Cara membuat sepatu non kulit

Cara membuat sepatu non kulit




Sepatu merupakan alas kaki sekaligus salah satu barang fashion untuk seseorang, sepatu merupakan barang yang sederhana namun tidak banyak orang yang bisa membuat sepatu.
Pada dasarnya semua orang bisa membuat sepatu seandainya dia mau belajar dan tekun dalam membuat sepatu, karena dalam membuat sepatu orang harus mempunyai keterampilan didalamnya dan nilai plus bagi orang yang suka seni karena dalam desain sepatu kita bisa membuat pola dengan bagus.

Dalam pemembuatan sepatu kita harus siapkan barang dan bahan untuk membuat sepatu itu sendiri. Usahakan beli ditempat khusus penjualan barang dan bahan sepatu. Disini saya akan menerangkan Cara Pembuatan Sepatu , dan oleh karenanya kita tidak perlu menggunakan mesin-mesin sepatu berat dan mahal.


LEM
Dalam pembuatan sepatu, penggunaan lem sangat mutlak dan vital. Aplikasi lem dalam membuat sepatu tergantung dari bahan dan proses yang akan dilakukan.
Sedangkan lem sendiri pada dasarnya di bagi menjadi tiga: bahan primer (yaitu bahan pertama yang dioleskan pada bahan) lem kuning dan lem putih. Lem kuning biasanya dipakai sebagai bahan perekat Bantu jahit. Sedang untuk jenis lem putih digunakan dalam berbagai aplikasi khususnya antara bahan PVC, EVA dan Kulit. Yang perlu diperhatikan adalah proses pengeleman, karena tiap bahan aplikasinya berbeda.
Biasanya jenis lem yang digunakan untuk pengeleman sepatu ada berbagai
macam,tergantung jenis material yang akan dilem, leather, spoon, Foam, rubber atau
yang lain, tetapi pada dasarnya komponen utama dari proses lem / cementing adalah
latex, yang membedakan adalah campurannya, bisa menggunakan MEK, DPLO atau
jenis lainnya, tergantung pada material yang akan di-lem.
Pencucian / Pembersihan Sebelum Pengeleman
Sebelum mengerjakan proses pengeleman maka kedua bahan ( karet , spon , kain , kayu , kulit ) yang akan saling di rekatkan harus di bersihkan / dicuci dulu agar benar -benar terbebas dari apapun yang membuat proses ” rekat ” menjadi berkurang . Kotoran debu , minyak , embun air , sisa lem  adalah  para pengganggu proses ” rekat ” ini .
Cara membersihkannya adalah dengan mengoleskan cairan pencuci di daerah yang akan di lem , sedangkan untuk yang tidak akan di lem tentu saja jangan di kasih pencuci . ( cairan ini banyak sekali jenisnya namun semakin mahal semakin bagus dan  cairan ini bisa dengan mudah didapatkan di toko -toko  bahan  sepatu di sepanjang jalan Cibaduyut raya – Bandung sebelah selatan , kurang lebih di sekitar TVRI Bandung  di sekitar terowongan jalan Tol Cibaduyut – Bandung , anda tinggal menyebutkan ke pelayan toko : ” permisi , mau beli pencuci ” pasti sudah pada tau dan pelayan kemudian bertanya : “pencuci yang mana , yang merk apa ? ” )

 Untuk sepatu yang menggunakan Plipid maka  seluruh permukaan dalam plipid harus di bersihkan dan sebelumnya harus di amplas atau di gurinda agar nantinya maksimal hasilnya ketika di lem .

LEM LATEX
Latex adalah cairan putih seperti susu terbuat dari karet alam dengan bau yang sangat menyengat . Lem Latex di gunakan untuk mengelem bagian permukaan kain muka sepatu ,  bagian dalam kain ini nantinya di lapisi  dengan lapis / trikot  sebelum naik ke proses jahit .
Antara kain dengan trikot harus di lem karena jika tidak di lem maka bagian dalam ( trikot ) akan mengembung , sedangkan untuk pertanyaan kenapa harus memakai lem latex ? jawabannya karena lem latex ini mudah di oleskan ke kain sehingga waktu pengerjaan sepatu lebih cepat , alasan lainnya adalah karena lem latex tidak merekat dengan sempurna sehingga bisa di lepas lagi jika ada kesalahan posisi , karena berbentuk cairan maka lem latex cepat meresap ke dalam kain dan permukaan hasil lem terlihat  sangat tipis sehingga kain tidak kaku .
POLA
Pembuatan pola sepatu dapat dilakukan dengan dua metode yaitu  manual dan computer. Pokok permasalahan utama dalam pembuatan pola, adalah cara pengukuran kaki yang benar, acuan sepatu yang bagus, dan acuan baku dari model yang ingin di buat.
Pembuatan pola secara manual biasanya  memakai metode geometri (bagi yang pintar matematika)  ,  dan metode menjiplak langsung ke sulas atau copy of last  .
Last / Sulas adalah kayu atau Plastik yang di  bentuk sesuai bentuk kaki manusia , Last / Sulas mempunyai ukuran bermacam – macam mulai dari ukuran bayi hingga ukuran kaki orang eropa . Harga Last / sulas berkisar Rp. 70.000 ~ Rp.150.000,-  per pasang .
Cara mempraktekannya adalah dengan menempelkan solasi / plester kertas ( solasi kertas ini juga banyak tersedia di toko bahan sepatu cibaduyut – Bandung ) ke sekujur badan sulas , kemudian menggambar kan model sepatu ke solasi kerta tersebut dengan pensil  , setelah itu kemudian lepaslah solasi kertas tersebut dan kemudian di gunting sesuai goresan gambar .
Jika sudah maka hasil gambarnya yang sudah dipotong- potong kemudian di pindah / diganti dengan menggunakan kertas karton tebal dan kaku ( uniflex )
Kemudian uniflek di potong sesuai gambar dan kemudian siap untuk di di jadikan mal / panduan model ke kain atau bahan muka sepatu .
Sedang kalau memakai computer biasanya menggunakan metode geometri memakai coreldraw  atau software khusus sepatu  2 dimensi ataupun yang  3 D , akan tetapi metode ini agak kaku dan sangat jarang sekali yang mampu menggunakannya .
Cara copy of last mempunyai tingkat keakuratan yang cukup tinggi dan tingkat fitting yang lebih baik di bandingkan dengan yang geometri. Hal tersebut dapat terjadi karena metode copy of last langsung menggambar pola dari acuan sepatu. Sedang geometri berdasarkan rumus perhitungan yang sudah ada.

Sole
Sole adalah  bagian terbawah sepatu yang menentukan kekuatan,keindahan,kenyamanan dan harga sepatu.Tapi walaupun sole sudah sempurna namun jika material sole sepatu kurang baik maka ke empat hal di atas tidak akan terpenuhi.
Sole sepatu ada yang dicetak terpisah dari sepatu bagian atas dan ada pula dicetak langung  dengan badan sepatunya (sepatu injek/sepatu injeksi ).Sole sepatu yang dibuat/dicetak terpisah membutuhkan mesin yang lebih sederhana dibandingkan dengan sole sepatu injek.
Sole sepatu biasa ,dicetak dengan menggunakan mesin cetak karet manual handpress atau dengan hydrolik rubber press.Sedangkan untuk jenis sepatu injeksi ,pemasangan sole sepatu langsung naik kemesin injection bersamaan dengan bagian atas sepatu yang sudah jadi.
Ada tiga jenis sole yang secara umum diketahui pengrajin sepatu ,
1. Sole mangkok
Sole ini dicetak menyatu antara dasar sole dengan pleped/plipidnya , contoh sepatu yang memakai sole jenis ini yaitu : sepatu safety, sepatu PDL-PDH ,sepatu sport ,sepatu gunung , sepatu fantovel ,sepat
u kulit ,sepatu rider ,sepatu custom dll


2. Sole simplek
Sole ini di cetak terpisah antara dasar sole yang berupa lembaran dengan plipidnya , contoh sepatu yang memakai sole jenis ini yaitu : sepatu bayi , sepatu wedges , sepatu vans converse dan sejenisnya , sepatu flat , sepatu balet dll


3.Sole inject
Sole ini berbentuk sole mangkok tapi langsung dicetak bersama badan ( pengrajin menyebutnya muka sepatu ) sepatunya , contoh sepatunya seperti sepatu Safety , sepatu PDL dan PDH , sepatu gunung, walaupun sepatu-sepatu tersebut juga lazim di buat dengan menggunakan sole mangkok

 cara menjahit bagian bawah sepatu sebelum ditempel dengan sole.Cara termasuk cara yang paling canggih.DiIndonesia masih sangat jarang.


Membuat pola sol atas sepatu
1. Siapkan sol  sepatu. Ada banyak jenis dan bentuk sol sepatu, kita bisa membelinya di toko-toko penyedia material industri.

2. Letakkan sol di atas kertas karton dengan posisi terbalik, kemudian buat pola sesuai bentuk sol. Kemudian gunting karton 0,5 cm lebih besar dari pola.




Tips

  • Sangat disarankan untuk membuat sepatu dalam waktu bersamaan. Selain menghemat waktu, hasil sepatu Anda akan jauh lebih mirip jika dikerjakan dalam waktu berdekatan.
  • Beberapa jahitan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memang berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi. Cobalah bereksperimen menjahit di beberapa lembar kain sampai Anda menguasainya.

Peringatan

Membuat sepatu dari awal memang menantang, terutama jika Anda tidak terbiasa berkreasi dalam seni maupun hasta karya. Anda tidak akan seketika berhasil membuat sepatu yang nyaman dipakai. Jadi, teruslah mencoba dan tak perlu gugup saat membuat kesalahan. Belajarlah dari kesalahan dan cobalah mengasah keahlian Anda dalam hal mengukur dan menjahit sebelum kembali memulai jika tidak yakin







    Share this

    Related Posts

    Previous
    Next Post »