari terakhir, semua jendela di apartemen yang ia tempati, yang biasanya dibuka, ditutup rapat-rapat. Aktivitas keluar rumah juga dihindari.

Kementerian khusus  Kesehatan dan Badan Lingkungan Nasional Singapura, dalam pernyataan bersama, menyebut peringatan atau larangan bepergian ke Singapura bagi perempuan hamil. Itu menindaklanjuti berita penyebaran zika di luar kluster asli. Lima dari 26 kasus zika yang terkonfirmasi Selasa malam lalu di area Aljunied, tenggara Singapura.

Setelah Australia, Taiwan, dan Korea Selatan, kini Amerika Serikat mengeluarkan peringatan atau larangan bepergian ke Singapura bagi perempuan hamil. mengingat bahaya yang akan menimpanya

Dikteksi  lebih dini virus zika,penyebab 

,pencegahan serta pengobatanya




Penyebab Virus Zika yang harus kita ketahui


Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah.
Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.
Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.
Selain itu, telah terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika di antaranya 


Selain gejala umum yang telah disebutkan, di atas  gejala lain virus Zika yang ditemukan adalah timbul sakit kepala,nyeri di belakang mata, dan lelah. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.
Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, namun ada  kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terpapar virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Walaupun jarang, dapat terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan kematian.
Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal. sehingga akan tampak tidak normal saat si bayi lahir

Diagnosis  untuk Virus Zika itu sendiri

Melihat dari gejala yang menyerupai banyak penyakit lain, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang memiliki kasus infeksi virus Zika dapat membantu mempersempit diagnosis. Dokter mungkin akan menanyakan area, waktu, dan aktivitas saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut.
Dokter juga dapat melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selain melalui pengambilan darah yang biasanya dilakukan pada 1-3 hari setelah gejala muncul, urine dan air liur juga dapat  di gunakan menjadi bahan uji pada hari ketiga hingga hari kelima.

Pengobatan Virus Zika meliputi 




untuk Pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup. Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terkena dengue dapat dihilangkan.
Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika  ini diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

 pencegahan virus zika meliputi


Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:

  • Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur kita  jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang saat mau tidur
  • Gunakan serta manfaatkan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  • Bayi yang  telah berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Gunakan juga kelambu atau pelindung  pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  • Pelajari dan cermati juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Lakukan tes khusus  virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.
demikian uaksan kita menhenai   Dikteksi  lebih dini virus zika,penyebab ,pencegahan serta pengobatanya semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya dan semoga kita di pertemukan di lain kesempatan .kuti terus rtikel menrik lainya tentunya di situs yang sama ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »