ciri ciri akan hamil setelah berhungan yang perlu kita perhatikan

Salah satu kondisi yang umum jadi ciri-ciri hamil adalah nggak haid. Namun, sudah pasti ada kondisi lain yang jadi ciri-ciri hamil. Nah, ketika Bunda mengalami ciri-ciri hamil berikut ini, coba pastikan dengan cek ke dokter.

Dilansir Health Line, minggu pertama kehamilan dihitung sejak tanggal terakhir haid. Ya, walaupun umumnya di minggu-minggu pertama kehamilan Bunda belum merasakan sesuatu yang berarti

 Meskipun kita ingin punya anak dan telah mempersiapkannya, kadang-kadang kita tidak tahu tanda-tanda kehamilan bila kita baru mengalaminya pertama kali.
Kemampuan wanita untuk menangkap tanda-tanda kehamilan berbeda-beda. Namun, kini kita bisa mengeceknya dengan alat tes kehamilan bila merasakan indikasi hamil, jadi manfaatkanlah alat tes kehamilan.


ciri ciri akan hamil setelah berhungan yang perlu kita perhatikan


Ciri-Ciri dan Tanda-Tanda Kehamilan Awal

Banyak para wanita menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi.
Perlu diingat, terlambat menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan. Ada banyak hal yang mempengaruhinya, seperti pola makan, stres, terlalu lelah, adanya gangguan hormonal, dsb.
Selain terlambatnya menstruasi, cermati pula tanda-tanda kehamilan yang lain, yaitu:

1. Tanda-Tanda Hamil Pertama – Terjadi perubahan pada payudara

Jika terjadi kehamilan, maka payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Selain itu kondisi payudara juga akan terasa makin lembut, hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang.
Tanda-tanda hamil ditunjukkan dengan puting susu membesar pula dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara juga akan terlihat akibat penegangan payudara.
Selain itu, terjadi aktivitas hormon HPL (Human Placental Lactogen) pada orang hamil. Hormon tersebut diproduksi oleh tubuh saat ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi ketika terlahir ke dunia.

2. Muncul flek yang diikuti kram perut Sebagai Ciri-Ciri Orang Hamil

Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah sebagai tanda-tanda hamil disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Munculnya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalah artikan sebagai menstruasi.
Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut sebagai ciri-ciri orang hamil akan terjadi secara teratur. Kondisi kram perut ini akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada di tengah dan disangga oleh panggul.
baca juga: terlambat menstruasi tidak selalu pertanda hamil, mengapa?

3. Mual dan muntah (Morning sickness)

Sekitar 50% orang hamil akan memiliki tanda-tanda hamil ini. Pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing.
Oleh karena itu, alat test pack kehamilan menggunakan media air seni. Hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual.
Rasa mual sebagai tanda-tanda hamil biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan ke dokter karena akan mengganggu kehamilan.
Mual dan muntah ini disebut dengan morning sickness karena biasanya terjadi saat pagi hari. Kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari. Bahkan, morning sickness terjadi hanya ketika orang hamil mencium aroma atau wewangian tertentu.

4. Sering kencing/buang air kecil (Frequent urination)

Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari kebiasaannya. Ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah.
Selain itu, kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan.
Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu, hindari dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh. Anda juga mengalami tanda-tanda hamil ini?
Baca Juga: Sering Sakit Saat Buang Air Kecil, Apakah Tanda Hamil?

5. Pusing dan sakit kepala (Headaches)

Tanda-tanda hamil yang berikutnya adalah sering merasa pusing dan sakit kepala. Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik, yaitu: rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah, rendah.
Selanjutnya, penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu, peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.

6. Lelah dan ngantuk yang berlebih (Fatigue)

Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Seringkali kelelahan dan ngantuk berlebih merupakan ciri-ciri hamil bagi Ibu.
Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.

7. Sembelit

Percaya atau tidak, sembelit termasuk ke dalam tanda-tanda hamil. Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone.
Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

8. Sering meludah (hipersalivasi)

Tanda-tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Tanda-tanda hamil seperti ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua, sehingga tak akan dilakukan lagi oleh orang hamil.

9. Naiknya temperatur basal tubuh

Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu hamil akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.
baca juga: 4 tanda hamil bayi kembar
Tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan pada awal kehamilan mutlak memiliki tanda-tanda di atas. Artinya, ciri-ciri orang hamil di atas ada yang memang semua mengalaminya, bervariasi, tapi ada pula yang tidak memiliki keluhan apapun.



16 Ciri Ciri Akan Hamil Sebelum Telat Haid yang Wajib Diketahui

 

 
1. Mudah kelelahan
Meningkatnya kadar progesteron pada seorang wanita saat ia sedang hamil menyebabkan kondisi fisiknya menurun dan mudah merasa kelelahan. Perasaan mudah lelah ini bisa saja terjadi meskipun ia tidak melakukan banyak aktivitas yang dapat menguras energinya. Jika seorang wanita merasa mudah kelelahan meskipun tidak melakukan pekerjaan yang berat, bisa jadi itu merupakan tanda kehamilan.
Baca juga:
2. Sering buang air kecil
Darah akan terpompa lebih cepat menuju ginjal saat seorang wanita sedang hamil. Hal ini juga dikarenakan oleh meningkatnya kadar progesteron dalam tubuh. Akibatnya, ginjal akan lebih cepat menyaring cairan tubuh dan memproduksi urin. Urin yang lebih cepat terbentuk akan lebih cepat pula memenuhi kandung kemih, sehingga seorang wanita akan lebih sering buang air kecil.
Baca juga:
3. Indera penciuman sensitif
Tingkat sensitivitas indera penciuman setiap orang memang berbeda-beda. Namun pada saat hamil, indera penciuman seseorang cenderung meningkat sehingga ia menjadi lebih sensitif terhadap segala jenis bau. Bukan hanya pada bau yang bersifat tajam seperti bawang putih, jengkol, hingga durian, tetapi juga bau yang mungkin cenderung bersifat netral seperti bau masakan biasa. Sensitivitasnya ini bisa berpengaruh pada hal lain, misalkan rasa mual terhadap bau tertentu, bahkan aroma tubuh suaminya.
Baca juga:
4. Mual dan muntah
Peningkatan kadar hormon estrogen di dalam tubuh seorang wanita yang hamil akan menyebabkan meningkatnya asam lambung. Peningkatan ini akan diikuti rasa mual dan ingin muntah, terutama di pagi hari yang dikenal dengan nama morning sickness. Rasa mual dan ingin muntah ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang dihasilkan oleh plasenta sehingga memicu perasaan tidak nyaman. Gejala mual dan muntah ini akan hilang seiring bertambahnya usia kandungan kehamilan seseorang.

5. Mengeluarkan flek
Wanita yang hamil di hari-hari awalnya akan mengeluarkan flek yang mirip dengan darah haid, namun bukan haid. Flek atau bercak darah penyebab kehamilan memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat dibedakan dengan darah haid, misalkan warnanya yang lebih pucat daripada darah menstruasi pada umumnya. Flek darah ini berjumlah sedikit dan tidak sebanyak darah menstruasi. Munculnya flek atau bercak darah ini disebabkan oleh proses implantasi embrio di dinding rahim, sehingga pembuluh darah di sekitar dinding rahim pecah dan akhirnya mengeluarkan darah melalui vagina.
6. Payudara terasa nyeri
Gejala ini mirip dengan tanda-tanda PMS atau pre menstrual syndrome, yaitu payudara menjadi lebih sensitif dan terasa nyeri meskipun hanya tersenggol sedikit.
Baca juga:
7. Payudara mulai membesar
Selain terasa nyeri, payudara seorang wanita yang hamil juga akan membesar dan terasa lembut. Pembesaran payudara ini akan meningkat seiring berjalannya usia kehamilan. Hal ini dikarenakan pengaruh hormon kehamilan sebagai persiapan seorang wanita untuk menyusui anak yang akan dilahirkannya kelak.
8. Suhu tubuh mulai meningkat
Pada beberapa wanita yang hamil muda, suhu tubuhnya akan terasa meningkat sedikit di ambang normal jika diukur dengan menggunakan termometer. Namun, peningkatan suhu tubuh ini tidak selalu terjadi pada semua wanita yang sedang hamil. Selain itu, pengukuran tidak dapat dilakukan di sore dan malam hari karena pada waktu-waktu itu suhu tubuh seseorang memang cenderung lebih tinggi dari biasanya. Peningkatan suhu tubuh itu pun hanya sedikit dan tidak sampai menyebabkan demam.
Baca juga:
9. Seperti ada rasa logam di mulut
Perubahan hormon juga menyebabkan gejala unik pada lidah seorang wanita, yaitu adanya rasa seperti logam di mulutnya seperti sendok atau apapun. Rasa logam yang aneh tersebut bisa menyebabkan wanita hamil merasa mual dan bisa tidak menyukai jenis makanan tertentu. Namun, gejala ini biasanya hanya bersifat sementara dan menghilang seiring berjalannya usia kehamilan.
10. Mengalami keputihan
Keputihan sebenarnya merupakan kejadian yang normal pada setiap perempuan sebagai cairan alami pembersih vagina. Keputihan ada yang bersifat normal, yaitu berwarna putih hinggas sedikit kekuningan dan mengeuarkan aroma yang khas tapi tidak berbau busuk. Keputihan yang tidak normal akan berwarna kuning pekat hingga kehijauan serta mengeluarkan bau busuk yang tidak sedap. Pada saat hamil, jumlah dan frekuensi keputihan akan meningkat dan itu adalah hal yang normal. namun jika ditemukan warna dan aroma keputihan yang tidak wajar, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
11. Beberapa bagian tubuh membesar
Beberapa bagian tubuh akan terlihat membesar seperti di bagian paha, lengan, dan bokong. Hal itu bisa dirasakan oleh wanita yang sering memperhatikan tubuhnya. Selain itu, pakaian yang dikenakannya pun akan terasa menyempit di bagian-bagian tersebut.
Baca juga:
12. Perut kembung
Bebrapa wanita hamil akan merasakan kembung pada perutnya. Perut akan terasa sakit dan tidak nyaman. Hal ini dapat ditangani jika wanita bisa buang angin dan bersendawa dengan baik. Namun jika kesulitan, wanita dapat melakukan upaya untuk mengeluarkan angin, misalkan dengan cara mengoleskan minyak angin atau mengompres perut degan menggunakan bantal pemanas.
13. Sakit pinggang
Perubahan pada tubuh dan peningkatan kadar hormon kehamilan dapat membuat seorang wanita sakit pinggang. Untuk meredakannya, ia bisa mengompres pinggangnya dengan air hangat, mengoleskan minyak angin atau miyak akyu putih, dan beristirahat cukup dan mengganjal pinggangnya dengan bantal saat tidur akan terasa nyaman. PIjatan juga akan meredakan gejala sakit pinggang.
Baca juga:

14. Nafsu makan meningkat
Pada beberapa wanita yangs edang hamil, ia akan merasakan peningkatan nafsu makan meskipun mengalami gejala mual dan muntah sebagai reaksi perubahan psikis akibat pengingkatan hormon kehamilan. Hal ini bukanlah masalah, asalkan ia memilih makanan yang bergizi dan tidak memilih makanan junk food dan juga jajan sembarangan.
15. Mood berubah-ubah
Wanita yang sedag hamil dapat merasakan perubahan suasana hati begitu mendadak, mulai dari perasaan yang amat sensitif, tiba-tiba ingin menangis, mudah tersinggung dan marah, dan bisa juga tiba-tiba merasa senang. Gejala psikis ini akan lebih baik jika diiringi dengan pengertian pasangan dan dukungan keluarga.
Baca juga:
16. Kram perut
Ciri ciri akan hamil sebelum telat haid selanjutnya adalah kram perut. Kram perut ini mirip dengan gejala saat wanita mengalami gejala PMS atau pre menstrual syndrome yang ditandai dengan kakunya perut dan rasa sakit di perut bagian bawah. Gejala kram pada perut ini biasanya akan berlanjut sampai di trisemester yang kedua dan akan membaik saat posisi uterus (rahim) sudah berada di tengah-tengah dan telah disangga oleh panggul.
Baca juga:
Wanita hamil bisa menangani rasa kram pada perut ini dengan cara mengompres perutnya dengan handuk hangat, botol yang diisi air hangat, hingga bantal penghangat. Suhu yang tinggi pada penghangat akan membuat otot di sekitar perut menjadi rileks dan melancarkan peredaran darah karena suhu tinggi pada penghangat dapat memperbesar sedikit ukuran pembuluh darah. Tidur dalam posisi meringkuk juga bisa membantu meredakan nyeri dan rasa kaku pada perut. Namun jika kram perut ini bersifat sangat mengganggu hingga wanita sulit untuk bangun dari tempat tidurnya, sebaiknya segera hubungi dokter.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »