cara jitu menghilangkan rasa mual saat hamil

cara jitu menghilangkan rasa mual saat hamil





Wanita hamil umumnya mengalami mual (morning sickness) terutama di trimester awal kehamilannya. Menghilangkan mual saat hamil bisa dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.
Ibu hamil kebanyakan akrab dengan rasa mual dan muntah-muntah. Walaupun dikenal dengan istilah morning sickness, mual dan muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari, tapi juga bisa di siang, sore, malam atau bahkan sepanjang hari penuh. Selain mual muntah, Bumil juga dapat merasa pusing dan sakit kepala ketika mengalami kondisi ini. Keluhan mual muntah ini sebenarnya dipicu oleh perubahan hormonal saat hamil sehingga Bumil merasa mual, dan tidak jarang dapat mengganggu aktivitas

Berapa lama mual saat hamil berlangsung?

Mual saat hamil biasanya dimulai sejak awal masa kehamilan dan mencapai puncaknya sekitar minggu ke sembilan. Menjelang akhir trimester pertama, rasa mual mulai mereda. Baru saat kandungan berusia 16-20 minggu, mual saat hamil umumnya akan hilang sepenuhnya.
Namun, ada juga ibu hamil yang terus-menerus mengalami mual dan sakit bahkan setelah kandungan berusia lebih dari 16 atau 20 minggu. Bahkan ada yang merasakan mual dan muntah sepanjang masa kehamilan, alias 9 bulan penuh, terutama pada ibu hamil yang mengandung bayi kembar.


lalu apa yang harus dilakukan ibu hamil agar mual berkurang? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini
  1. Makan sedikit namun sering dapat membantumu mengatasi mual. Makan yang terlalu banyak pada ibu hamil dapat menyebabkan mual dan muntah. Porsi makan yang cukup, akan membantumu terhindar dari mual.
  2. Hindari langsung beranjak dari tempat tidur saat bangun pagi hari. Beri jeda, saat Sahabat Fimela merasa mual segera makan camilan seperti biskuit. Tunggu mual mereda baru melakukan aktivitas.
  3. Hindari makanan yang dapat memicu gas seperti kol, nangka, makanan ferementasi, durian dan sawi hijau.
  4. Jauhi makanan yang dapat menimbulakan mual seperti makanan dengan lemak tinggu, makanan yang berminyak dan makanan pedas.
  5. Perbanyak minum. Saat mual, ibu hamil akan mengeluarkan energi yang banyak. Atasi dengan minum yang banyak untuk menghindari dehidrasi.
  6. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, mangga, strawberry, apel dan jambu merah.
  7. Perbanyak istirahat. Jangan terlalu memforsir energimu. Jika diperlukan maksimalkan tidur siangmu. Seperti yang dilansir dari thebump.com, manfaat tidur siang pada ibu hamil bisa menurunkan risiko melahirkan bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.
  8. Konsumsi vitamin B6 yang banyak ditemukan dalam susu khusu ibu hamil. Mengonsumsi susu selain membantu memenuhi nutrisi juga dapat mengurangi rasa mual.
  9. Saat hamil hindari terlalu stres. Saat stres, kondisi psikis ibu hamil dapat terganggu.
  10. Mengonsumsi jahe hangat, teh mint dan air lemon bermanfaat untuk mengurangi rasa mual.

Sementara itu, pada wanita dengan mual yang parah, dokter akan memberikan droperidol (Inapsine) dan diphenhydramine (Benadryl).

Antihistamin and antikolinergik

Meclizine (Antivert), dimenhydrinate (Dramamine), dan diphenhydramine termasuk obat-obatan yang terbukti efektif mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Selain itu, obat-obatan ini juga tentunya aman diminum oleh ibu hamil.

Obat motilitas

Metoclopramide (Reglan) merupakan obat yang membantu memperlancar gerak saluran pencernaan. Obat ini bekerja dengan meningkatkan tekanan pada sfingter (otot dengan bentuk seperti cincin yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh) dan terletak di kerongkongan bawah.

Cairan intravena

Pada orang dengan kasus hiperemesis gravidarum, cairan intravena menjadi salah satu pengobatan penting yang akan diberikan. Cairan intravena membantu menggantikan cairan yang hilang akibat muntah terus-menerus. Biasanya perawatan ini diberikan di rumah sakit saat rawat inap atau di unit gawat darurat.
Umumnya, dokter akan mengombinasikan cairan intravena dengan antiemetik atau obat antimual. Obat antimual ini bisa diberikan dalam bentuk pil untuk langsung diminum, rektal (melalui anus), atau dimasukkan ke dalam infus.

Pengobatan alami

Jahe

Salah satu cara populer mengatasi mual dan muntah saat hamil, yaitu dengan mengonsumsi jahe. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang bisa Anda olah menjadi minuman hangat seperti teh. Selain itu, jahe juga bisa diolah menjadi minuman yang menyegarkan hanya dengan menambahkan gula merah ke dalamnya.
Namun, usahakan untuk berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum meminumnya setiap hari. Sekalipun bahan alami, jahe bisa saja memiliki efek yang kurang baik untuk kehamilan Anda.

Minyak lemon

Sebuah penelitian di Iranian Red Crescent Medical Journal menyatakan bahwa minyak lemon bisa membantu mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil. Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa wanita hamil yang menghirup minyak lemon mengalami gejala mual dan muntah yang berkurang.

Minyak lavender

Minyak lavender termasuk salah satu bahan alami yang dapat membantu mengurangi mual. Minyak esensial yang satu ini merangsang rasa rileks agar sehingga rasa mual akan hilang perlahan.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda hanya perlu meneteskan 2 sampai 3 tetes minyak lavender ke dalam diffuser atau sebaskom air untuk kemudian dihirup uapnya.

Minyak peppermint

Peppermint termasuk salah satu jenis minyak esensial yang membantu mengatasi mual. Para ahli percaya bahwa minyak ini membantu melemaskan otot-otot lambung dan mengurangi kram atau kontraksi berlebih. Anda hanya perlu menghirup uapnya agar perasaan mual mereda.

Minyak spearmint

Salah satu cara alami mengatasi mual saat hamil yaitu dengan menggosokkan minyak spearmint yang telah dilarutkan ke perut.
Selain digosokkan ke perut, Anda juga bisa menghirup uapnya secara langsung untuk membantu meredakan perasaan mual. Aroma spearmint yang menyegarkan dicampur dengan aroma mentol mampu membuat Anda merasa lebih segar.

Minyak biji adas

Minyak biji adas mampu mengendurkan saluran pencernaan serta mencegah dan mengobati mual. Anda bisa mengencerkan minyak biji adas dengan minyak pembawanya untuk kemudian diusapkan ke perut guna meredakan mual.

Terapi

Akupunktur

Akupunktur merupakan terapi yang dilakukan dengan menyisipkan jarum yang sangat tipis pada titik-titik strategis di tubuh. Pengobatan tradisional Tiongkok ini dipercaya mampu menyeimbangkan aliran energi yang mengalir melalui jalur meridian di tubuh. Rangsangan di titik-titik ini mampu merangsang saraf, otot, dan jaringan ikat.
Selain mengobati nyeri, akupunktur merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan untuk membantu mengatasi mual saat hamil. Meski belum terbukti secara ilmiah, teknik ini cukup membantu dan efektif untuk sebagian wanita.

Akupresur

Akupresur adalah teknik pengobatan tradisonal Tiongkok dengan menekan beberapa titik tertentu di tubuh. Biasanya titik akupresur untuk meredakan mual terletak tiga jari di atas pergelangan tangan.
Sekarang ini bahkan sudah ada semacam gelang yang bisa membantu memberikan efek akupresur. Biasanya gelang ini ditaruh di atas pergelangan tangan atau sesuai yang diinstruksikan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik ini mampu meringankan gejala mual dan muntah pada wanita hamil. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mencoba terapi ini sebagai salah satu cara mengatasi mual saat hamil.

Hipnosis

Hipnosis menjadi salah satu cara yang juga cukup banyak digunakan untuk meredakan mual di pagi hari. Anda bisa mencoba cara ini karena sangat aman dan tidak akan memberikan efek negatif pada tubuh dan janin.
Hubungi dokter kandungan Anda kemudian minta rekomendasi padanya mengenai ahli yang bisa melakukan terapi ini. Cara ini biasanya sering kali dilakukan pada orang dengan kondisi mual dan muntah yang parah saat hamil.

Pijat refleksi

Sebenarnya belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa pijat refleksi menjadi salah satu cara ampuh mengatasi mual saat hamil. Namun, menekan titik-titik tertentu di kaki akan membantu meringankan gejala dan membuat Anda lebih rileks. Untuk itu, tak ada ruginya mencoba cara mengatasi mual yang satu ini.

Pengobatan rumahan

Makan makanan bergizi seimbang

Makanan bergizi seimbang membantu menjaga tubuh tetap ternutrisi dengan baik. Dengan begitu, sang ibu dan bayi tidak akan mengalami kurang gizi. Bayi yang kurang gizi berisiko lahir dengan berat badan yang rendah.
Pilihlah makanan sehat untuk ibu hamil yang kaya protein, rendah lemak, dan mudah dicerna. Kemudian, hindari makanan pedas dan terlalu berlemak apalagi yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »