Ini 5 cara mengenali gangguan kecemasan pada anak




Ini 5 cara mengenali gangguan kecemasan pada anak 

 Ini 5 cara mengenali gangguan kecemasan pada anak    kita tau bahwa anak adalah sesuatu yang berharga bagi keluarga kita akan tetapi bila anak ini menunjukkan sesuatu yang tidak wajar maka tugas orang tua  adalah mencari ssolusinya mengenai hal tersebut. Semua orang pernah mengalami rasa cemas dalam hidup. Dan sampai batas tertentu, perasaan itu sehat. Kecemasan dapat membantu kita untuk mengenali dan menghindari bahaya, atau mendorong kinerja untuk menyelesaikan tugas penting.
Namun, ketika perasaan cemas mulai mengganggu rutinitas sehari-hari, saat itulah perasaan cemas menjadi masalah. Contohnya saja, membuat kita sulit tidur karena memikirkan sesuatu, sulit fokus dalam bekerja karena stres, dan lainnya.
tapi ingat Meskipun  demikian gangguan kecemasan mungkin tampak seperti emosi yang kompleks untuk orang dewasa, jumlah anak-anak yang didiagnosis mengalami kondisi ini pun bertambah. Bahkan, menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi (ADAA) di America, satu dari delapan anak menderita gangguan kecemasan.
tapi Sayangnya pada , gangguan ini bisa sangat sulit dideteksi karena orang tua tidak mengetahui gejalanya. Dan karena itu, sekitar 80% dari anak-anak dengan gangguan kecemasan tidak diobati.
Sehingga,yang di lakukan si  anak berjuang dengan gangguan kecemasannya sendiri dan berisiko menyebabkan anak tidak bisa merasakan kebahagiaan secara total.inilah dampak bila  masalah ini tidak kita cepat aatasi 
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil , bila anak menunjukkan beberapa gejala ini, ada bisa mengajaknya berkonsultasi pada profesional demi kesehatan mental yang baik.





oke yuk langsung saja kita ulas apa saja yang menjadi gejala atau tanda tanda anak kita sedang di landa kesemasan berikut ini
1. Bertanya banyak hal tentang masa depan si anak itu sendiri 
Anak-anak dengan gangguan kecemasan  ini sering khawatir tentang apa yang akan terjadi saat ingin melakukan sesuatu yang baru. Mereka seakan ingin mendapat kepastian dari orangtua, bahwa semua akan baik-baik saja.
  kata Dr Janine Domingues, seorang psikolog klinis Anxiety and Mood Disorders Center di Child Mind Institute di New York City.    "Anak-anak dalam kecemasan akan sering meminta dan mencari kepastian,"
2. Anak mudah tersinggung, agresif, dan tantrum tingkat tinggi
para pakar yang bernama  Dr Debra Kissen, direktur klinis di Light on Anxiety Treatment Center di Chicago, mengatakan bahwa anak-anak akan sering marah dan agresif, karena mereka berusaha untuk memproses emosi kompleks yang datang akibat gangguan kecemasan.
Dia juga mengatakan, anak-anak dengan gangguan kecemasan umumnya menunjukkan kesulitan untuk berkompromi dengan situasi sulit.
3. Si anak sering  mengeluh sakit kepala dan sakit perut
Meskipun gejala fisik tidak langsung terhubung pada kesehatan mental, ahli menunjukkan, bila anak sering mengeluh sakit kepala dan sakit perut, itu bisa menjadi tanda-tanda umum dari gangguan tersebut.
Reaksi fisik ini adalah respon dari tubuh anak terhadap perasaan bahaya yang datang, kata Dr. Domingues.
4. Anak sering memilih dudukdari pada bermain yang menyenangkan 
Gejala perilaku gangguan kecemasan yang perlu orangtua tanggapi ialah saat anak memilih untuk menghindar melakukan suatu kegiatan. Orangtua perlu mendekatkan hubungan emosi dengan anak, mengetahui apa ketakutan mereka, sehingga anak merasa nyaman.
“Namun, tak jarang orangtua justru memaksa anak dan parahnya melabeli anak dengan istilah “penakut”. Itu sangat berdampak buruk," kata Dr Domingues.
5. Kesulitan untuk mefokuskan sesuatu 
Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan kinerja yang buruk di sekolah sering dikaitkan dengan gangguan syaraf lain: Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Tapi, itu bisa menjadi tanda kecemasan, juga.
Seorang anak yang tak henti-hentinya khawatir tentang suatu hal, akan mengalami kesulitan untuk fokus pada apa pun. baik itu dalam belajar atau dalam tahap respon terhadap teman temanya



demikian ulasan kita mengenai  Ini 5 cara mengenali gangguan kecemasan pada anak  semoga artikel ini bermanfaat bagi para orang tua semuanya sehingga kita mampu mengawasi anak kita sejak dini mengenai hal hal yang bersifat tidak wajar pada dirinya

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »