Kenali 20 Jenis Pantangan Ini BILA Ibu Lagi Hamil Muda




      Kenali Jenis Pantangan Ini BILA  Ibu Lagi Hamil Muda



      Kenali Jenis Pantangan Ini BILA  Ibu Lagi Hamil Muda     Ibu hamil muda dianggap berada dalam kondisi rawan karena berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Pada trimester pertama kehamilan, ada banyak pantangan ibu hamil muda yang sebaiknya tidak diabaikan demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
      Kehamilan adalah hal yang personal bagi tiap ibu. Sehingga apa yang menjadi pantangan ibu hamil muda sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan masing-masing. Meski begitu, setidaknya seorang ibu harus 

      Kenali Jenis Pantangan Ini BILA  Ibu Lagi Hamil Muda





      memiliki panduan mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan di masa kehamilan, terutama di trimester pertama.

      1.  Makanan Mentah

      Makanan mentah yang berasal dari hewan dan sayuran memiliki resiko tinggi memicu gangguan kesehatan. Makanan dari ikan mentah seperti sushi, daging setengah mateng dan adonan kue yang masih mentah mengandung bakteri , virus , dan parasit yang lebih banyak sehingga mengganggu perkembangan janin anda. Apalagi jika diusia kandugan yang masih muda masih rentan terhadap keguguran. Sayuran mentah seperti kecambah mentah memiliki resiko bakteri yang lebih tinggi dibanding dengan sayuran lainnya. Ada baiknya anda mengkonsumsi makanan tersebut dengan memasak matang untuk menghindari resiko kesehatan. (Artikel lainnya: Makanan sehat ibu hamil muda)

      2.  Ikan dengan Kandungan Merkuri

      Umumnya ikan laut memang sangat bagus untuk kesehatan, termasuk kesehatan janin anda. Akan tetapi anda harus selektif karena jenis ikan yang mengandung merkuri tidak baik bagi janin anda. Ikan yang mengandung jenis merkuri tinggi adalah ikan mackerel, ikan todak, tilefish dikhawatirkan kandungan merkuri nya kan menggaggu perkembangan otak dan sistem saraf janin.

      3. Makanan Pemicu Alergi

      Apabila anda, pasangan atau anak yang lainnya memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, maka risiko alergi memungkinkan dialami oleh janin yang anda kandung. Menghindari jenis makanan pemicu alergi seperti misalkan kacang atau produk olahannya, baik ketika hamil atau menyusui dapat menurunkan risiko alergi pada anak.

      4.  Minuman Beralkohol

      Minuman beralkohol akan menghambat asupan nutrisi bagi janin anda selain itu oksigen yang dibutuhkan janin akan tersendat. Alkohol berpengaruh pada kemampuan otak janin sehingga untuk anda yang mengkonsumsi alkohol ketika mengandung beresiko tinggi dalam beberapa gangguan bayi saat lahir termasuk IQ dan gangguan fisik.

      5.  Kafein

      Banyak penelitian yang menghubungkan antara kafein dengan kehamilan. Pada keadaan normal tidak mengandung kafein memang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih setiap harinya begitu juga dengan kehamilan karena kandungan kafein yang terdapat di dalam secangkir kopi, minuman supleman akan mengakibatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah bahkan dalam kasus yang parah akan mengakibatkan kematian saat lahir.

      6.  Kalori yang berlebih

      Ketika anda sedang mengandung memang membutuhkan tambahan kalori akan tetapi dalam jumlah yang cukup dalam porsi yang tepat. Hal ini untuk menghindari masalah obesitas bagi anda yang sedang hamil. Ibu hamil yang mengalami obesitas sebelum dan karena kehamilan maka akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan tinggi atau terkena resiko diabetes. Akan tetapi bukan berarti anda dapat menurunkan berat badan pada masa kehamilan yang menghambat nutrisi untuk janin.

      7. Memakai baju ketat

      Menggunakan baju hangat akan meningkatkan resiko apalagi di bagian perut yang akan mengganggu perkembangan janin. Bagi anda yang ingin modis banyak baju hamil yang dapat anda pilih yang harus anda ketahui adalah baju tersebut tidak memiliki karet dibagian perut. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anda dan janin.

      8.  Merokok

      Kebiasaan merokok yang tetap dilakukan selama masa kehamilan akan menyebabkan bayi terlahir dengan keadaan berat lahir rendah. Keadaan seperti ini tidak baik untuk bayi karena dapat menyebabkan anak tidak mampu belajar di masa depan. Tidak hanya itu, anak anda dapat kecanduan nikotin, bahkan ia akan cenderung merokok ketika usianya masih dini.

      9.  Susu yang Tidak Dipasteurisasi

      Susu mentah belum dipasteurisasi tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Pasteurisasi yang dilakukan bertujuan untuk membasmi bakteri jahat dengan menggunakan suhu panas. Apabila anda akan mengkonsumsi susu atau produk olahannya, anda harus lebih teliti dan hati-hati. Perhatikan kemasannya, apakah sudah melalui proses pasteurisasi atau belum. Susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria yang akan meningkatkan risiko keguguran dan penyakit serius.

      10.  Membersihkan Kotoran Kucing

      Kotoran kucing dapat menjadi habitat untuk parasit yang berbahaya bagi ibu hamil. Infeksi parasit dapat menimbulkan gejala yang mungkin awalnya tidak disadari dan dirasakan oleh ibu. Akan tetapi, kemungkinan ibu hamil dapat mengalami keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Namun, jika bayi dapat lahir dengan keadaan selamat, infeksi parasit akan membuat bayi kejang atau mengalami penyakit kejiwaan


      11.  Berendam Dalam Air Panas atau Sauna
      Selama kehamilan sebaiknya ibu menghindari ruangan atau lingkungan bersuhu panas. Berdasarkan penelitian, risiko keguguran yang dialami oleh ibu akan meningkat menjadi dua kali lipat apabila ibu berendam dalam air panas atau melakukan sauna pada usia kehamilan 3 bulan pertama.

      12.  Mengkonsumsi Obat Tanpa Adanya Petunjuk Dari Dokter

      Selama kehamilan ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Pasalnya, obat yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa masuk ke dalam plasenta dan sirkulasi janin dalam kandungan. Bahkan beberapa jenis obat diketahui dapat  di sekresi melalui air susu ibu (ASI), akibatnya kadar di dalam sirkulasi tubuh bayi akan sama dengan kadar dalam tubuh ibu. Dimana dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan bahaya untuk bayi.
      Beberapa jenis obat tertentu dapat dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan atau selama masa menyusui jika memang terbukti aman, aman untuk ibu yang sedang mengandung atau untuk janin yang sedang  dikandung. Akan tetapi, jenis obat yang berbahaya dapat mempengaruhi ibu hamil dan janin yang dikandung. Tidak semua ibu mengetahui mana obat yang dapat dikonsumsi dan obat yang tidak boleh dikonsumsi. Sehingga tidak sedikit ibu yang mengkonsumsi obat sembarangan bahkan tanpa adanya petunjuk dari dokter. Karena seperti itu, sebelum mengkonsumsi jenis obat tertentu atau obat tradisional seperti jamu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya. Jangan gampang percaya pada orang yang memberikan pendapat, karena tidak semua orang mengetahuinya dengan pasti.

      13.  Menggunakan Sepatu Hak Tinggi

      Sepatu hak tinggi merupakan sepatu yang digemari oleh kalangan wanita karena membuat tubuh terlihat tinggi dan indah semampai. Namun, selama masa kehamilan sepatu hak tinggi penggunaannya tidak disarankan. Pasalnya, penggunaan sepatu hak tinggi selama masa kehamilan akan menyebabkan otot-otot yang terdapat di daerah pinggang mengalami peregangan. Karena seperti itu, ibu hamil dapat mengeluh pegal-pegal dan sakit pada daerah pinggangnya. Keadaan seperti ini disebabkan karena selama masa kehamilan wanita akan mengalami perubahan sumbu tubuh. Tubuh akan lebih condong ke arah depan dan ibu hamil akan berusaha untuk menegakan tubuhnya ke belakang, caranya yaitu dengan meregangkan otot-otot punggung dan pinggang.  Sehingga apabila ibu hamil tetap menggunakan sepatu dengan hak tinggi, maka peregangan otot akan semakin  bertambah di daerah punggung dan pinggang yang disebabkan karena beban ibu semakin bertambah, baik dari kandungannya atau sepatu hak tinggi yang ibu gunakan. Sehingga akibatnya keadaan ini akan membuat pinggang dan punggung ibu mengalami pegal dan kesakitan. 
      Sepatu hak tinggi yang digunakan selama kehamilan pun dapat mengganggu keseimbangan tubuh ibu, terlebih lagi apabila kehamilan semakin membesar. Bahkan penggunaan sepatu hak tinggi akan meningkatkan risiko ibu terjatuh dan tentunya akan sangat berbahaya untuk ibu dan janin yang dikandung. Jika ibu terjatuh, akibatnya ibu dan kehamilan bisa mengalami trauma. Bahkan akibat lebih buruk yang dapat ibu alami yaitu mengalami keguguran atau cacat janin. Untuk itulah, hindari memakai sepatu hak tinggi selama kehamilan demi kenyamanan dan keselamatan ibu hamil, serta janin yang dikandung.

      14.  Memakai Obat Anti Nyamuk

      Obat anti nyamuk dianggap paling efektif untuk mencegah nyamuk menggigit. Namun, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan tidak dibenarkan. Pasalnya, di dalam obat anti nyamuk terkandung bahan kimia aktif dan termasuk dalam golongan pestisida. Zat kimia ini akan menimbulkan efek samping, salah satunya yaitu dapat memicu terjadinya kerusakan saraf. Bahkan obat nyamuk yang disemprot mengandung minyak tanah yang akan memicu terjadinya kerusakan ginjal janin yang dikandung. Sedangkan untuk obat nyamuk dalam bentuk lotion yang dioles pada kulit mengandung korosif. Dimana korosif tersebut dapat diserap oleh kulit dan menjadi racun dalam tubuh. 
      Mengetahui seperti itu, penggunaan obat nyamuk selama masa kehamilan, baik itu obat nyamuk bakar, listrik, semprot, lotion sangat tidak disarankan digunakan selama masa kehamilan.
      Untuk menghindari gigitan nyamuk, ibu hamil dapat memanfaatkan kelambu di tempat tidur atau memasang kasa di setiap ventilasi rumah. Agar lebih aman, ibu dapat menggunakan minyak kayu putih sebagai obat anti nyamuk.

      15.  Melakukan Diet Selama Kehamilan

      Diet tidak disarankan dilakukan selama kehamilan. Selain membahayakan ibu hamil, diet yang dilakukan selama kehamilan dapat membahayakan janin yang dikandung. Ketika ibu melakukan diet selama masa kehamilan, maka akibatnya akan kekurangan vitamin, mineral dan zat lainnya yang diperlukan selama masa kehamilan. Keadaan perut ibu akan semakin membesar selama masa kehamilan. Karena seperti itu, diet yang dilakukan tidak ada gunanya sama sekali, justru hanya akan membahayakan.

      16. Melewati Jalan Jelek

      Selama ini beredar anggapan bahwa ibu yang sedang hamil dilarang mengendarai mobil atau sepeda motor karena akan mempengaruhi kehamilan. Anggapan tersebut tidak benar, karena yang tidak boleh dilakukan ibu hamil bukan mengendarai sepeda motor atau mobil, akan tetapi tidak boleh mengendarainya dengan melewati jalan yang jelek. Pasalnya, akan menyebabkan terjadinya guncangan pada kehamilan itu sendiri. Apabila ibu hamil terlalu sering mengalami guncangan, maka akibatnya akan menimbulkan trauma pada kehamilan. Selain itu, akan mengakibatkan otot punggung, pinggang, paha dan perut ibu hamil mengalami peregangan sehingga efeknya ibu hamil akan mudah sekali mengalami kelelahan. 
      Jika ibu terpaksa harus melalui jalan yang jelek, maka mengurangi kecepatan dapat dilakukan atau mencari jalan yang lebih baik merupakan pilihan yang tepat. Jika kehamilan ibu semakin membesar atau ketika usia kehamilan 7 bulan ke atas sebaiknya ibu tidak mengendarai mobil, ketika perut ibu semakin membesar dikhawatirkan dapat mengganggu ketika ibu mengendarai steer, akibatnya ibu merasa tidak nyaman.

      17.  Melakukan Perawatan Rambut Kimiawi

      • Selama kehamilan, sebaiknya ibu menghindari perawatan rambut kimiawi seperti melakukan rebonding, mengkriting rambut atau merubah warna rambut dengan menggunakan cat rambut. Pasalnya, bahan kimia yang terkandung dalam produk perawatan rambut tersebut dapat masuk ke dalam pori-pori kulit kepala, kemudian masuk ke dalam aliran darah ibu dan akan sangat berbahaya untuk janin yang dikandung. Sehingga akibatnya dapat meningkatkan risiko janin lahir dengan kondisi cacat.
      • Selain itu, penggunaan cream hair removers sebaiknya dihindari selama kehamilan. Cream hair removers mengandung bahan kimia yang mudah diserap oleh kulit, yang mana akan membahayakan janin dalam kandungan.

      18.  Perawatan Kulit

      • Lotion dan pembersih kulit yang di dalamnya terkandung asam salisilat sebaiknya dihindari selama masa kehamilan berlangsung. Pasalnya, jika ibu menggunakan dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan cacat janin.
      • Tabir surya dengan perlindungan kimia yang mengandung avobenzone dan oksibenzon akan mudah diserap oleh kulit. Penggunaan produk perawatan ini dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan sehingga ibu hamil harus menghindari penggunaannya.
      • Produk pemutih kulit dengan kandungan hydroquinone. Bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi enzim yang terdapat dalam tubuh, serta akan menahan bahan alami yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungan. Selain itu, produk pemutih yang mengandung bahan sintetis harus dihindari karena dapat membuat ibu mengalami alergi.
      • Produk perawatan kulit yang mengandung parabens. Berdasarkan penelitian senyawa ini dapat menyebabkan terganggunya sistem reproduksi bayi laki-laki.

      19.  Obat Jerawat

      • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung Retinol A memiliki fungsi untuk mengelupaskan kulit yang sudah mati. Perlu diketahui, penggunaan jenis obat jerawat ini dalam dosis yang tinggi dapat menyebabkan perkembangan bayi menjadi terhambat.
      • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung Benzoil Peroksida. Obat jerawat ini masuk ke dalam kategori C. Penelitian mengenai obat jerawat ini telah dilakukan pada hewan, yang hasilnya dapat menimbulkan efek buruk pada janin. Meskipun begitu belum ada studi yang terkontrol pada wanita.
      • Obat jerawat yang mengandung hidrokortison dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan cacat, bahkan janin dalam kandungan dapat mengalami keracunan.
      • Obat jerawat yang di dalamnya terkandung accutane. Penggunaan obat jerawat ini dilakukan dengan cara oral. Sebaiknya hindari penggunaan obat ini selama masa kehamilan karena dapat menyebabkan bayi lahir dengan keadaan cacat atau meningkatkan risiko janin lahir cacat.
      • Obat jerawat yang digunakan untuk perawatan wajah yang di dalamnya mengandung salicylic acid dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada ibu hamil.

      20.  Menikur Pedikur

      • Kuku yang cantik dan indah merupakan dambaan setiap wanita. Untuk mendapatkan kuku seperti itu wanita rela melakukan berbagai perawatan, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Perawatan yang dapat dilakukan untuk memperindah dan mempercantik kuku yaitu dengan melakukan menikur dan pedikur. Namun, selama masa kehamilan menikur dan pedikur sebaiknya dihindari. Dalam cat kuku tertentu terkandung phathalates. Dimana bahan kimia tersebut dapat menimbulkan permasalahan pada sistem reproduksi.
      • Basecoat, top coat dan aseton merupakan bahan cat kuku yang jika terhirup akan mempengaruhi kehamilan. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa banyak terjadi gangguan kesehatan kehamilan, seperti misalkan bayi lahir cacat atau meninggal yang dialami oleh para pekerja salon yang bekerja ketika mereka sedang hamil.

      Merokok dan Mengonsumsi Minuman Keras

      Risiko bayi lahir prematur, keguguran, hambatan pertumbuhan janin, dan gangguan plasenta akan meningkat pada wanita perokok. Meski tidak merokok, sebaiknya hindari diri dari paparan asap rokok, dalam hal ini hindari menjadi perokok pasif. Asap rokok yang terhirup ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.
      Selain itu, tiga bulan pertama masa hamil adalah periode rawan bagi seorang ibu hamil terkait dengan minuman yang dikonsumsi. Hindari minuman keras karena dapat meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil.


      Mengonsumsi Makanan dan Minuman Berkafein 

      Dua cangkir kopi instan atau setara dengan 200mg kafein per hari merupakan batas maksimal yang dapat dikonsumsi oleh seorang ibu hamil. Namun, bila Anda meminum jenis brewed coffee, hanya dapat secangkir dalam sehari. Selain kopi, waspadai juga kandungan kafein di dalam cokelat, minuman berenergi, minuman soda, dan teh. Mengonsumsi kafein lebih dari 200mg dalam sehari dapat meningkatkan risiko keguguran.


      Mengonsumsi Sembarang Obat 

      Obat bebas yang biasa dikonsumsi saat tidak hamil dapat menjadi berbahaya jika dikonsumsi saat hamil. Periksakan obat yang akan dikonsumsi agar tidak  membahayakan janin.


      Mengonsumsi Makanan dalam Porsi Besar dengan Terburu-buru
       
      Naiknya kadar estrogen dan progesteron di dalam tubuh ibu hamil muda membuat mereka lebih sensitif terhadap bau-bauan tertentu, seperti aroma parfum, asap rokok, ataupun bau masakan. Aroma-aroma ini sering menjadi penyebab ibu hamil untuk merasa mual dan muntah, terutama di awal kehamilan. Penyebab lain bisa berasal dari hormon kehamilan yang mengendurkan katup antara kerongkongan dan lambung  sehingga dapat menyebabkan asam lambung naik dan memicu nyeri ulu hati. Oleh karena itu, makan terburu-buru menjadi salah satu pantangan ibu hamil.
      Sebaliknya, ibu hamil muda dapat mengonsumsi makanannya dalam porsi lebih kecil, tetapi lakukan lebih sering. Sebaiknya hindari mengonsumsi minuman bersoda, buah atau jus jeruk, gorengan, dan makanan pedas. Mengonsumsi teh jahe dapat membantu sebagian wanita. Namun, diskusikan pada dokter Anda sebelum mengonsumsinya.


      Bertahan Mengenakan Bra Biasa

      Perubahan hormon setelah kehamilan turut menyebabkan perubahan pada tubuh ibu hamil, termasuk payudara yang menjadi lebih sensitif, bengkak, ataupun nyeri. Payudara biasanya menjadi terasa penuh dan berat sehingga Anda mungkin memerlukan bra khusus ibu hamil yang lebih kokoh menyangga payudara dan tidak menimbulkan rasa sakit.


      Membiarkan Diri Dikuasai oleh Fluktuasi Emosi

      Hamil muda, terutama jika ini merupakan kehamilan pertama, membuat wanita sering merasa emosional. Begitu juga jika Anda pernah mengalami keguguran. Meski begitu, jangan sampai perubahan mood yang tiba-tiba terus menguasai dan membuat Anda merasa tertekan. Rawat diri dan minta bantuan suami atau kerabat untuk membantu memenuhi kebutuhan yang tidak sanggup Anda penuhi sendiri.


      Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat

      Lebih dari setengah wanita hamil mengalami lapar terus-menerus lebih dari biasanya. Tidak apa-apa untuk memakan camilan selama yang Anda konsumsi adalah camilan sehat berkalori rendah dan bukan camilan berlemak tanpa nutrisi. Selain itu, saat hamil, sistem pencernaan cenderung melambat sehingga dapat berujung kepada kondisi konstipasi.
      Selama kehamilan, tingginya kadar hormon progesteron menyebabkan kontraksi otot yang memindahkan makanan melalui usus menjadi lebih lambat. Oleh karenanya, kecukupan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, serta air mineral untuk memenuhi kebutuhan serat tubuh tidak boleh terabaikan. Pola makan sehat adalah cara agar janin Anda mendapat nutrisi yang dibutuhkannya. Namun pada masa kehamilan, terutama trimester pertama, hindari makanan yang berisiko mengandung bakteri, parasit, atau racun, seperti telur setengah matang, keju, hati, ikan mentah, dan susu yang tidak terpasteurisasi.


      Tidak Mengenakan Pantyliner

      Keputihan saat hamil adalah hal yang wajar. Leukorea atau cairan berwarna putih susu, umumnya tertinggal sebagai bercak di dalam celana dalam. Kenakan pantyliner jika memang membuat Anda lebih nyaman. Periksakan diri ke dokter jika cairan berubah warna menjadi hijau atau kuning, berbau, ataupun dalam jumlah terlalu banyak.
      Hal-hal lain seperti berhubungan seksual dan berolahraga kadang-kadang dianggap menjadi pantangan ibu hamil muda. Padahal keduanya tetap bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh dan kemesraan dengan pasangan. Jika tidak ada komplikasi khusus, berhubungan seks di masa awal kehamilan tidak dilarang.

      mungkin itu saja ulasan kita kali ini mengenai   Kenali Jenis Pantangan Ini BILA  Ibu Lagi Hamil Muda  semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya dan mudah mudahan kita di pertemukan di lain kesempayan dengan judul postingan yangb berbeda



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »