10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir untuk Semua Ibu Baru


10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir untuk Semua Ibu Baru



Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah, apalagi jika Anda baru pertama kali menjadi seorang ibu. Pertanyaan pun bermunculan di kepala sang ibu. Misalnya berapa kali bayi harus dimandikan dalam sehari? Kenapa bokong bayi sering terlihat berwarna merah? Apakah kita perlu membersihkan lidah bayi? Dan lain-lain. Nah, jika Anda mengalami hal serupa, maka tips di cara merawat bayi bawah ini sangat penting untuk Anda simak.

Seluk-beluk merawat bayi baru lahir

Bayi baru lahir harus menyusu tiap 1-2 jam

Bayi memiliki ukuran lambung yang kecil. Maka untuk menjaganya tidak sampai kelaparan, Anda perlu memberi susu dalam jumlah yang sedikit namun sering.
Biasanya bayi akan menyusu tiap 1-2 jam dalam beberapa hari pertamanya. Ketika bayi lapar, ia akan memberikan beberapa tanda seperti menangis dengan kuat, mengisap tangannya, atau mengecap-ngecap seperti mencari puting.
Bagaimana jika bayi Anda tidur terus? Bayi memang memiliki waktu tidur yang cukup panjang. Namun bila bayi Anda tertidur terus, Anda perlu membangunkannya dan tetap memberi ia susu. Usahakan jangan sampai bayi tertidur ketika menyusu.

. Bayi baru lahir sering gumoh

Setelah bayi menyusu, ia akan mengeluarkan lagi susu tersebut dari mulutnya. Kebanyakan orang menyebutnya dengan istilah gumoh.
Gumoh atau istilah medisnya refluks gastroesofageal terjadi karena katup pemisah antara esofagus dan lambung bayi belum berfungsi sempurna. Selain itu, ukuran lambung bayi yang kecil juga dapat menjadi salah satu penyebab gumoh.
Untuk mencegah gumoh, posisikan bayi Anda tegak selama 30 menit setelah ia selesai menyusu dan biarkan bayi Anda bersendawa.

 Bayi baru lahir tidur selama 16-18 jam per hari

Durasi tidur bayi memang cukup panjang. Bayi bisa tidur sekitar 1-2 jam dalam sekali waktu tidur. Jika dijumlahkan dalam satu hari ia dapat tertidur selama 16 hingga 18 jam. Ketika mencapai usia 6 bulan, sebagian besar bayi tidur selama 6 jam pada malam hari.
Pada malam hari, usahakan agar bayi tidak terbangun. Cara yang dapat dicoba yaitu dengan membiarkan bayi melakukan banyak aktivitas ketika siang hari sehingga ia tetap terjaga dalam waktu yang lama dan dapat tidur lebih lama ketika malam hari.

Bayi baru lahir butuh kehangatan

Usahakan agar bayi tidak kedinginan atau kepanasan. Bayi belum dapat mengatur suhu tubuhnya dengan efektif seperti anak atau orang dewasa. Salah satu penyebabnya adalah karena tubuh bayi masih sangat sedikit mengandung lemak, yang dapat berfungsi menjaga agar tubuh tetap hangat.
Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar bayi tetap hangat yaitu dengan memakaikan pakaian hangat, topi, dan membedong bayi. Periksa suhu tubuh bayi Anda.

Bayi baru lahir punya kulit yang sensitif

Jaga kebersihan bayi Anda karena kulit bayi baru lahir sangat sensitif. Salah satu masalah yang sering timbul pada bayi yaitu ruam popok. Usahakan bokong bayi Anda tetap bersih dan kering. Sering-seringlah ganti popok untuk mencegah munculnya ruam. Gunakan air hangat dan kapas halus ketika membersihkan bokongnya lalu keringkan dengan handuk yang lembut.
Tidak disarankan membersihkan kulit bayi dengan menggunakan tisu basah yang mengandung alkohol. Alkohol bersifat mengeringkan yang dapat memicu iritasi kulit. Selain itu, jangan memakaikan popok pada bayi terlalu kencang karena dapat membuat kulitnya menjadi lecet.

 Bayi baru lahir sering BAB setelah menyusu

Ada bayi yang selalu buang air besar setelah menyusu, ada juga bayi yang buang air besar hanya dua kali per minggu. Akan tetapi pada bayi baru lahir, biasanya ia akan sering buang air besar setelah ia menyusu (sekitar 6 sampai 10 kali per hari). Menjelang usia 3 sampai 6 minggu, frekuensinya akan semakin menurun.
Hal yang perlu diperhatikan ketika bayi buang air besar yaitu konsistensi kotorannya. Ketika bayi baru lahir, kotoran bayi akan berwarna hitam kehijauan dan lengket yang disebut dengan mekonium. Seiring berjalannya waktu, saat ia berusia 2 hingga 4 hari, warna kotorannya akan semakin muda dan tidak lengket.
Perlu diingat, walau kotoran bayi memang lembek, Anda harus tetap waspada apabila bayi Anda mengalami diare. Jika bayi diare, kotorannya akan menjadi lebih cair, warnanya dapat berubah menjadi kuning, hijau atau coklat, jumlahnya pun jauh lebih banyak dari yang biasanya. Jika Anda menemui tanda-tanda seperti itu pada si kecil, bawalah ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 Bayi baru lahir harus dirawat tali pusatnya

Ketika Anda memiliki bayi, biasanya tali pusatnya masih terlihat ketika ia baru lahir. Jaga tali pusat dan kulit di sekitarnya agar tetap bersih dan kering. Jika tali pusat bayi Anda berubah menjadi kemerahan dan berbau, segera bawa bayi Anda ke dokter karena kemungkinan ia mengalami infeksi pada tali pusatnya.

 Ketahui apa yang dirasakan bayi

Ada beberapa orangtua yang bingung tentang apa yang bayi baru lahir rasakan. Contohnya, seperti apa yang bayi baru saja lahir lihat, apa yang bayi dengar, aroma apa yang bayi cium dan masih banyak lain hal lagi.
Umumnya, bayi sudah bisa mendengarkan suara Anda sebagai ibunya atau ayahnya. Pasalnya, sejak di dalam kandungan, ada orangtua yang sudah biasa mengajak bayi untuk berbicara. Dari sini lah bayi mulai hafal suara Anda.
Kemungkinan bayi Anda akan merasa aman ketika mereka mendengar suara Anda dan mungkin merespons dengan memalingkan kepala ke arah Anda. Janin pada dasarnya juga sudah dapat mendengar detak jantung ibu sejak di dalam kandungan.
Lalu, penglihatan bayi baru lahir biasanya belum terlalu jelas. Akan tetapi, biasanya bayi bisa melihat dengan jelas apabila dari mata bayi dan objek hanya berjarak sekitar 30 cm. Biasanya bayi bisa melihat dan menghafal wajah ibunya saat sedang disusui, hal ini bisa disebut juga sebagai “jarak berpelukkan”.

  • Jaga kebersihan dan keamanan bayi
    Jagalah kebersihan tangan saat hendak memegang atau menggendong bayi yang baru lahir. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh Si Kecil agar dia terhindar dari serangan kuman dan virus. Berhati-hatilah saat menggendong bayi yang baru lahir, terutama cara Anda memegang bagian kepala dan leher bayi. Jangan pernah menguncang-guncang bayi saat membangunkan atau menenangkannya, karena dapat menyebabkan pendarahan di otak. Batasi juga cara kita bermain bersama bayi. Jangan lakukan lempar tangkap atau menggoyang-goyangkan bayi di lutut Anda, karena hal itu berbahaya.
  • Memandikan bayi
    Jangan mandikan Si Kecil sebelum tali pusat copot dan area pusar mengering. Cukup seka dengan waslap. Setelah tali pusat copot, mandikan bayi dengan sampo dan sabun yang didesain khusus untuk kondisi kulitnya. Benda-benda pendukung lain yang wajib dimiliki untuk memandikan bayi baru lahir adalah handuk lembut dan bak mandi bayi. Jika khawatir produk yang digunakan bisa menimbulkan iritasi, bicarakanlah dengan dokter.
  • Mengganti popok
    Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dianggap susah adalah memasang popok. Anda mungkin akan mengganti popok hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini tergantung dari asupan yang diterima bayi. Umumnya, bayi yang diberi susu formula sejak lahir akan lebih sering pipis dan buang air besar dibandingkan bayi yang diberi ASI.
    Sementara itu, bayi pertama kali buang air besar setelah sehari atau dua hari kelahirannya. Adapun kotoran bayi baru lahir yang baik berupa mekonium berwarna hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan segala sesuatu yang ditelan bayi saat berada di dalam janin.
  • Memberi susu
    Umumnya, bayi perlu diberi susu 8-15 kali dalam sehari. Ini karena kapasitas perut bayi masih sangat kecil. Susui Si Kecil sesering mungkin, tanpa harus menunggunya menangis atau berteriak terlebih dahulu. Saat menangis, bayi lebih sulit menelan susu sebab lidahnya tidak berada dalam posisi yang tepat untuk meneguk cairan. Mungkin pada awalnya menyusui bayi akan terasa sulit dilakukan. Tapi seiring dengan waktu, bayi dan Anda akan makin menguasai proses ini.
Anjuran Penting bagi Orang Tua
Merawat bayi baru lahir, identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tidak jarang, banyak orang tua dilanda tekanan berlebih. Terlebih bila baru memiliki anak yang pertama. Untuk itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana orang tua mengelola tekanan yang ada. Beberapa hal berikut ini bisa diterapkan untuk mengelola tekanan saat merawat bayi baru lahir:
  • Menjaga kondisi Fisik
    Meski merawat bayi baru lahir sering dikaitkan dengan kurang tidur, hindarilah mengonsumsi kafein. Tetaplah konsumsi makanan sehat, cukupi kebutuhan cairan harian, dan pastikan selalu menghirup udara segar. Agar kondisi tetap bugar, tidurlah berbarengan dengan waktu tidur bayi. Meminta tolong pasangan untuk menggantikan posisi Anda saat malam hari juga bisa dilakukan.
  • Jangan takut
    Melihat mungil dan rentannya Si Kecil yang baru lahir, mungkin membuat Anda dan pasangan merasa khawatir tidak mampu merawatnya dengan baik. Namun kecemasan akan berkurang jika hal tersebut dibicarakan bersama-sama. Selain itu, tertawa ceria bersama bayi dan pasangan bisa menguraikan ketakutan yang Anda rasakan. Jangan khawatir dan tidak percaya diri dalam  melakukan perawatan sehari-hari untuk Si Kecil, seperti mengganti popok atau menenangkannya ketika menangis. Pada awalnya mungkin terkesan kaku, tapi lama kelamaan Anda akan terbiasa melakukannya.
  • Tunda dahulu pekerjaan lain
    Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan sebelum kelahiran buah hati Anda. Membersihkan rumah dan mencuci pakaian bisa ditunda dahulu, agar tidak terlalu lelah saat merawat bayi baru lahir. Anda juga bisa menghemat energi dengan mengurangi kegiatan yang biasanya membutuhkan waktu lama, seperti memasak. Jika sebelum ada si Kecil Anda terbiasa menyiapkan makan malam yang sempurna, maka kini cukup menyajikan makanan yang mudah diolah. Tentu saja, bukan berarti Anda mengesampingkan nilai gizi di dalamnya.
  • Jangan mengurung diri
    Saat merawat bayi baru lahir, jangan ragu untuk keluar rumah. Bayi yang rewel saat di dalam rumah, mungkin akan ceria saat diajak keluar rumah untuk sekadar berjalan-jalan menghirup udara segar. Memiliki bayi juga bukan berarti membatasi hubungan dengan teman-teman dan keluarga Anda. Sesekali, biarkan mereka ikut membantu mengasuh bayi Anda. Jangan menolak saat mereka hendak menggendong bayi atau membantu menjaga Si Kecil. Bantuan ini bisa menghemat tenaga Anda.
  • Tahu kapan meminta bantuan
    Ingat, masa kecil buah hati Anda tidak akan terulang dua kali. Oleh karena itu, nikmatilah masa-masa ‘merepotkan’ tersebut. Meski begitu, Anda harus tetap mengetahui batasan diri sendiri. Jika memang tekanan yang Anda rasakan sudah sangat berat, mintalah bantuan dari ahlinya. Anda bisa meminta bantuan kepada orang tua atau kepada dokter untuk mendapatkan tips merawat bayi.
Kebahagiaan di dalam keluarga dengan kehadiran Si Kecil, jangan sampai terganggu dengan rutinitas perawatannya. Dengan memerhatikan hal-hal di atas, proses merawat bayi baru lahir bisa menjadi lebih menyenangkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »