bahaya asam lambung gejala obat serta makanan penyebab asam lambung

bahaya asam lambung gejala obat serta makanan penyebab asam lambung




Setelah kepergian presenter Andri Jarot, kini Tanah Air kembali berduka. Aktor lawas Didi Widiatmoko atau dikenal dengan Didi Petet meninggal diduga karena penyakit asam lambung.

Menanggapi perihal tersebut, ahli penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, penyakit akibat asam lambung tidak bisa dianggap remeh.

"Asam lambung atau Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD) sebenarnya termasuk penyakit kronis. Jika penyakit berlanjut memang bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru," katanya melalui pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/5/2015).

Ari menerangkan, bila dirinya sempat melakukan penelitian tahun lalu. "Kami dapatkan 6 % masyarakat yang menjadi responden kemungkinan menderita GERD, kondisi medis yang terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik sehingga menyebabkan  luka pada dinding dalam kerongkongan. Awalnya hanya perlukaan, namun luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah."
GERD juga dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan menyebabkan terjadinya penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra kanker. Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi (erosi dental), tenggorokan (faringitis kronis), sinus (sinusitis), pita suara (laringitis), saluran pernafasan bawah (asma) bahkan sampai paru-paru (Fibrosis Paru Idiopatik) .

Penyakit GERD sebenarnya bisa dideteksi dengan menggunakan kuesioner GERD. Total skor yang didapat dari kuisioner bisa menjadi acuan dugaan bahwa seseorang tersebut menderita GERD atau tidak.

KUesioner GERD sendiri terdiri dari  6 pertanyaan. Dua pertanyaan pertama merupakan pertanyaan positif adanya GERD yaitu panas dada seperti terbakar (heart burn) dan adanya sesuatu yang balik arah (regurgitasi). Sedang pertanyaan negatif adalah adanya nyeri ulu hati dan mual. Sedangkan dua pertanyaan terakhir dari kuesioner ini adalah gangguan tidur dan obat yang diberikan untuk mengatasi keluhan tersebut. Poin didasarkan dari frekuensi kejadian dari pertanyaan yang ada setiap harinya dalam 1 minggu.
"Dari hasil survei yang kami lakukan melalui media sosial sampai dengan bulan Mei 2015 ini, dari 1200 sample dengan menggunakan kuesioner GERD (GERD-Q) ternyata kami dapat data lebih dari 50 persen responden kemungkinan mengalami GERD," katanya.



Bahaya Asam Lambung Jika Dibiarkan Terus-menerus

 

Gigi rusak
Asam lambung dan cairan lambung yang naik ke esofagus dan mulut,dapat mengikis enamel (email) gigi atau lapisan luar gigi yang keras. Akibatnya, gigi pun menjadi rusak. Biasanya orang-orang tidak menyadari kerusakan gigi yang dialami sampai akhirnya mencapai stadium lanjut.
Masalah pernapasan
Asam lambung juga bisa memperparah penyakit asma atau pneumonia hingga menyebabkan sesak napas dan kesulitan bernapas. Hal ini terjadi bila asam lambung yang naik tidak sengaja tersedot saat bernapas.
Radang pada kerongkongan
Ketika memasuki kerongkongan, bahaya asam lambung yang naik ke atas bisa menyebabkan esofagitis (cairan asam lambung mengiritasi lapisan esofagus hingga membengkak dan terasa sakit saat menelan), menimbulkan peradangan bahkan hingga borok atau luka di kerongkongan, dan striktur esofagus (penyempitan kerongkongan).
Esofagus Barrett
Jika tidak diobati selama bertahun-tahun, asam lambung yang terus naik dapat menyebabkan esofagus Barret. Bahaya asam lambung yang satu ini merupakan komplikasi serius dari penyakit GERD. Pada esofagus Barrett, jaringan normal yang melapisi esofagus berubah menjadi jaringan yang menyerupai lapisan usus. Penyakit ini tidak memiliki gejala khusus, meskipun pasien dengan esofagus Barret mungkin memiliki gejala yang berhubungan dengan GERD. Bahaya utama dari kondisi ini adalah risiko terjadinya kanker esofagus yang dapat berisiko kematian. Dokter dapat mendiagnosis esofagus Barrett dengan melakukan prosedur endoskopi.
Kanker kerongkongan
Dalam kasus yang sangat serius, bahaya asam lambung yang tidak diobati dapat menyebabkan kanker kerongkongan. Menderita GERD bisa sedikit meningkatkan peluang kita untuk terserang jenis kanker ini. Tanda-tanda kanker kerongkongan seperti penurunan berat badan, nyeri di dada dan sulit menelan, bahkan baru muncul setelah penyakit mencapai tahap lanjut yang sudah sulit untuk diobati. Kondisi ini biasa terjadi pada orang dengan riwayat GERD menahun dan berusia di atas 50 tahun.
Jika memiliki masalah pada lambung, segera periksakan ke dokter. Jangan sampai bahaya asam lambung mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.




Gejala Penyakit Asam Lambung

 

  • Merasa seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.
  • Laringitis (peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau).
  • Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
  • Sakit dada.
  • Mengi.
  • Kesulitan dan nyeri saat menelan.
  • Gigi menjadi rusak.
  • Kembung dan bersendawa.
  • Bau napas tidak sedap.
  • Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.
Penyakit asam lambung ringan yang terjadi satu atau dua kali dalam sebulan biasanya tidak memerlukan intervensi dokter. Ini bisa diatasi dengan mengubah menu makanan dan mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran ketika gejalanya muncul. Namun untuk gejala yang lebih parah dan sering terjadi, dianjurkan untuk menemui dokter dan menanyakan tentang obat atau penanganan yang lebih tepat. Konsumsilah obat sesuai dengan dosis dan aturan pakai.


10 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

 

 

1. Cokelat

Mungkin bagi Anda yang tidak menyukai cokelat, tidak masalah untuk menghindari makanan yang satu ini. Namun, jika Anda penyuka cokelat, ini adalah kabar buruk. Coklat memang menggoda, namun berikut ini adalah beberapa alasan ia dapat memicu refluks asam lambung:
  • Cokelat mengandung kafein dan stimulan lainnya yaitu theobromine, yang dapat menyebabkan refluks
  • Coklat juga mengandung lemak yang tinggi, dan lemak dapat menyebabkan refluks
  • Coklat juga tinggi akan cocoa, hal ini juga menyebabkan refluks
Dark chocolate mungkin tidak seburuk milk chocolate yang tinggi akan lemak, namun dua hal lainnya tetap bisa memicu asam lambung

2. Soda

Selain membuat perut kembung, soda dan minuman berkarbonasi dapat memicu peningkatan asam lambung Anda. Gelembung soda dari minuman berkarbonasi dapat menyebar ke seluruh perut dan hal ini memicu peningkatan asam lambung tersebut. Bahkan soda yang juga mengandung kafein dapat membuat kondisi asam di lambung semakin buruk. Anda harus menghindarinya jika tidak ingin mengalami mual, panas lambung, dan mulas.

3. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng diketahui juga dapat memicu refluks asam lambung. Makanan ini dikaitkan dengan panas lambung. Gejala yang mungkin dialami penderita adalah nyeri dada. Selain itu, makanan yang digoreng juga dikenal sebagai pemicu kolesterol.

4. Alkohol

Sama seperti minuman bersoda, bir, anggur, dan minuman keras lainnya dapat berkontribusi menyebabkan peningkatan refluks asam lambung. Alkohol dipercaya dapat merelaksasi katup di bawah esofagus (menyatu dengan lambung) yang dapat menyebabkan asam lambung. Namun, ada beberapa minuman yang beralkohol yang tidak terlalu memiliki kandungan asam tinggi. Alternatif yang bisa dijalani adalah Anda bisa mengonsumsi segelas cocktail atau anggur, tetapi hindari jus jeruk atau soda dalam satu hari tersebut.

5. Susu berlemak tinggi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, semua makanan yang berlemak tinggi dapat menyebabkan refluks asam lambung. Baik susu, mentega, atau keju memiliki kandungan lemak yang kurang lebih sama tinggi. Jadi, jika Anda penggemar keju dan mentega, serta memiliki masalah penyakit asam lambung, sebaiknya Anda harus mengorbankannya. Tapi tenang dulu, Anda juga memiliki alternatif menggunakan bahan tersebut sebagai perasa untuk makanan saja, bukan sebagai bahan utama. Tentu saja versi yang rendah lemak akan lebih baik.

6. Daging tinggi lemak

Anda juga perlu menghindari memakan daging-daging tinggi lemak secara berlebihan. Daging apa saja? Daging sapi, babi dan domba perlu dihindari, sebab daging akan lama berada di dalam lambung, sehingga dapat meningkatkan refluks. Namun, Anda tetap membutuhkan daging, karena nutrisinya untuk tubuh. Alternatif yang bisa Anda lakukan adalah membuang lemak dari daging, dan makanlah daging hanya seminggu sekali.

7. Kafein

Anda sudah membacanya di atas bahwa kafein dapat meningkatkan refluks asam lambung. Jadi Anda harus hindari meminum kopi berkali-kali dalam sehari, satu cangkir kopi mungkin masih dapat ditolerir. Bagi Anda yang tadinya tidak memiliki asam lambung pun, ketika mengonsumsinya berkali-kali, Anda bisa berisiko mengalami peningkatan refluks. Kafein tidak hanya ditemukan pada kopi, tetapi juga pada teh. Namun, Anda bisa mengonsumsi teh herbal seperti chamomile sebab teh herbal biasanya tidak mengandung kafein.

8. Tomat

Apakah Anda tidak bisa makan jika tidak memakai saus tomat? Sayang sekali, jika lambung Anda bermasalah, sebaiknya Anda menghindari saus tomat. Buah ini mengandung sitrat dan asam malat yang dapat meningkatkan asam lambung. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak tomat, asam tersebut dapat mengalir ke kerongkongan.  Tidak ada alternatif lain, sebab ketika Anda menyajikan tomat dengan cara memanggangnya pun, ini tidak mengurangi asam tersebut.

9. Citrus

Jeruk, lemon, jeruk nipis, jeruk bali adalah buah-buah yang termasuk ke dalam citrus. Mungkin, kita sering mendengar bahwa mengonsumsi jeruk nipis dapat mengurangi batuk. Pendapat berbeda dikemukakan oleh penelitian yang dipublikasi Annals of Otology, Rhinology & Laryngology, bahwa membatasi asupan asam alias dietary acid dapat meredakan gejala asam lambung seperti batuk dan suara serak.

10. Bawang bombay

Menurut Oklahoma Foundation for Digestive Research, pasien dengan asam lambung yang mengonsumsi bawang dapat mengalami pengurangan pH lambung dalam waktu cepat (semakin rendah pH, asam pun semakin tinggi). Hal ini juga dapat menyebabkan sendawa dan mual.



Konsumsilah Makanan yang Lebih Sehat
Di samping menghindari makanan yang sudah disebutkan di atas, untuk mencegah asam lambung naik, konsumsilah makanan yang baik bagi lambung, yaitu:
  • Sayuran
Selain rendah lemak, sayuran juga dapat mengurangi asam lambung. Pilih sayuran hijau seperti brokoli, mentimun, kembang kol, dan sayuran berwarna hijau lainnya.
  • Oatmeal
Oatmeal dapat menyerap asam sehingga mengurangi gejala refluks. Tidak mengherankan, sebab oatmeal adalah gandum utuh yang merupakan sumber serat.
  • Jahe
Jahe memiliki sifat antiradang alami, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri akibat peradangan di dalam lambung. Campurkan irisan jahe pada minuman atau rebus jahe pada minuman yang Anda buat, lalu konsumsilah agar perut terasa lebih nyaman.
  • Putih telur
Pilih protein berupa putih telur, sebab bagian ini rendah lemak dan tidak berisiko menimbulkan nyeri ulu hati akibat asam lambung naik. Sebaliknya, hindari kuning telur yang mengandung tinggi lemak karena dapat memicu gejala refluks.
  • Lemak sehat
Tidak semua lemak itu jahat. Lagipula, tubuh pun memerlukan lemak untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, kacang kenari, minyak wijen, dan minyak zaitun.
Memang tidak mudah menghindari makanan penyebab asam lambung naik, karena rasanya yang enak dan mungkin sudah menjadi makanan favorit Anda. Namun, sebaiknya bijak dalam memilih makanan agar terhindar dari sakit maag, karena naiknya asam lambung dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Bila perlu, konsultasi ke dokter untuk memastikan jenis makanan yang perlu Anda hindari.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »