10 persiapan terbaik saat merencanakan kehamilan

10 Persiapan Terbaik Saat Merencanakan Kehamilan




Pada umumnya setiap pasangan ingin memiliki keturunan setelah menikah. Menjalankan program kehamilan tidak bisa sembarangan lho. Kamu dan pasangan sebaiknya mempersiapkan beberapa hal yang mendukung keberhasilan kehamilan.
 

1. Persiapkan mental dan finansial

Memiliki anak merupakan komitmen seumur hidup. Mental dan finansial menjadi faktor penting saat merencanakan kehamilan. Apakah kamu dan pasangan siap membagi kehidupan antara kehidupan pribadi, pekerjaan dan anak?
Apakah kamu siap dengan apapun kondisi anak setelah melahirkan nanti? Bagaimana tentang biaya persalinan, pilih normal atau C-section? Hal-hal ini bisa mulai dipersiapkan sejak saat ini

2. Konsultasi ke Obgyn

Konsultasikan riwayat kesehatan kamu dan pasangan mulai dari penyakit genetik yang harus diantisipasi, kesehatan organ reproduksi, hingga suplemen-suplemen yang wajib dikonsumsi jelang kehamilan.
Obgyn juga akan merekomendasikan beberapa vaksin imunisasi, seperti TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Hal ini bisa mengantisipasi risiko kehamilan dengan bayi cacat lahir dan meninggal saat lahir.

3. Hindari depresi

Sebisa mungkin kamu dan pasangan menghindari depresi karena ini bisa mempengaruhi kesuburan. Depresi umumnya lebih banyak dialami perempuan, ini bisa menjadi penyebab keguguran.
Jika kamu merasa mengalami gangguan depresi, seperti tidak bergairah dan murung, perubahan nafsu makan, insomnia, lemas dan putus asa, segeralah konsultasi ke dokter. Dokter akan merekomendasikan konsultasi dengan psikiater atau terapis.
Keduanya bisa membantu memberikan resep obat anti depresan yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil.

4. Konsumsi Asam Folat

Hasil penelitian mengatakan, perempuan yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari, setidaknya satu bulan sebelum kamu hamil sampai akhir kehamilan trimester pertama.
Mengonsumsi asam folat mampu mengurangi resiko mengandung bayi cacat tabung saraf seperti spina bifida hingga 50 sampai 70 persen dan juga mencegah bayi cacat lahir.

5. Catat jadwal ovulasi

Kamu bisa mulai mencatat periode menstruasi untuk mengetahui masa subur. Biasanya masa subur terjadi 12-14 hari sebelum menstruasi pertama. Tandanya juga bisa dilihat dari suhu basal tubuh. Perempuan memiliki suhu normal 35,5°C sampai 36°C, saat ovulasi suhu tubuh naik 0,5°C.
Mama juga bisa memperhatikan lendir serviks, tandanya terdapat cairan bening lengket di vagina yang berfungsi mempercepat jalan sperma

.

6. Hindari rokok, minuman keras dan obat terlarang

Penelitian ahli menunjukan merokok atau mengonsumsi obat-obatan dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, dan berat lahir rendah. Bahkan  mengonsumsi tembakau bisa memengaruhi kesuburan kamu dan menurunkan jumlah sperma laki-laki.

7. Siapkan makanan bergizi

Mulailah memilih makan bergizi dan bernutrisi. Perbanyak kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan tinggi protein seperti daging. Minimal 2 cangkir buah dan 2 1/2 cangkir sayuran per hari menjadi menu wajib untuk kamu. Sediakan makanan tinggi kalsium di lemari pendingin seperti susu dan yoghurt.

8. Selektif mengonsumsi ikan

Ikan memang menjadi sumber asam lemak omega-3 paling baik untuk pertumbuhan otak janin. Tapi beberapa ikan mengandung kadar merkuri cukup tinggi. Sebaiknya, hinari jenis ikan seperti hiu, ikan todak, king mackerel, tilefish dan albacore tuna.

9. Batasi Kafein

Tidak ada konsensus yang menyebutkan seberapa banyak asupan kafein yang aman selama hamil. Namun para ahli sepakat bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan untuk menghindari kopi.
Konsumsi kafein berlebih dikhawatirkan mempengaruhi kesuburan. Sebaiknya konsumsi 200 miligram saja atau setara secangkir kecil kopi.
 

10. Waspadai kemungkinan infeksi

Infeksi adalah hal yang ditakutkan nggak terkecuali bagi perempuan yang tengah mengandung.
Untuk itu buat kamu yang sedang merencanakan kehamilan, hindarilah daging dan ikan mentah, telur setengah matang dan jus yang tidak dipasteurisasi karena bisa saja mengandung bakteri salmonella atau E-coli.
Makanan tersebut merupakan sarang bakteri yang menyebabkan listeriosis yaitu penyakit yang mengakibatkan keguguran atau bayi lahir mati.
Pastikan untuk sering mencuci tangan saat akan menyiapkan makanan. Pakailah sarung tangan saat berkebun dan membuang sampah, jauhi kucing dan hewan yang sangat mungkin terkontaminasi toksoplasmosis, karena hal ini berbahaya bagi perkembangan janin.

 Dengan melakukan langkah-langkah persiapan kehamilan di atas, diharapkan tubuhmu akan lebih siap untuk hamil. Jika sudah mencoba berencana untuk hamil dan menjalani beberapa langkah di atas, namun masih belum juga berhasil mendapatkan momongan, kamu dan pasangan sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan.

 

 

 

 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »