Pengobatan diare gejala serta penyebabnya

 Pengobatan diare gejala serta penyebabnya




Hampir setiap orang pernah mengalami diare, mulai dari diare ringan hingga diare berat. Keluhan diare sering kali disertai dengan nyeri perut, perut kembung, dan demam. Bila Anda tidak cepat mengobatinya, diare dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah dehidrasi, yaitu kekurangan cairan tubuh, yang bila tidak segera ditangani akan dapat berakibat fatal, bahkan bisa berujung pada kematian.
Tidak semua jenis diare membutuhkan perawatan secara intensif di rumah sakit. Pada kasus diare ringan, pengobatan dapat dilakukan di rumah. Berikut ini adalah beberapa cara cepat yang bisa Anda lakukan jika Anda atau anggota keluarga lain mengalami diare.



 Bagaimana mengetahui penyebab diare?

dr Rino menuturkan penyebab dari diare bisa bermacam-macam, sehingga penanganannya pun harus sesuai dengan penyebabnya. Penyebab dari diare bisa akibat infeksi, gangguan makan atau akibat konsumsi antibiotik.

1. Diare yang disebabkan oleh infeksi
Diare seperti ini biasanya diikuti dengan demam, kotoran yang keluar berlendir atau mengeluarkan darah yang menunjukkan adanya peradangan di dalam perut.

2. Diare akibat gangguan makan

Bisa terjadi karena alergi makanan atau makanan tidak tercerna dengan baik. Diare seperti ini tidak disertai demam, kotorannya encer dan tanpa disertai sakit perut.

3. Diare akibat penggunaan antibiotik
Diare seperti ini ada dua jenis yaitu ada yang disertai mulas karena antibiotik yang digunakan merangsang gerakan usus. Satu lagi diarenya berlendir jika penggunaan antibiotiknya sudah lama atau lebih dari 10 hari.

Dengan mengetahui jenis diare ini maka bisa diobati dengan tepat. Obat anti diare yang banyak dijual umumnya hanya boleh digunakan jika diare yang terjadi bukan akibat infeksi. Sebaliknya jika terjadi akibat infeksi maka membutuhkan obat antibiotik terutama jika infeksi bakteri atau parasit.

"Sebagian besar diare yang baru terjadi pada umumnya bisa sembuh sendiri. Tapi jika diare sudah berlangsung lebih dari dua minggu, maka sudah masuk ke dalam kategori diare kronik," ujar dr Rino.


Gejala lainnya yang mungkin juga dapat terjadi adalah:
  • Penurunan berat badan.
  • Tinja berlendir, berdarah, atau mengandung makanan yang belum tercerna.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
Sedangkan tanda-tanda yang menunjukkan penderita diare mengalami dehidrasi adalah:
  • Pusing.
  • Rasa haus berlebihan.
  • Urine menjadi sedikit atau berwarna gelap.
  • Mulut dan kulit kering.
  • Lemas.
Pada bayi atau anak-anak, dehidrasi jjuga bisa dikenali dari gejala:
  • Mata, perut, dan pipi yang terlihat cekung.
  • Air mata berkurang saat menangis.
  • Tidak ada urine pada popok selama 3 jam atau lebih.
  • Rewel.
Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki bayi atau anak-anak yang mengalami diare selama lebih dari 24 jam, terutama jika disertai gejala dehidrasi, demam melebihi 39 derajat Celsius, tinja mengandung nanah, atau tinja berwarna hitam.

  ada beberapa pengobatan rumahan sederhana dan efektif untuk mengatasi diare yang Anda alami.

1. Minum banyak cairan bening

Sebaiknya Anda minum banyak cairan bening seperti air putih, air kaldu, dan jus, setiap hari, dan hindari dulu minum alkohol dan kafein. Namun meski harus banyak minum cairan bening, sebaiknya ini Anda lakukan secara bertahap.
Anda bisa meningkatkan cairan yang Anda minum setidaknya 1 liter per jam selama 1-2 jam, atau lebih lama lagi jika Anda memiliki diare dengan jumlah besar. Jika Anda memiliki penyakit ginjal, jantung, atau hati dan harus membatasi cairan, bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda meningkatkan jumlah cairan yang Anda minum.

2. Coba makan makanan semipadat dan rendah serat secara bertahap

Seiring pergerakan usus yang kembali normal, Anda sebaiknya memakan makanan semipadat dan rendah serat seperti roti bakar, telur, nasi, atau ayam. Namun, menambah porsi dan asupannya sebaiknya dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan.

3. Hindari makanan tertentu

Karena usus Anda belum bisa mengolah makanan yang mungkin biasa Anda makan, sebaiknya Anda menghindari beberapa produk makanan seperti produk susu olahan, makanan berlemak, makanan berserat tinggi, atau makanan dengan banyak bumbu selama beberapa hari.
Dikutip dari Best Health Mag, sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang kayak akan bahan-bahan kasar, yang bisa sulit untuk dicerna. Makanan-makanan ini termasuk kacang-kacangan, kubis, atau kubis bertunas.
Ketika Anda sudah mulai baikan, Anda bisa memakan makanan yang mudah dicerna dulu. Namun, tetap ada beberapa makanan yang harus Anda hindari, seperti:
  • Makanan pedas, buah-buahan tertentu, alkohol, dan kafein sampai 48 jam setelah semua gejala diare Anda menghilang.
  • Bila Anda memakan permen karet, hindari yang mengandung sorbitol.
  • Hindari susu selama 3 hari setelah gejala diare Anda hilang. Namun, Anda bisa memakan keju atau yogurt yang mengandung probiotik.

4. Pilih makanan yang mengandung probiotik

Probiotik mengandung sekumpulan bakteri hidup yang mirip dengan bakteri sehat yang umumnya ditemukan di dalam sistem pencernaan tubuh. Probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri sehat yang ada untuk melawan kuman dalam saluran pencernaan Anda. Suplemen probiotik juga ada dan Anda bisa memilihnya. Bakteri bermanfaat ini juga bisa ditemukan dalam yoghurt dan keju.

5. Makan bubur wortel

Wortel merupakan sumber pektin. Anda bisa membuat bubur atau sup wortel dengan memasaknya sampai halus, lalu memblendernya dengan tambahan sedikit air dan menuangkannya di mangkuk, seperti makanan bayi. Anda bisa makan ¼ – ½ mangkuk setiap jamnya.

6. Minum teh hitam manis

Anda bisa minum teh hitam manis dengan gula. Air panas bisa membantu rehidrasi dan teh mengandung astringen tanin yang membantu mengurangi peradangan usus.

7. Makan blackberry

Sebaiknya Anda juga memakan blackberry kaya tanin yang sudah lama menjadi pengobatan rumahan yang cukup umum. Blackberry tersebut bisa Anda jadikan teh, dengan merebus 1-2 sendok makan blackberry atau daun blackberry kering dalam 1 ½ gelas air selama 10 menit, lalu seduh. Minum beberapa gelas beberapa kali sehari. Teh raspberry juga bisa jadi pilihan, karena ia juga efektif meredakan diare Anda.
BACA JUGA:


Jika diare yang Anda alami masih tergolong ringan, cepat atasi dengan melakukan langkah-langkah yang disarankan di atas. Jika diare tidak juga membaik, atau justru disertai darah, demam di atas 38,5 Celcius, dan nyeri perut hebat, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
[RN/  RVS]
Untuk memperoleh hasil yang baik pengobatan harus rasional. Diare pada anak masih merupakan problem kesehatan dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur 1-4 tahun, yang memerlukan penatalaksanaan yang tepat dan memadai. Pada kelompok usia 1 - 4 tahun, diare merupakan penyebab kematian terbanyak. Diare pada anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal, oleh karena efektif, efisien dan biaya yang memadai. Terapi rasional adalah terapi yang: tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat penderita, dan waspada terhadap efek samping obat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Obati Diare Anak Bukan dengan Antibiotika", https://bola.kompas.com/read/2012/11/18/17164083/obati.diare.anak.bukan.dengan.antibiotika.
Untuk memperoleh hasil yang baik pengobatan harus rasional. Diare pada anak masih merupakan problem kesehatan dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur 1-4 tahun, yang memerlukan penatalaksanaan yang tepat dan memadai. Pada kelompok usia 1 - 4 tahun, diare merupakan penyebab kematian terbanyak. Diare pada anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal, oleh karena efektif, efisien dan biaya yang memadai. Terapi rasional adalah terapi yang: tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat penderita, dan waspada terhadap efek samping obat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Obati Diare Anak Bukan dengan Antibiotika", https://bola.kompas.com/read/2012/11/18/17164083/obati.diare.anak.bukan.dengan.antibiotika


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »