Mngoreksi sejak dini 10 perilaku anak bila mengalami gangguan mental




Mngoreksi sejak dini  10 perilaku anak  bila mengalami gangguan mental




Mngoreksi sejak dini  10 perilaku anak  bila mengalami gangguan mental   Sebagai orangtua, kita sering mengkhawatirkan banyak hal terkait anak. Tetapi, bagaimana membedakan perilaku anak yang sebenarnya hal normal dalam perkembangan usianya dengan perilaku yang menunjukkan adanya gangguan emosional atau mental..pada kesempataan kita kali ini mari baagi paaraa orang tua semuanya kita belajar bersama sama  untuk bagaimana caraanya kita bisa  dan bergerak cepat untuk mengetahui apakah anak kita ini  berperilaku normal aataau tidak.sehingga nantinya saat pengobatanya kita juga ttidak mengalami keterlambatan dan ini semua nantinya biosa kita atasi sejak dini sebelum terlanjur parah



Mngoreksi sejak dini  10 perilaku anak  bila mengalami gangguan mental




yuk mari kita mulai Berikut adalah 10 hal dari perilaku anak yang sebaiknya tidak diabaikan orangtua. 

1- si anak Tak lagi main dengan teman-temannya seperti biasanya 

Bila anak Anda mendadak secara tiba tiba  tak bermain lagi dengan teman-temannya yang seperti biaasanya , itu bisa menunjukkan suatu  adanya masalah. Perilaku itu bisa menandakan adanya pertengkaran atau indikasi ada sesuatu pada mood anak. Apa pun penyebabnya, orangtua perlu mengajak anak berbicara.

2- si anak Terjaga sampai malam dan dirinya  merasa cemas

Jika si kecil tidak juga mau tidur sampai malam dan merasa cemas, sangat penting untuk membantu anak melawan kecemasannya. Ajak anak bicara untuk mengetahui apa penyebab rasa cemasnya dan beri dukungan untuk membuatnya lebih kuat.

3- Melukai diri sendiri secara sadar maupun tidak 

kita tau bahwa Ada berbagai bentuk perilaku melukai diri sendiri. Pada anak berusia lebih kecil mungkin mereka mencakar atau memukul diri sendiri. Anak praremaja dan remaja bisa mengiris kulitnya atau membakar. Jangan abaikan perilaku anak tersebut, walau Anda merasa itu tak serius. Apalagi jika anak juga menunjukkan gejala gangguan emosional lainnya seperti mengurung diri, tidak nafsu makan, dan sebagainya.

4- ketika marah si anak lari atau kabur dari rumah

Anak   biasanya di usia berapa pun sering bersikap impulsif dengan lari ke luar pintu saat marah. Perilaku ini sebaiknya tidak dianggap normal karena menunjukkan kurangnya mekanisme koping (kemampuan menyesuaikan diri atau bertahan dalam masalah). Sikap lari dari rumah juga akan membahayakan dirinya.

5- Tidak tidur malam meskipun sudah waktunya tidur

Bila selama ini si kecil tak ada masalah dengan tidurnya, lalu sekarang ia sering tidak bisa tidur di malam hari, itu adalah indikator adanya masalah. 

6- Tidak mau makan seperti biasanya

Seperti halnya tidur, nafsu makan juga indikator penting yang perlu kita ketahui perasaan emosional seseorang. Jika anak mendadak tidak mau makan, bukan hanya karena pilih-pilih makanan, cari tahu apa penyebabnya. Anak bisa tidak mau makan karena ia sedang stres, cemas, atau gangguan mood.

7- Penuh rahasia dan menunjukkan rasa penasaran perilakunya

Secara umum anak-anak, terutama remaja, memang tidak suka jika orangtuanya mencari tahu aktivitasnya di internet. Tetapi bila anak Anda sangat takut dan bereaksi berlebihan saat Anda mengecek gadgetnya, sebagai orangtua Anda perlu mewaspadainya.

8- Berkomentar aneh pada lawan bicaranya 

Terkadang anak-anak memang memberi komentar yang lucu dan di luar dugaan. Ada kalanya anak menanyakan pada orangtua mengapa ia dilahirkan. Pertanyaan itu mungkin hanya karena rasa ingin tahunya saja, tapi bisa juga menandakan adanya stres emosional yang dirasakannya. 

9- si nak menunjukkan Perilaku kasar dan agresif

Jangan abaikan perilaku anak yang menjadi kasar dan agresif. Hal itu dapat menunjukkan ketidakmampuannya menahan diri. Perilaku ini juga perlu diatasi sebelum anak mencapai dewasa.

10- si anak selalu Mengancam akan bunuh diri atau membunuh orang

Kapan pun  dan di mana pun anak mengancam akan melukai dirinya atau orang lain, ini adalah hal yang sangat serius dan tidak wajar . Mereka butuh bantuan terapis anak untuk membantunya melepaskan stres yang dihadapi si anak itu sendiri




demikian ulasan kita mengenai  Mngoreksi sejak dini  10 perilaku anak  bila mengalami gangguan mental semoga artikel ini bisa di ambil manfaatnya bagi paraa pembaca semuanya dan saya harap kita sebagai seorang tua hendaknya selaalu teliti dalam mengawasi anak kita 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »