wow Luar baiasa ini manfaat pare bagi tubuh

Pare adalah salah satu tumbuhan merambat yang mudah ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Meski cukup melimpah, sayuran satu ini tidak begitu diminati karena rasa pahit yang terkandung di dalamnya.
Kamu salah satu yang tidak menyukai pare karena tidak begitu enak dikonsumsi? Ternyata rasa pahit di pare justru menjadi kelebihan sayuran berwarna hijau ini.

 Pare Pahit (Momordica Charantia) merupakan salah satu jenis tanaman yang merupakan anggota keluarga dari mentimun (Cucurbitaceae). Pare pahit biasanya tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Oleh karena itu, Pare pahit memiliki beberapa sebutan di tiap daerah. Di daerah Jawa Barat buah pare disebut dengan nama Paria, sedangkan di daerah Sumatera disebut pepare, dan di Eropa buah ini disebut dengan nama Bitter Mellon.

 Melihat kandungannya seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B1, serat, protein, karbohidrat, fosfor, serta zat-zat lain, kira-kira apa saja sih manfaat pare yang bisa kita peroleh? Simak daftarnya berikut ini!


 wow  Luar baiasa ini manfaat pare bagi tubuh 



Manfaat Pare Berdasarkan Kandungan Gizinya

Sayuran pare sangat rendah kalori, dengan hanya menyediakan 17 kalori per 100g. Namun demikian, tidak hanya itu pare juga mengandung fitonutrien, serat, mineral, vitamin dan anti oksidan. Dan bersama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh :
  1. Phyto Nutrien – Pare mengandung phyto terutama polipeptida-P yaitu insulin tanaman yang dikenal untuk menurunkan kadar gula darah. Selain itu, agen hipoglikemik yang disebut charantin meningkatkan penyerapan glukosa dan glikogen sintesis dalam sel-sel hati, otot dan jaringan adiposa. Bersama-sama, senyawa ini pare telah dianggap bertanggung jawab atas penurunan kadar gula darah dalam pengobatan diabetes tipe-2.
  2. Folat – Pare segar merupakan sumber folat yang sangat baik sekitar 72 mg / 100 g (18% dari RDA). Folat, ketika dikonsumsi oleh ibu selama waktu awal kehamilan akan membantu mengurangi timbulnya cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir.
  3. Vitamin C – Pare segar merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C (100 g pare mentah menyediakan 84 mg atau sekitar 140% dari RDI). Manfaat vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang kuat dan membantu mengikat radikal bebas yang merusak tubuh manusia.
  4. Flavanoid – Flavanoid adalah sumber yang sangat baik bagi kesehatan. Manfaat flavonoid seperti ß-karoten, α-karoten, lutein, dan zeaxanthin. Selain itu juga berisi sejumlah vitamin A. Senyawa-senyawa ini membantu bertindak melindungi terhadap radikal oksigen yang diturunkan bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam penuaan, kanker dan berbagai penyakit.
  5. Vitamin B Kompleks – Selain itu, itu pare merupakan sumber moderat vitamin B kompleks seperti niasin (vitamin B-3), asam pantotenat (vitamin B-5), piridoksin (vitamin B-6) dan mineral seperti zat besi, seng, kalium, mangan dan magnesium.
  6. Serat – Pare dapat merangsang pencernaan yang mudah dan gerakan peristaltik pada makanan melalui usus sampai diekskresikan dalam tubuh. Dengan demikian, hal ini akan membantu dalam mengurangi gangguan pencernaan dan masalah sembelit

Berikut ini manfaat pare untuk kulit dan rambut :


1. Mencegah Masalah Kulit
Manfaat pare dapat mengobati penyakit kulit atau infeksi kulit, eksim, dan psoriasis. Konsumsi pare secara teratur jus membantu tubuh meningkatkan kondisi psoriasis serta infeksi jamur lain seperti cacing cincin.
2. Anti Penuaan
Pare mengandung vitamin C, yang merupakan antioksidan alami. Antioksidan akan memerangi dan menghilangkan radikal bebas berbahaya. Antioksidan membantu untuk mencegah keriput dengan memperlambat proses penuaan. Hal tersebut juga melindungi kulit dari kerusakan oleh sinar ultraviolet matahari.
3. Rambut Berkilau
Untuk memberikan kilau alami  rambut, campur secangkir jus segar pare dengan yogurt dan oleskan pada rambut. Cuci rambut setelah beberapa lama, untuk membuat rambut berkilau dan indah.
4. Anti Ketombe
Ketombe adalah masalah umum dan sebagian besar disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak sehat dan paparan polusi. Untuk menangkal ketombe, dapat mencoba perawatan rambut dengan campuran pare dan biji jintan. Lakukan perawatan rambut ini selama 1 bulan, untuk menyingkirkan ketombe.
5. Mengatasi Kulit Kepala Kering dan Gatal
Untuk memerangi rambut kering dan kulit kepala gatal, gosok sepotong pare di atas kulit kepala dan pijat dengan gerakan melingkar, kemudian bilas dengan air jernih. Untuk mengurangi rasa gatal, lakukan perawatan rambut dengan campuran pare dengan manfaat alpukat atau manfaat pisang sebagai masker rambut dan terapkan pada kulit kepala. Lakukan hal ini setidaknya sekali seminggu untuk menyingkirkan gatal pada kulit kepala.
6. Mengatasi Rambut Berminyak
Peningkatan asupan makanan yang berminyak dapat menyebabkan akumulasi minyak berlebih pada rambut. Jika memiliki rambut berminyak, terlebih dahulu harus membatasi konsumsi makanan berminyak. Terapkan campuran jus pare dan manfaat cuka apel untuk menghilangkan kelebihan minyak pada rambut.
7. Mengatasi Rambut Kasar dan Kusut
Memiliki rambut yang kasar dan kusut akan sangat sulit di atur, namun jus pare dapat membantu masalah ini. Secangkir jus pare dapat diterapkan pada rambut selama 10 sampai 15 menit, kemudian bilas rambut. Hal ini akan membantu memperbaiki tekstur rambut, membuatnya lembut dan mengkilap.
8. Super ampuh untuk mengatasi diabetes
Pare memiliki kandungan Phytonutrient dan Polipeptida-P yang sangat ampuh sebagai sebagai insulin yang dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Konsumsi pare juga dapat mencegah naiknya gula dara bagi anda penderita pra diabetes.
9. Mengatasi permasalahan pernafasan
Pare pahit merupakan salah satu herbal sayuran yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah pernafasan seperti asma, batuk, maupun pilek.
10. Menjaga kandungan dan pada masa kehamilan
Pare memiliki kandungan asam folat yang cukup untuk menjaga kehamilan, janin, serta perkembangan janin agar tumbuh dan kembang hingga hari kelahiran nanti.
11. Mengobati malaria
Penyakit mematikan ini ternyata dapat dibantu dengan konsumsi pare, kandungan karbohidrat dan albiminoid dalam pare membantu mengurangi malaria.
12. Mengatasi radikal bebas
Pare memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, kita tau manfaat antioksidan sendiri sangat penting untuk mencegah dan mengatasi radikal bebas.
13. Pengobatan HIV
Menakjubkan!!! itu lah yang dapat digambarkan untuk pare ini. Tes laboratorium awal menunjukkan bahwa senyawa fitokimia tertentu dalam getah pahit mungkin efektif dalam pengobatan infeksi HIV.
14. Pencegahaan Penuaan dini
Selain manfaat olahraga yang sudah pasti dapat mengatasi dan mencegah penuaan dini, ternyata senyawa flavonoid dapat mencegah penuaan dini.


15. Mencegah kanker
Masih kandungan flavanoid yang cukup ampuh untuk mencegah kanker, konsumsi rutin pare juga dapat membantu pencegahan berbagai jenis kanker. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk mengatasi radikal bebas dalam tubuh.
16. Membantu kecerdasan janin
Kandungan asam folat yang cukup tinggi dapat membantu kecerdasan janin dalam kandungan, selain tentunya dapat membantu agar janin selalu sehat hingga 9 bulan.
17. Rendah Kalori, baik untuk anda yang sedang diet
Pare adalah jenis sayuran yang cukup rendah kandungan kalorinya dibandingkan dengan berbagai jenis sayuran lainnya. Sangat cocok bagi anda yang ingin diet.
18. Baik untuk hati dan berbagai jaringan sel dalam tubuh
Pare mengandung Charantin yang dapat membantu meningkatkan pengambilan glukosa dan sintesis glikogen di dalam sel jaringan hati, otot, dan lemak (adiposa).
19. Membantu menjaga keseimbangan gizi
Pare adalah salah satu sayuran yang kaya akan mineral, antioksidan dan vitamin yang sangat lengkap bagi kebutuhan tubuh. Mengkonsumsi pare dapat membantu menjaga keseimbangan gizi dalam memenuhi angka kebutuhan gizi manusia.
20. Membantu pembentukan otot serta sel
Uniknya pare juga dapat membantu membantu pembentukan otot serta sel melalui kandungan protein yang terdapat dalam satu buah pare.
21. Super ampuh buat mata
Siapa yang tidak kenal manfaat vitamin A bagi kesehatan dan manfaat vitamin A bagi mata yang sudah dikenal ratusan tahun. Efek kandungan vitamin A ini juga cukup tinggi di pare, Jadi konsumsi pare secara rutin dapat membantu menjaga mata agar tetap sehat.

 

13 Efek Samping Pare untuk Diketahui

 1. Keguguran
Bagi wanita hamil memang tidak disarankan mengonsumsi pare dalam jumlah banyak. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pare memiliki kandungan folat yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin. Namun, baiknya calon ibu mengetahui bahwa konsumsi tersebut harus sesuai dengan petunujuk serta anjuran dari dokter. Pare juga mengandung momorcharins yang merangsang rahim, senyawa inilah yang dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran janin. (baca: Lidah Ada Bintik Putih Pada Anak)
2. Gula Darah Turun Drastis
Kadar gula darah yang turun dengan mengonsumsi pare sesungguhnya merupakan pertanda baik bagi penderita diabetes. Namun, konsumsi pare secara berlebihan justru akan menyebabkan gula darah menurun secara drastis. Perlu diingat bahwa kadar gula darah tidaklah selalu harus diturunkan tetapi wajib untuk dikontrol. Ketika memang gula darah tinggi, barulah ambil tindakan untuk menurunkannya, tapi bila sehat dan normal maka tak sebaiknya Anda mengonsumsi pare berlebih supaya gula darah tidak makin rendah.
Artikel Terkait:
3. Nyeri Perut
Pare secara berlebihan dikonsumsi dapat menimbulkan rasa panas pada lambung. Hal ini menjadi awal munculnya rasa nyeri pada perut. Tentunya rasa nyeri ini akan sangat mengganggu bila tidak segera diatasi. Cara mengatasinya adalah dengan meminum air hangat serta mengompres perut dengan handuk hangat agar nyeri berangsur menghilang. Rasa nyeri tersebut bahkan bias mengganggu aktifitas karena menyebabkan seseorang kesulitan bergerak.
4. Diare
Nyeri pada lambung akan berlanjut pada kondisi sembelit serta diare. Diare yang disebabkan karena keracunan pare secara berlebihan dapat diamati melalui feses yang dikeluarkan. Feses akan berwarna hijau kehitaman dan kondisi ini harus segera mendapat penanganan dari medis karena jika dibiarkan dapat menyebabkan lemas bagi seseorang. Pertolongan pertama bisa diatasi dengan oralit, namun kondisi ini tidak bisa ditunggu hingga lebih dari 24 jam jika tidak terjadi perubahan. Hal tersebut akan berakibat fatal karena seseorang bisa saja pingsan akibat terlalu lemah kondisinya.
(baca juga: Minuman Penambah Tinggi Badan, Penyebab Kaki Bengkak Tiba Tiba)

5. Kemandulan
Zat momorcharins yang terkandung dalam pare dapat menyebabkan anti infertilitas pada pria. Hal ini disebabkan momorcharins bertindak menyerang sperma dengan cara membunuh kualitas sperma yang dihasilkan oleh testis. Dari kondisi inilah maka diyakini pare dapat menyebabkan kemandulan terutama bagi pria.
6. Impotensi
Pare berpotensi merusak buah zakar atau testis sehingga bisa berakibat impotensi serta ejakulasi dini bagi sebagian pria, terutama bagi mereka yang juga menderita obesitas. Maka dari itu disarankan bagi pria untuk mengonsumsi pare dengan kadar yang 2 kali lebih rendah dibandingkan dengan wanita.
(baca juga: Terapi Psikologi untuk Depresi, Penyebab Bintik Merah Pada Bibir)
7. Gangguan Liver
Getah pada tanaman pare jika tidak dimasak secara benar akan menyebabkan gangguan liver. Zat momorcharins adalah senyawa yang dengan kadar tinggi dapat menjadikan liver bekerja lebih keras dan mengalami gangguan apabila tidak diimbangi dengan konsumsi sayuran atau buah dengan antioksidan tinggi.
Baca Juga:
8. Kegagalan Operasi
Mengonsumsi pare tidak disarankan bagi seseorang yang dalam masa kemoterapi, sedang menjalani metode pengobatan tertentu, serta seseorang yang akan menjalankan operasi bedah. Hal ini dikarenakan kandungan momorcharins pada pare yang sangat berpengaruh pada kontrol gula darah akhirnya menjadikan kondisi tidak stabil pada kadar gula darah pada pasien operasi.
Jika mengonsumsi pare ketika hendak operasi malah justru akan mengakibatkan efek yang serius nantinya. Bisa-bisa kegagalan operasi terjadi dan penyakit yang seharusnya bisa diatasi dengan operasi malah justru makin parah. Itulah mengapa sangat perlu memerhatikan pemakaian pare dan tidak boleh sembarangan walau tergolong herbal.
9. Perubahan Hormon
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi sayuran pahit akan berpengaruh pada hormon seseorang. Pare termasuk satu diantaranya. Kandungan cucurbitacins penyebab rasa pahit pada pare akan memengaruhi hormon yang dapat menimbulkan perubahan mental seperti:

  • Mudah emosi
  • Pelupa
  • Sulit konsentrasi
Perubahan hormon ini sebaiknya segera disadari oleh orang terdekat untuk dilakukan penanganan guna menurunkan kadar hormon. Hal ini dikhawatirkan menjadi lebih parah dan memengaruhi proses metabolisme tubuh yang memang bergantung pada kadar hormon yang harus stabil.
(baca: Makanan untuk Meningkatkan HB, Efek Samping Kemoterapi)
10. Migrain
Sebagian penggemar pare menyebutkan efek samping lain yang ditimbulkan oleh tanaman ini adalah rasa sakit di kepala sebelah atau biasa disebut migrain. Migrain masih termasuk dalam jenis sakit kepala yang tergolong paling umum dan ini akan terjadi setelah mengonsumsi pare selama jangka waktu satu bulan tanpa henti. Meski maksud hati menyembuhkan penyakit lain dengan pare, konsumsi jangka lama tidaklah dianjurkan.
Oleh karena itu disarankan bahwa mengonsumsi pare sebagai herbal sebaiknya dikonsultasikan dulu kepada tim medis. Ini guna untuk mencegah efek samping yang berpotensi timbul karena pemakaian jangka lama. Pastikan juga takarannya tepat agar tidak kelebihan dosis.
Baca Juga:
Secara singkat pare adalah tanaman yang sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Akan tetapi perlu kiranya memperhatikan bahwa mengonsumsi suatu jenis makanan tertentu tidaklah harus berlebihan meskipun dimulai karena sedang menjalankan pengobatan. Tetap segala sesuatunya ada takarannya dan yang berlebihan itu tak baik bagi tubuh kita.
Dengan memerhatikan penggunaannya secara seksama, manfaat optimal dari pengobatan dengan pare akan mudah didapatkan tanpa meninggalkan efek samping atau penyakit yang baru. Demikian artikel informatif mengenai efek samping pare, semoga bermanfaat bagi anda!

 

Manfaat pare Sudah sejak lama pare dipercaya sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah yang dalam bahasa Inggris disebut bitter melon ini memang kaya akan nutrisi. Pare mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B1, B2, B3, dan folat. Baca juga: Jangan Sepelekan Kualitas Nutrisi dalam Telur Selain itu, buah ini juga mengandung berbagai mineral, seperti zat besi, kalsium, kalium, seng, magnesium, dan fosfor. Tidak ketinggalan karbohidrat, antioksidan, dan serat. Manfaat pare yang paling terkenal adalah menurunkan gula darah. Beberapa studi menunjukkan, mengonsumsi pare dapat menurunkan gula darah dan kadar HbA1c (pemeriksaan untuk memantau kadar gula darah selama periode tertentu) pada penderita diabetes tipe 2. Pare mengandung senyawa kimia yang berperan seperti insulin, sehingga dapat menurunkan gula. Akan tetapi, ada pula studi lain yang menyatakan bahwa pare tidak memiliki dampak signifikan sebagai pengobatan diabetes. Karena itu, manfaat pare yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, pare juga diduga memiliki sederet manfaat, sebagai berikut: 1. Mengatasi gangguan pencernaan Rasanya yang pahit membuat pare dipercaya mengatasi konstipasi. Namun, efek samping pare dapat memicu rasa mulas dan memperparah gejala maag. 2. Melawan infeksi Pare dapat digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti Streptobaccilus, E. coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas. 3. Meningkatkan imunitas pada penderita HIV dan kanker Berdasarkan studi, pare dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus seperti HIV. Studi juga menunjukkan bahwa pare memiliki sifat antikanker. Ekstrak dari buah pare dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Namun masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk memastikan dosis aman, efek samping, serta efektivitas pare dalam mengobati kondisi tersebut. Baca juga: Pare, Sayur Pahit Kaya Gizi 4. Mengurangi peradangan pada penyakit liver Dalam suatu penelitian di laboratorium, antioksidan pada pare terlihat mampu mengikat radikal bebas dan mengurangi peradangan pada penyakit hati. Namun efek ini masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia. 5. Menurunkan kolestrol buruk (LDL) dan meningkatkan kolestrol baik (HDL) Pada percobaan yang dilakukan terhadap hewan percobaan yang diberi ekstrak pare selama 30 hari, terjadi penurunan LDL dan peningkatan HDL. 6. Menurunkan berat badan Pada studi yang juga dilakukan pada hewan percobaan, pare menunjukkan pengaruh pada penurunan berat badan. Selain itu, pare juga dipercaya dapat mengatasi batu ginjal, psoriasis, dan abses kulit, serta luka. Namun data tersebut belum terkonfirmasi dengan penelitian yang akurat dan terpercaya. Di balik manfaatnya, perlu juga diperhatikan jika konsumsi pare berlebihan dalam jangka panjang tidak disarankan. Bahan alami apa pun tidak selalu aman jika dikonsumsi berlebihan. Pare untuk ibu hamil Pare memang dikenal bermanfaat, namun buah satu ini tidak disarankan dikonsumsi ibu hamil, baik diolah dalam masakan maupun dimakan langsung. Senyawa kimia dalam pare diduga dapat memicu perdarahan pada rahim sehingga menimbulkan keguguran. Ibu menyusui juga tidak disarankan mengonsumsi pare, karena zat aktif di dalamnya bisa ditransfer pada bayi melalui ASI. Baca juga: ?Working Mom? Masih Bisa Memberi ASI, asalkan... Sejauh ini penelitian yang membahas bahaya dan manfaat pare untuk ibu hamil masih minimal. Jika ingin mengonsumsinya selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan lebih dulu pada dokter spesialis kandungan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk, Mengenal Ragam Khasiat Pare ", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/16/230000420/yuk-mengenal-ragam-khasiat-pare-.

Editor : Glori K. Wadrianto
Manfaat pare Sudah sejak lama pare dipercaya sebagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah yang dalam bahasa Inggris disebut bitter melon ini memang kaya akan nutrisi. Pare mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B1, B2, B3, dan folat. Baca juga: Jangan Sepelekan Kualitas Nutrisi dalam Telur Selain itu, buah ini juga mengandung berbagai mineral, seperti zat besi, kalsium, kalium, seng, magnesium, dan fosfor. Tidak ketinggalan karbohidrat, antioksidan, dan serat. Manfaat pare yang paling terkenal adalah menurunkan gula darah. Beberapa studi menunjukkan, mengonsumsi pare dapat menurunkan gula darah dan kadar HbA1c (pemeriksaan untuk memantau kadar gula darah selama periode tertentu) pada penderita diabetes tipe 2. Pare mengandung senyawa kimia yang berperan seperti insulin, sehingga dapat menurunkan gula. Akan tetapi, ada pula studi lain yang menyatakan bahwa pare tidak memiliki dampak signifikan sebagai pengobatan diabetes. Karena itu, manfaat pare yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Selain itu, pare juga diduga memiliki sederet manfaat, sebagai berikut: 1. Mengatasi gangguan pencernaan Rasanya yang pahit membuat pare dipercaya mengatasi konstipasi. Namun, efek samping pare dapat memicu rasa mulas dan memperparah gejala maag. 2. Melawan infeksi Pare dapat digunakan untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti Streptobaccilus, E. coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas. 3. Meningkatkan imunitas pada penderita HIV dan kanker Berdasarkan studi, pare dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus seperti HIV. Studi juga menunjukkan bahwa pare memiliki sifat antikanker. Ekstrak dari buah pare dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Namun masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk memastikan dosis aman, efek samping, serta efektivitas pare dalam mengobati kondisi tersebut. Baca juga: Pare, Sayur Pahit Kaya Gizi 4. Mengurangi peradangan pada penyakit liver Dalam suatu penelitian di laboratorium, antioksidan pada pare terlihat mampu mengikat radikal bebas dan mengurangi peradangan pada penyakit hati. Namun efek ini masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia. 5. Menurunkan kolestrol buruk (LDL) dan meningkatkan kolestrol baik (HDL) Pada percobaan yang dilakukan terhadap hewan percobaan yang diberi ekstrak pare selama 30 hari, terjadi penurunan LDL dan peningkatan HDL. 6. Menurunkan berat badan Pada studi yang juga dilakukan pada hewan percobaan, pare menunjukkan pengaruh pada penurunan berat badan. Selain itu, pare juga dipercaya dapat mengatasi batu ginjal, psoriasis, dan abses kulit, serta luka. Namun data tersebut belum terkonfirmasi dengan penelitian yang akurat dan terpercaya. Di balik manfaatnya, perlu juga diperhatikan jika konsumsi pare berlebihan dalam jangka panjang tidak disarankan. Bahan alami apa pun tidak selalu aman jika dikonsumsi berlebihan. Pare untuk ibu hamil Pare memang dikenal bermanfaat, namun buah satu ini tidak disarankan dikonsumsi ibu hamil, baik diolah dalam masakan maupun dimakan langsung. Senyawa kimia dalam pare diduga dapat memicu perdarahan pada rahim sehingga menimbulkan keguguran. Ibu menyusui juga tidak disarankan mengonsumsi pare, karena zat aktif di dalamnya bisa ditransfer pada bayi melalui ASI. Baca juga: ?Working Mom? Masih Bisa Memberi ASI, asalkan... Sejauh ini penelitian yang membahas bahaya dan manfaat pare untuk ibu hamil masih minimal. Jika ingin mengonsumsinya selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan lebih dulu pada dokter spesialis kandungan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yuk, Mengenal Ragam Khasiat Pare ", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/16/230000420/yuk-mengenal-ragam-khasiat-pare-.

Editor : Glori K. Wadrianto

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »