Migrain akibat apa?ini jawabanya


Migrain akibat apa?ini jawabanya





 


Migrain atau sakit kepala sebelah adalah kondisi berupa sakit kepala yang hanya terjadi pada satu sisi kepala. Kendati demikian, tapi migrain dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, karena tak jarang migrain juga disertai dengan perasaan mual dan muntah, serta menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Penyebab migrain sendiri ada bermacam-macam, bisa karena makanan, cuaca, bahkan mental individu. Nah, melansir dari SELF dan Huffpost,

Dilansir Prevention, banyak orang yang ternyata tidak terdiagnosis atau salah terdiagnosis dengan migrain. Selama ini, migrain dilaporkan memengaruhi lebih dari 36 juta orang di Amerika Serikat (AS) dan mereka yang berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya adalah perempuan serta orang-orang berusia antara 30 hingga 40 tahun. Migrain dapat bersifat episodik, namun juga bisa menjadi kronis atau terjadi selama 15 hari atau lebih dalam satu bulan, bahkan lebih dari tiga bulan. Menurut Wade Cooper, Direktur University of Michigan's Headache and Neuropathic Pain Clinic di Ann Arbor, migrain adalah refleks neurologis. "Saat migrain terjadi, selaput otak mendapatkan sinyal inflamasi yang mengiritasi saraf yang sakit dan itu mengirim sinyal jauh ke dalam otak, kemudian otak mengaktifkan kaskade hipersensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Apapun yang menganggu sistem saraf dapat mengaktifkan refleks itu," ujar Cooper. Menurut Santiago Mazuera Mejia, ahli saraf di Sandra and Malcolm Berman Brain & Spine Institute di LifeBridge Health di Baltimorem Maryland, semakin cepat Anda mengetahui migrain terjadi, maka semakin baik perawatan yang dapat dilakukan. Dengan begitu, meningkatnya frekuensi sakit kepala ini bisa dicegah.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Ayo Kenali Penyebab Migrain, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/11/21/70717/ayo-kenali-penyebab-migrain

Penulis: Rizma Riyandi
Editor : Rizma Riyandi
 Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami oleh banyak orang.
Beberapa orang yang sering mengalaminya sudah punya metode tersendiri untuk mengusir migrain. Namun, apa jadinya jika migrain yang dialami memberikan gejala yang berbeda?
Kamu yang sering mengalami migrain perlu berhati-hati. Sebab, jika gejala migrain yang dialami sudah berbeda dari yang biasa terjadi, hal itu bisa saja menjadi tanda munculnya penyakit yang lebih serius.




 Mengalami sakit kepala memang sangat menyiksa, apalagi jika sakit kepala sebelah. Ketika sakit kepala sebelah menyerang, aktivitas sehari-hari kamu pastinya akan terganggu. Ya, sakit kepala sebelah atau dikenal dengan nama migrain ini memang dinilai sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas.
Migrain adalah nyeri kepala sedang hingga parah yang terasa berdenyut yang umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala saja. Penyakit ini lebih sering diidap wanita dibandingkan pria. Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah mengalami sakit kepala, sekitar 30 persen merupakan sakit kepala migrain.
Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala dan bahkan menyerang leher penderita.
Agar rasa sakit kepalamu teratasi dengan tepat, maka kamu harus mengetahui penyebab yang mendasarinya dan bagaimana cara tepat mengatasinya. Berikut penyebab migrain kiri yang rangkum dari berbagai sumber,Selasa (27/11/2018).


Migrain akibat apa?ini jawabanya
 
 
1. Kelaparan
Penyebab migrain kiri yang pertama adalah karena kelaparan. Otak membutuhkan gula (glukosa) dari makanan sebagai bahan bakar agar berfungsi optimal. Bila sampai tidak makan, maka kadar gula darah menjadi turun (hipoglikemia), akibatnya otak memberikan respon berupa sakit kepala.
2. Stres
Penyebab migrain kiri selanjutnya adalah mengalami stres. Saat kita mengalami stres, tubuh melepaskan bahan kimia yang memiliki sifat ‘figh or fligh’ . Bahan kimia ini membuat otot-otot menjadi tegang dan mengubah aliran darah, yang keduanya menyebabkan sakit kepala.
3. Salah makan
Penyebab migrain lainnya yang jarang disadari adalah salah makan. Makanan tertentu ternyata diketahui menyebabkan sakit kepala, terutama yang mengandung bahan pengawet. Makanan pemicu sakit kepala di antaranya keju tua, anggur merah (minuman), kacang-kacangan, dan daging olahan.
4. Alkohol
Penyebab migrain kiri lainnya adalah karena mengonsumsi alkohol. Bir, anggur, dan minuman beralkohol lainnya mengandung etanol, bahan kimia yang memicu sakit kepala karena dapat memperlebar pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di sekitar kepala melebar, maka itu akan menyebabkan tekanan dan sensitifitas pada saraf-saraf di kepala.
 5. Kurang tidur
Penyebab migrain selanjutnya adalah kurang tidur. Gangguan kurang tidur atau Insomnia bisa memicu sakit kepala sebelah kiri. Begitu sakit kepala terjadi, rasa sakit juga bisa membuat tidur kurang nyenyak di malam hari, sehingga yang terjadi adalah pola lingkaran setan. Orang dengan gangguan tidur lainnya seperti obstructive sleep apnea juga lebih rentan mengalami sakit kepala.
6. Salah posisi tidur
Penyebab migrain kiri yang jarang disadari selanjutnya adalah salah posisi tidur. Masalah tersering yaitu ketika posisi kepala tidak tepat, atau bantal yang tidak suport. Di pagi hari saat bangun, kita akan merasakan bahwa leher kita terasa nyeri atau kaku, bahkan untuk menengok kanan kiri ataupun menunduk. Jika ketegangan otot leher itu di sisi kiri, maka hal ini bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.
7. Infeksi dan alergi
Penyebab migrain lainnya adalah karena adanya infeksi dan alergi. Sakit kepala sebelah kiri ataupun kanan sering disebabkan oleh infeksi pernafasan seperti flu atau pilek biasa. Tak heran, karena demam dan saluran sinus yang tersumbat dapat menyebabkan sakit kepala yang merupakan gejala sinusitis. Begitu pula dengan alergi yang mempengaruhi sinus, menyebabkan rasa sakit dan tekanan di balik dahi dan tulang pipi.
Terlebih lagi pada kasus infeksi serius seperti ensefalitis dan meningitis, kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih hebat. Disertai gejala lainnya seperti kejang, demam tinggi, dan leher kaku.
8. Masalah gigi dan gusi
Penyebab migrain lainnya adalah masalah gigi dan gusi. Ketika gigi atau gusi mengalami peradangan dan rasa sakit, maka sakitnya dapat menyebar sampai di kepala. Tergantung pada sisi mana yang terkena, jika yang sakit adalah gigi dan gusi sebelah kiri, maka hal itu bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kiri.
4 dari 5 halaman


9. Obat berlebihan
Penyebab migrain yang mungkin jarang disadari adalah minum obat berlebihan. Obat untuk mengobati sakit kepala justru dapat menyebabkan sakit kepala lebih berat apabila digunakan lebih dari dua atau tiga hari dalam seminggu. Sakit kepala ini dikenal sebagai medication overuse headaches, atau sakit kepala rebound. Sakit kepala terjadi hampir setiap hari, dan rasa sakit mulai saat bangun di pagi hari.
Obat-obatan yang bisa menyebabkan sakit kepala berlebih meliputi: aspirin, acetaminophen (parasetamol), ibuprofen, naproxen, triptan, ergotamin, oxycodone, tramadol, dan hydrocodone.
10. Gangguan saraf
Penyebab migrain kiri selanjutnya adalah gangguan saraf. Adanya masalah pada saraf terkadang bisa menjadi sumber sakit kepala. Occipital neuralgia: Saraf oksipital terletak di dasar tengkorak. Iritasi pada saraf ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, menusuk-nusuk di bagian belakang kepala atau pangkal tengkorak. Rasa sakitnya dapat berlangsung beberapa detik sampai menit.
Giant cell arteritis: Juga disebut arteritis temporal, kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah – termasuk arteri temporal di sepanjang sisi kepala. Gejalanya bisa meliputi sakit kepala dan nyeri di rahang, bahu, dan pinggul, seiring dengan perubahan visual.Trigeminal Neuralgia: Saraf trigeminal berfungsi sebagai penerima rangsang rasa pada wajah dan sebagian kepala. Jika saraf ini terganggu, maka rasa sakit terasa begitu hebat di sisi wajah yang terkena hingga kepala.
11. Tutup kepala yang kencang
Penyebab migrain lainnya yang tak disadari adalah tutup kepala yang kencang. Memakai helm, topi, atau pelindung kepala lainnya yang terlalu ketat dapat memberi tekanan pada satu atau kedua sisi kepala. Lama kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit.
12. Gegar otak
Penyebab migrain lainnya adalah karena mengalami gegar otak. Pukulan keras di kepala bisa menyebabkan cedera otak traumatis. Rasa sakit yang timbulkan sesuai dengan daerah yang terkena pukulan, bisa kiri atau kanan. Jika gegar otak terjadi, maka tidak hanya sakit di kepala, malain disertai dengan bingung, mual, dan muntah.


Gejala Migrain

Agar sakit kepala bisa diobati dengan tepat, Anda perlu mengenali gejala migrain berikut:
  • Satu atau dua hari sebelum timbul migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah, menguap berlebih, sangat menginginkan suatu jenis makanan (misalnya cokelat), gampang tersinggung, dan gelisah.
  • Aura: Hanya dirasakan pada migrain klasik. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan.
  • Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung.
  • Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala, tetapi gejala ini tidak timbul bersamaan melainkan bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Kadang-kadang gejala pun tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.
  • Penderita merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, sering terasa di belakang mata. Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau mengenai kedua belah sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang sampai berat.
  • Setelah sakit kepala sembuh, penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya, lemas, atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit kepala.

Diagnosis Migrain

Jika memiliki migrain atau riwayat keluarga yang mengalami migrain, dokter mungkin  akan mendiagnosis migrain berdasarkan riwayat medis, gejala migrain, dan dilakukan pemeriksaan fisik dan neurologis.
Jika kondisi migrain sebelah kanan atau kiri tidak biasa, kompleks atau parah, mungkin diperlukan tes berikut:

1. MRI

Pemindaian dengan MRI menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio dapat menghasilkan gambar secara rinci otak dan pembuluh darah. Pemindaian ini juga dapat membantu dokter mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di otak, infeksi, dan kondisi otak dan sistem saraf (neurologis) lainnya.

2. CT scan

Adalah serangkaian sinar-X untuk membuat gambar penampang otak yang rinci. Tes ini membantu dokter mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, pendarahan di otak dan gangguan medis lainnya yang mungkin menyebabkan sakit kepala.

Cara Mengatasi Migrain secara Alami

Obat dari bahan alami sebagai perawatan di rumah dapat membantu mencegah migrain dan membantu mengurangi rasa sakit akibat migrain, berikut sejumlah cara mengatasi migrain:

1. Akupresur

Cara mengatasi migrain yang pertama ini dapat memberikan tekanan menggunakan jari dan tangan ke titik-titik tertentu pada tubuh untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya. Menurut ulasan sistematis pada 2014, akupresur adalah terapi alternatif yang kredibel untuk penderita sakit kepala kronis dan kondisi lainnya. Akupresur juga dapat membantu meredakan mual yang berhubungan dengan migrain sebelah kanan atau kiri.

2. Mengonsumsi Jahe

Manfaat jahe dipercaya dapat meredakan mual yang disebabkan berbagai kondisi, termasuk migrain. Penggunaan serbuk jahe maupun yang segar dapat mengurangi keparahan dan durasi migrain. Anda bisa mengonsumsi jahe dalam sajian teh.

3. Minyak Lavender

Menghirup minyak esensial lavender dapat membantu meredakan nyeri migrain. Menurut penelitian 2012, orang yang menghirup minyak lavender ketika terserang migrain selama 15 menit bisa membantu lebih cepat daripada mereka yang menghirup plasebo. Minyak lavender dapat dihirup langsung atau dioleskan ke pelipis.

4. Minyak Peppermint

Mentol dalam minyak peppermint dapat mengatasi migrain. Anda bisa menerapkan minyak peppermint pada dahi dan pelipis karena lebih efektif daripada plasebo untuk nyeri, mual, dan kepekaan terkait migrain.

5. Pijat

Cara mengatasi migrain berikutnya dengan mendapatkan pijatan seminggu sekali. Manfaat pijat dapat mengurangi frekuensi migrain adalah kanan atau kiri dan meningkatkan kualitas tidur. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa pijatan mengurangi stres. Pijat juga membantu menurunkan denyut jantung, kecemasan, dan kadar kortisol.

Cara Mengatasi Migrain secara Medis

Ada sejumlah obat yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit akibat migrain berikut ini:

1. Obat Penghilang Rasa Sakit

Cara mengatasi migrain sering diatasi melalui pengobatan, yang terdiri dari banyak jenis obat migrain, seperti obat penghilang rasa sakit. Obat ini harus dikonsumsi saat awal merasakan migrain. Obat-obatan yang efektif untuk mengobati migrain termasuk ibuprofen, naproxen, dan asetaminofen.
Obat penghilang rasa sakit lainnya, seperti aspirin dengan kafein dan acetaminophen, biasanya dapat meredakan sakit kepala. Perlu diperhatikan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum minum obat baru.

2. Obat Mual

Sebagian orang penderita migrain sebelah kiri atau kanan perlu minum obat yang mengobati gejala yang menyertainya, seperti mual. Metoclopramide dapat membantu mengatasi mual dan muntah. Migrain sebelah kanan atau kiri yang parah atau untuk migrain yang tidak menanggapi obat bebas, mungkin diresepkan mengonsumsi agonis serotonin, seperti sumatriptan.

3. Triptan

Cara mengatasi migrain dengan obat resep seperti sumatriptan dan rizatriptan yang dapat digunakan untuk dapat menghambat penyebab nyeri di otak. Obat triptan tersedia dalam bentuk pil, suntikan atau semprotan hidung, obat ini dapat meringankan berbagai macam gejala migrain sebelah kiri atau kanan. Beberapa obat tersebut mungkin tidak aman bagi yang berisiko terkena stroke atau serangan jantung.

4. Obat Opioid

Orang yang menderita migrain yang tidak dapat menggunakan obat migrain lain, bila menggunakan obat opioid, terutama yang mengandung kodein. Karena obat ini bisa sangat membuat ketagihan Opioid  biasanya digunakan hanya jika tidak ada perawatan lain yang efektif.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan dokter bila mengalami sejumlah kondisi berikut ini:
  • Sakit kepala yang tidak kunjung membaik dalam 1 atau 2 hari
  • Sering terbangun pada malam hari
  • Sakit kepala semakin hebat atau menjadi lebih sering
  • Timbul gejala baru
  • Muncul masalah dengan pengobatan
  • Mengalami sakit kepala setelah beraktivitas fisik, seperti aktivitas seksual, batuk, atau bersin
  • Aktivitas terganggu oleh sakit kepala Anda (misalnya, seringkali harus absen dari pekerjaan atau sekolah)
  • Demam dan kaku leher
  • Mual dan muntah yang hebat, sehingga tidak bisa makan atau minum
  • Mengalami gejala stroke, antara lain:
    • Kebas, paralisis, atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki yang tiba-tiba.
    • Merasa pusing dan oyong
    • Perubahan penglihatan yang mendadak
    • Gangguan berbicara atau kesulitan memahami kalimat sederhana
    • Gangguan berjalan atau berdiri

Baca juga: Hindari 9 Makanan Ini Jika Terserang Migrain

Cara Mencegah Migrain

Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan menghindarinya. Jika sudah mengenali dan menghindari penyebab migrain sebelah kiri atau kanan, jumlah serangan dan tingkat keparahan pun dapat dikurangi.
Ada beberapa penyebab sulit dikontrol, tetapi ada beberapa di antaranya yang dapat kita hindari. Berikut beberapa tips yang dapat membantu mencegah migrain:
  • Mengenali penyebab migrain dengan membuat buku catatan harian
  • Tidur dan beraktivitas secara teratur
  • Makan teratur dan hindari makanan penyebab migrain
  • Atasi stres
  • Hindari asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif
Pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan atau suplemen berikut:
  • Antidepresan
  • Koenzim Q10
  • Ekstrak herbal, seperti feverfew
  • Magnesium sitrat
  • Suplemen vitamin B-12
  • Riboflavin

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

Sumber:
  1. Anonim. 2016. Migraine Headaches. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders. (Diakses 22 November 0219)
  2. Anonim. 2019. Migrain. http://yankes.depkes.go.id/read-migrain-7160.html. (Diakses 22 November 0219)
  3. Anonim. 2018. Types of Migraine Headaches. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/hw115865. (Diakses 22 November 0219)
  4. Anonim. 2018. Headache disorders. https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraines-headaches-migraines#2. (Diakses 22 November 0219)
  5. McDermott, Annette. 2017. 10 Natural Ways to Reduce Migraine Symptoms.
    https://www.healthline.com/health/natural-ways-to-reduce-migraines#6. (Diakses 22 November 0219)
  6. Webberley, Helen. 2017. Everything you need to know about migraines. https://www.medicalnewstoday.com/articles/148373.php#types. (Diakses 22 November 0219)
Hingga saat ini, belum ada sebab pasti yang dapat disimpulkan sebagai faktor utama mirgain. Namun, para ilmuwan menyebutkan beberapa pemicunya adalah konsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti keju, daging asap, kafein, aspartam, dan MSG. Jenis cahaya tertentu yang terlihat juga bisa menyebabkan migrain. Demikian juga dengan bau tertentu, termasuk parfum. Perubahan suhu setidaknya 10 derajat atau perubahan tekanan barometrik juga merupakan pemicu. Tidak makan atau mengalami dehidrasi pun dapat memicu migrain. Selain itu, penyebab lainnya ialah infeksi dan perubahan hormon, seperti pada perempuan selama siklus menstruasi. Terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur juga dapat mendatangkan masalah yang sama. Beberapa kondisi kesehatan yang terjadi juga dikaitkan dengan migrain. Depresi, kecemasan, fibromyalgia, trauma, serta penyakit Celiac, dan sindrom iritasi usus besar termasuk di antaranya.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Ayo Kenali Penyebab Migrain, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/11/21/70717/ayo-kenali-penyebab-migrain

Penulis: Rizma Riyandi
Editor : Rizma Riyandi
Dilansir Prevention, banyak orang yang ternyata tidak terdiagnosis atau salah terdiagnosis dengan migrain. Selama ini, migrain dilaporkan memengaruhi lebih dari 36 juta orang di Amerika Serikat (AS) dan mereka yang berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya adalah perempuan serta orang-orang berusia antara 30 hingga 40 tahun. Migrain dapat bersifat episodik, namun juga bisa menjadi kronis atau terjadi selama 15 hari atau lebih dalam satu bulan, bahkan lebih dari tiga bulan. Menurut Wade Cooper, Direktur University of Michigan's Headache and Neuropathic Pain Clinic di Ann Arbor, migrain adalah refleks neurologis. "Saat migrain terjadi, selaput otak mendapatkan sinyal inflamasi yang mengiritasi saraf yang sakit dan itu mengirim sinyal jauh ke dalam otak, kemudian otak mengaktifkan kaskade hipersensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Apapun yang menganggu sistem saraf dapat mengaktifkan refleks itu," ujar Cooper. Menurut Santiago Mazuera Mejia, ahli saraf di Sandra and Malcolm Berman Brain & Spine Institute di LifeBridge Health di Baltimorem Maryland, semakin cepat Anda mengetahui migrain terjadi, maka semakin baik perawatan yang dapat dilakukan. Dengan begitu, meningkatnya frekuensi sakit kepala ini bisa dicegah.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Ayo Kenali Penyebab Migrain, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/11/21/70717/ayo-kenali-penyebab-migrain

Penulis: Rizma Riyandi
Editor : Rizma Riyandi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »