7 Cara Berlari Cepat dan Gak Mudah Lelah, Penting untuk Runners Pemula

7 Cara Berlari Cepat dan Gak Mudah Lelah, Penting untuk Runners Pemula



Seberapa sering Anda merasa tak bisa menggerakkan kaki sehabis lari barang 3 kilometer saja? Membuat Anda semakin tak habis pikir bagaimana bisa Usain  berlari begitu santainya sambil tetap tersenyum lebar.
Kita semua ingin hasil instan, tetapi banyak juga dari kita yang menyadari bahwa perubahan membutuhkan waktu. Memang, Anda tidak bisa langsung menjadi pelari tercepat sejagad raya dalam waktu lima menit, tapi Anda bisa meningkatkan kecepatan lari Anda, saat ini juga.

Olahraga lari memang gampang dan murah, tapi gimana sih caranya biar bisa lari cepat dan gak mudah capek? Selain bisa membuat badanmu makin sehat dan bugar, siapa tahu kan kamu bisa jadi atlet di masa yang akan datang. Minimal ini akan berguna untuk kamu yang ingin mengikuti marathon 5 km maupun 10 km dalam waktu dekat. Yuk, cek tipsnya!

1. Ayunkan tanganmu untuk memberikan dorongan kecepatan

Lari memang perkara kaki. Namun, dilansir dari hellosehat.com ternyata tangan juga punya peranan untuk membuat larimu lebih cepat. Menurut Matthew Uohara, CEO Hale Inu Strength and Conditioning, kepalkan tangan dengan posisi ibu jari di dalam untuk membuat otot lengan atas menegang.
Saat berlari, ayunkan tangan sekeras mungkin ke belakang. Dengan begitu, kamu akan mendapat bantuan elastis dari otot dada dan bahu. Selain itu, kamu pun akan mempersingkat ayunan ke depan sehingga transisi lebih cepat.

2. Arahkan jari kaki menghadap langit

Saat melangkah, biasanya jari-jari kaki akan relaks menghadap ke depan. Sementara, menurut Uohara, membiarkan jari-jari kaki lurus ke depan hanya akan membatasi gerak dan membuat kaki mengayuh lebih lama karena terasa berat. Karena itu, arahkan jari kaki menghadap langit saat berlari.

3. Alih-alih tumit, gunakan kaki bagian depan untuk mendarat

 Saat mendarat, gunakan bagian kaki depan dengan tamparan cepat, tapi lembut. Perpindahan tersebut akan membuat pinggul dan panggul mendorong tubuhmu sehingga larimu lebih efisien. Selain itu, cara tersebut akan membuat kakimu lebih sedikit mendapat benturan, daripada yang menggunakan tumit saat mendarat.

4. Gunakan postur tubuh yang sempurna saat berlari

Condongkan dadamu ke depan, namun jaga agar tubuh dan pinggangmu gak menekuk. Jangan biarkan badanmu membungkuk karena kan membuatmu sulit bernapas. Hal itu juga akan membuat tekanan yang lebih besar pada leher. Dengan postur tersebut kamu akan mendapatkan bantuan gravitasi saat berlari.

5. Kayuhkan kakimu seperti jarum jam

Saat berlari, gerakkan kakiku seperti jarum jam. Buat gerakan memutar seperti saat mengayuh sepeda. Angkat kaki searah jam 12 kemudian dorong ke bawah searah jam 4. Lalu, mendaratlah ke tanah searah jam 6. Terakhir, ayun ke belakang searah jam 9. Dengan bergerak seperti itu, larimu akan semakin cepat.

6. Ubahlah kecepatan berlarimu

Untuk berlari cepat bukan berarti harus sekuat tenaga, kecuali untuk keperluan lari jarak pendek. Untuk meningkatkan kecepatan berlari, kamu bisa mulai lari lebih lambat. Sebagai latihan kamu bisa melangkah dengan ringan dan santai. Berlari dengan cepat di awal hanya akan membuat napasmu tersengal-sengal dan kaki terasa sakit.

7. Atur napas sesuai dengan langkah kakimu

Saat berlari, usahakan napas selaras dengan langkah kakimu. Ini akan membuat larimu lebih cepat dan efisien. Untuk bernapas, kamu bisa gunakan teknik satu tarikan napas untuk dua langkah kaki, sementara satu embusan napas untuk dua langkah kaki.
Itu tadi cara mudah untuk berlari dengan cepat, namun gak bikin cepat lelah. Latihan lari memang paling berat di awal. Banyak orang menyerah di tahap ini. Namun jika terus berusaha, lari akan terasa jauh lebih mudah

 

 

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »