cara menhilangkan bidur untuk selamanya

 pengertian biduran





Biduran adalah reaksi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan, disertai rasa gatal. Biduran atau urtikaria dapat muncul di seluruh bagian tubuh dan terkadang muncul secara tiba-tiba.
Ukuran bentol berbeda-beda pada saat muncul. Umumnya biduran akan hilang dengan sendirinya atau diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun pada beberapa kasus, biduran tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu dan berulang. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai
 biduran kronis

Gejala Biduran

Biduran di kulit terlihat sebagai bercak-bercak, ruam, dan bentol-bentol yang terasa gatal. Bercak ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Biasanya gejala biduran muncul secara tiba-tiba, kemudian memudar dengan sendirinya dalam waktu sekitar 24 jam, dan tidak memerlukan pengobatan khusus.
Namun, penderita biduran sebaiknya meminta pertolongan medis apabila mengalami salah satu dari gejala berikut:
  • Pusing
  • Bengkak di area mata atau mulut
  • Sesak napas
  • Lemas
Gejala tersebut menandakan reaksi alergi yang parah dan memerlukan penanganan segera. Namun, jika rasa gatal yang dirasakan terkesan ringan, Anda dapat membantu mengurangi gejala biduran dengan beberapa perawatan di rumah.

Penanganan Biduran yang Dapat Dilakukan di Rumah

Jika biduran tidak disertai gejala lain dan gatal yang dirasakan tidak berat, Anda dapat meredakannya dengan beberapa perawatan berikut ini:

1. Jauhi faktor pemicu biduran

Langkah pencegahan dan perawatan terpenting pada biduran adalah mengetahui faktor pemicunya, dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan faktor tersebut.
Misalnya, jika biduran muncul setelah makan makanan tertentu, maka hindari mengonsumsi makanan tersebut. Atau jika biduran muncul saat stres, maka lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

2. Gunakan kompres dingin

Menempelkan sesuatu yang dingin pada kulit Anda dapat membantu meringankan iritasi dan meredakan rasa gatal. Anda dapat menggunakan sebongkah es yang dilapisi dengan handuk dan menempelkannya ke daerah yang terasa gatal selama 10-15 menit. Ulangi hingga 4 kali dalam sehari.

3. Mandi dengan larutan anti gatal

Terdapat beberapa produk yang bisa Anda tambahkan ke bak mandi untuk membantu meredakan rasa gatal. Salah satunya adalah oatmeal (khusus dipasarkan sebagai produk oatmeal koloid untuk mandi) atau satu genggam soda kue.
Hindari produk perawatan kulit yang dapat menyebabkan iritasi. Beberapa jenis sabun, terutama yang mengandung pewangi, dapat membuat kulit kering dan menambah rasa gatal. Pastikan Anda menggunakan sabun khusus untuk kulit sensitif. Gunakan juga produk losion khusus untuk kulit sensitif, dan oleskan segera setelah mandi untuk membantu meringankan rasa gatal.

4. Jaga suasana sejuk

Suhu yang panas dapat membuat rasa gatal semakin parah. Kenakan pakaian yang tipis dan longgar, serta berbahan nyaman dan dapat menyerap keringat. Jaga suhu udara di dalam ruangan agar tetap sejuk dan nyaman.
Hindari duduk di bawah sinar matahari langsung atau mandi air panas, untuk mencegah kekambuhan biduran.

5. Mengonsumsi atau mengoleskan obat

Jika cara lain tidak efektif meredakan rasa gatal akibat biduran, Anda dapat mencoba menggunakan obat-obat antigatal yang dijual bebas, seperti obat golongan antihistamin dan losion kalamin.
Untuk biduran yang sangat luas dan sering kambuh, mungkin diperlukan obat resep dokter, seperti kortikosteroid dan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

Langkah Pencegahan Biduran

Mengetahui dan menghindari apa yang menjadi pemicu rasa gatal di kulit merupakan kunci untuk mencegah kambuhnya biduran. Beberapa hal yang bisa memicu biduran adalah kontak dengan binatang, penggunaan parfum, suhu panas atau dingin, atau paparan bahan kimia tertentu.
Dalam banyak kasus, biduran disebabkan oleh makanan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan membuat food diary. Catatan ini dapat membantu Anda mengingat makanan apa yang mungkin menyebabkan biduran. Beberapa obat juga dapat menimbulkan biduran, sehingga penting untuk mencatat obat dan suplemen apa saja yang Anda pakai sehari-hari.

Obat biduran yang biasa diresepkan dokter

Berikut berbagai obat biduran yang biasa diresepkan dokter:

1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal. Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti:
Jika keempat jenis antihistamin tersebut tidak cukup membantu, biasanya dokter akan meningkatkan dosisnya. Selain itu, dokter juga akan mencoba jenis antihistamin lain yang memiliki efek mengantuk agar rasa gatal sedikit terobati dengan tidur. Contoh obat ini antara lain Chlorpheniramine (CTM), hydroxyzine pamoate (Vistaril), dan doxepin (Zonalon).
Jangan lupa untuk membicarakan dengan dokter jika Anda sedang dalam kondisi hamil dan menyusui, memiliki kondisi medis lain, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

2. Losion calamine

Losion calamine membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit. Anda dapat menggunakan losion calamine langsung ke kulit dengan cara:
  • Kocok losion agar racikannya tercampur rata.
  • Tuangkan losion ke kapas.
  • Oleskan kapas ke kulit yang biduran dan diamkan sampai kering.

3. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti seperti prednison dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar. Pasalnya, obat ini memiliki berbagai efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

4. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

5. Omalizumab (Xolair)

Omalizumab biasanya diberikan dengan cara disuntikkan ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun. Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala yang Anda alami terasa memburuk atau bertahan lebih lama dari beberapa hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Begitu pula jika faktor pemicu biduran tidak diketahui dengan jelas.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah dan tes alergi, untuk mengetahui pemicu biduran. Setelah diketahui, dokter akan memberikan catatan berupa hal apa saja yang perlu dihindari, dan meresepkan obat untuk mengobati biduran.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »