Cepat Kenali Alergi PADA Bayi Serta Cara Mengatasinya.





Cepat Kenali Alergi  PADA Bayi Serta Cara Mengatasinya.



Cepat Kenali Alergi  PADA Bayi Serta Cara Mengatasinya.  Banyak orangtua yang belum sepenuhnya paham dengan alergi yang dialami oleh anak mereka. Padahal, alergi adalah salah satu gangguan imunitas yang umum diderita oleh manusia di seluruh dunia.

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan alergi? Secara umum alergi adalah suatu reaksi kekebalan yang menyimpang/berubah dari normal dan dapat menimbulkan gejala merugikan tubuh*

Tahukah anda bahwa asal kata alergi adalah Allos, dari bahasa Yunani, yang artinya lain atau berbeda, serta Argon yang berarti reaksi. Jadi alergi dapat disimpulkan sebagai reaksi tubuh yang tidak biasa. Alergi atau hipersensitivitas ini terjadi akibat tubuh memberi reaksi secara berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan yang dianggap asing dan berbahaya*


Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Alergi Pada Bayi?
Faktor genetik sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi, namun faktor lain tidak kalah penting. Faktor lain yang sering menjadi penyebab terjadinya alergi pada bayi adalah makanan dan lingkungan. Alergi karena lingkungan sendiri lebih jarang ditemui dibandingkan alergi yang disebabkan oleh makanan.

Beberapa makanan yang paling sering menyebabkan alergi antara lain kacang, susu, telur, kerang, dan ikan. Sementara itu, alergi yang disebabkan oleh lingkungan, biasa terjadi saat anak menginjak usia 18 bulan. Pada usia itu, balita bisa menunjukkan alergi terhadap benda-benda yang ada di dalam maupun di luar ruangan. Beberapa hal yang menjadi penyebab alergi pada bayi adalah serbuk sari, debu tungau, bulu hewan, jamur, dan kecoak.

Ada juga beberapa penyebab alergi lain yang bisa menimpa bayi. Misalnya saja gigitan serangga yang bisa menyebabkan kulit membengkak, gatal, dan memerah. Lalu ada obat-obatan dan bahan kimia tertentu, seperti detergen yang bisa menyebabkan alergi pada bayi juga.

 Ciri – Ciri Alergi Pada Bayi
  • Sesak saat bayi baru lahir. Bayi merasa pernapasannya sesak sesaat setelah lahir. Hal ini terjadi hingga usia 3 hari dan membaik setelah 7-10 hari. Biasanya disertai dengan pembesaran kelenjar thymus.
  • Mulut hipersensitif. Timbul bercak putih yang sulit dibedakan dengan jamur dan terkadang bercak tersebut timbul bersamaan dengan infeksi jamur. Bibir tampak mongering dan pada beberapa bayi bibir tengah berwarna lebih gelap. Air liur bayi berlebih, bayi sering menjulurkan lidah keluar dan sering menyemburkan air liurnya.
  • Hidung sensitive. Sering bersin, kotoran hidung banyak, hidung buntu sehingga jika minum ASI hanya pada satu sisi payudara dan sering tersedak saat minum ASI. Ada beberapa teknik pemberian ASI agar bayi bunda tidak mudah tersedak dan cegukan,
  • Mata sensitive. Mata sering berair dan belekan.
  • Kulit sensitive. Kulit bayi sering timbul ruam atau bintik kemerahan terutama pada pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Adanya bekas hitam seperti bekas gigitan nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal. Kotoran telinga berlebihan dan terkadang sedikit berbau.
  • Timbul kuning pada permukaan kulit. Warna kuning yang timbul berkepanjangan pada kulit bayi bisa diidentifikasikan sebagai gangguan saluran pencernaan dengan keluhan obstipasi dan konstipasi.
  • Gangguan saluran cerna. Adanya gangguan saluran cerna ditandai dengan sering muntah atau gumoh, kembung, cegukan, sering buang angin, sering gelisah atau kolik terutama pada malam hari, dan sering terlihat seperti “ngeden”.
  • Aktivitas motorik berlebihan. Selain gejala di atas, biasanya bayi yang memiliki alergi akan disertai dengan gangguan pada aktivitas motoriknya. Ciri bayi yang mempunyai gangguan motorik diantaranya mudah bosan terhadap mainan dan ruangan yang sempit. Mata bayi sering melihat ke atas, tangan dan kaki bergerak berlebihan.

 tanda alergi berat (anafilaksis) pada si Kecil yang perlu anda kenali agar tetap waspada :

    Muncul gatal-gatal atau kemerahan di seluruh tubuh si Kecil
    Muncul sesak yang disertai napas berbunyi
    Bibir hingga wajah membengkak
    Bibir kebiruan dengan napas memburu
    Suara serak atau hilang terjadi secara mendadak
    Sulit menelan akibat pembengkakan saluran tenggorokan
    Sakit perut, mual, hingga muntah-muntah
    Dilanjutkan dengan kaki dan tangan si Kecil yang dingin hingga penurunan 
kesadaran. Hal ini dapat terjadi baik pada si Kecil yang memiliki riwayat alergi sebelumnya maupun tidak.





Yang harus segera anda lakukan bila hal tersebut terjadi adalah :
  • Awasi jalan napas si Kecil, hindari dari kemungkinan tersedak. Hindari benda-benda yang mungkin membuat tersedak, lalu miringkan posisi si Kecil.
  • Perhatikan pola pernapasannya, apakah si Kecil tampak sesak? Cari posisi yang sesuai untuk mengurangi sesak yang dirasakan si Kecil.
  • Rabalah nadi atau ujung jari kaki dan tangan si Kecil, apakah terasa dingin? Bila ya, hangatkan segera dengan menutupi dengan selimut atau kantung air hangat.
Jika anda mencurigai adanya reaksi anafilaksis, anda dapat memberikan adrenalin autoinject yaitu obat adrenalin sekali pakai yang disuntikkan ke otot yang tersedia di apotik. Segera bawa si Kecil ke dokter atau unit gawat darurat untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

 Langkah-langkah Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi

Faktor penyebab alergi pada bayi salah satunya yaitu faktor genetik atau keturunan. Jika keluarga Anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu maka kemungkinan besar bayi akan terkena alergi. Dalam hal ini Anda harus lebih selektif untuk memilih makanan dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga tidak mengurangi asupan nutrisi untuk si kecil.

Adapun cara mengatasi alergi pada bayi yaitu sebagai berikut:
  • Langkah pertama untuk mencegah alergi pada bayi yaitu memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan. Hal ini karena pada usia dibawah 6 bulan bayi sangat rentan terhadap alergi sebab sistem imun bayi masih lemah.
  • Selama program menyusui, Anda harus lebih selektif dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Hindari jenis makanan yang kemungkinan akan menyebabkan alergi pada bayi.
  • Saat memasuki tahap pemberian MPASI, perkenalkan satu persatu makanan padat secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk menghindari resiko alergi dan mengetahui jenis makanan mana yang aman dan menjadi penyebab alergi.
  • Jika keluarga Anda alergi terhadap selai kacang atau makanan berbahan dasar kacang, sebaiknya hindari makanan ktersebut ketika mengenalkan MPASI.
  • Jauhkan bayi dari jangkauan dari bahan yang bisa menyebabkan alergi seperti asap rokok, debu ataupun binatang peliharaan.
Jika bayi Anda alergi terhadap susu sapi maka cara mengobati alergi tersebut yaitu dengan menggantinya oleh susu kedelai. Namun yang perlu diingat yaitu pemberian susu formula sebaiknya setelah bayi berusia diatas 6 bulan. Pemberian ASI secara ekslusif sangat efektip untuk meningkatkan sistem imun si kecil.
Jika alergi makanan menyebabkan si kecil diare maka cara mengobatinya yaitu dengan tetap memberikan ASI. Cara ini dilakukan untuk mencegah si kecil kekurangan cairan dan sebagai antiseptik alami yang akan meredakan diare.
 
Jika keluarga anda pernah terkena alergi, mungkin anda perlu mengurangi jenis makanan tertentu untuk bayi anda. Hal ini tentu saja dapat menghilangkan banyak nutrisi dari makanannya. Berkonsultasilah dulu dengan dokter anak yang akan memberi nasihat tentang jenis nutrisi yang dibutuhkan bayi anda selama masa penyapihan.
Mencegah Alergi


Langkah-langkah berikut membantu mecegah bayi alergi:
  • Masa bahaya terhadap kepekaan adalah empat sampai enam bulan pertama, jadi tundalah penyapihan dan teruskan memberi ASI atau susu formula selama masa ini. Bayi anda akan mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan dari ASI atau susu formula sampai usianya enam bulan.
  • Selama memberi ASI anda pun harus berhati-hati terhadap makanan yang berpotensi menimbulkan alergi, untuk menghindarkan bayi dari alergi melalui ASI.
  • Perkenalkan bayi pada makanan padat satu demi satu. Beri jarak waktu beberapa hari untik setiap jenis makanan baru agar anda dapat mengeceknya bila suatu reaksi alergi.
  • Jika aleri mengenai keluarga anda, perhatikan saat pengenalan selai kacang dan makanan lain dari kacang.
  • Hindari bayi dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi, seperti asap, rokok, debu ruam, sebuk sari, dan binatang piaraan.

Formula Khusus

Jika bayi anda alergi terhadap susu sapi dan anda tidak dapat memberinya ASI, coba gunakan susu bayi dari kacang kedelai. Susu ini juga diberikan pada bayi yang tidak tahan terhadap laktosa. Sayangnya, kedelai sendiri jadi pencetus alergi. Selama masa penyapihan, susu kacang kedelai dapat diberikan sebagai minuman dalam cangkir.
  • Susu formula dari kacang kedelai mengandung gula bukan dari susu. Waspadalah kesehatan gigi bayi dan jangan berikan susu dalam botol setelah usianya satu tahun. Hindari pemberian susu formula diantara waktu makan dan waktu tidur.
  • Susu kedelai biasanya (bukan susu kedelai bayi), tidak boleh diberikan pada bayi yang sedang disapih karena tidak mengandung cukup kalori, vitamin, dan kalsium
  • Ada pula susu bayi yang menggunakan protein susu sapi yang telah dimodifikasi secara khusus untuk bayi yang punya kecenderungan alergi
  • Susu domba atau kambing terkadang dianggap kurang menimbulkan alergi. Namun belum ada bukti ilmiah tentang hal ini. Dalam keadaan apapun, sebaiknya jangan berikan susu ini pada bayi di bawah usia satu tahun karena susu ini tidak mengandung cukup nutrisi penting seperti Vitamin A, D, asam folat dan zat besi
mungkin itu dulu ulasan kita mengenai  Cepat Kenali Alergi  PADA Bayi Serta Cara Mengatasinya. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semuanya dan ssaya ucapkan banyak terimakasih atas kunjunaganya semoga kita di pertemukan di lain kesempatan dengan judul postingan yang berbeda



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »