pentingnya air untuk kesehatan

pentingnya air untuk kesehatan


Orang sering kali lupa menjaga tubuh senantiasa sehat dan bugar. Rutinitas kerja yang tak bisa ditunda menjadi salah satu penyebab Anda kurang minum air putih.

Idealnya, manusia minum dua liter air atau delapan gelas air setiap hari. Hal ini dipicu oleh rata-rata pengeluaran urine orang dewasa sekitar 1,5 liter per hari. Air juga keluar melalui pernapasan, keringat, dan pergerakan usus. Adapun makanan hanya menyumbang 20 persen dari jumlah total yang diperlukan tubuh. Jadi air yang Anda minum itu akan menggantikan cairan tubuh yang hilang.
Dalam tubuh setiap orang berisi cairan sekitar 60 persen. Sehingga manfaat air putih untuk menjaga sistem tubuh sangatlah penting. Misalnya, manfaat minum air putih akan membilas racun di organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh, dan menghasilkan kelembapan bagi jaringan telinga, hidung, dan tenggorokan. Tubuh yang kurang cairan bisa menyebabkan dehidrasi, sehingga organ tubuh tidak berfungsi secara normal.

 Air dinyatakan esensial karena tubuh kita tidak dapat menghasilkan air untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Tubuh tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya akan air sehingga kebutuhan akan air perlu dipenuhi oleh manusia dengan asupan air yang cukup. Dalam dua dekade terakhir tampak perkembangan kebijakan dan program tentang air minum yang menggembirakan di Indonesia.

Pertama, adanya pesan Kementerian Kesehatan tentang anjuran minum air tahun 1994 yaitu ”Minumlah air dalam jumlah yang cukup dan aman”. Dalam pedoman ini, orang dewasa Indonesia disarankan mengkonsumsi air minum sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari untuk menjaga kesehatan tubuh serta mengoptimalkan kemampuan fisiknya.

Pesan serupa juga direkomendasikan dalam Pedoman Gizi Seimbang yang baru tahun 2014 yaitu mengganti kata air dengan air putih sehingga pesan menjadi: “Minum air putih dalam jumlah yang cukup dan aman”.

Kedua, adanya Undang-undang tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sebagai penyempurnaan dari Permenkes Nomor 907/SK/VII/2002.

Ketiga, untuk pertama kalinya dalam Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi direkomendasikan tentang kebutuhan air minum bagi Indonesia yaitu 0,8 - 2,8 liter per hari, tergantung jenis kelamin, aktivitas, dan suhu lingkungan. Adapun yang keempat, adanya Tumpeng Gizi Seimbang yang baru yang memvisualisasikan anjuran kebutuhan minum air 8 gelas sehari.

Faktanya meskipun ada perkembangan pesat terkait kebijakan air minum, tetapi sebagian masyarakat masih kurang mengkonsumsi air dibandingkan kebutuhannya. Sebagian masyarakat masih kurang mengkonsumsi air dibandingkan kebutuhannya. The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) mengungkap bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami kurang air ringan.

The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) mengungkap bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami kurang air ringan. THIRST juga mengungkap prevalensi kurang air ringan pada daerah dataran rendah yang panas lebih tinggi ketimbang di dataran tinggi yang sejuk.

Ironisnya, enam dari setiap 10 subyek yang diteliti tidak mengetahui bahwa diperlukan minum lebih banyak bagi ibu hamil, bagi ibu menyusui, bagi orang yang berkeringat, dan bagi orang yang berada dalam lingkungan atau ruang dingin. Hanya sekitar separuh dari subyek orang dewasa dan remaja yang mengetahui kebutuhan air minum sekitar 2 liter sehatri.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang air berdampak buruk terhadap kesehatan atau meningkatkan resiko kejadian berbagai penyakit seperti sembelit, kram, batu ginjal, infeksi saluran kemih dan lain-lain.

Selain itu juga berdampak buruk pada stamina, daya ingat, dan kecerdasan. Kurang air dapat menurunkan stamina, produktivitas kerja, dan bahkan meningkatkan resiko kecelakaan kerja.

Kurang air 1% berat badan mulai mengganggu kerja otak dan kemampuan berpikir dan kurang air 2% berat badan menyebabkan penurunan konsentrasi dan daya ingat sesaat . Hal ini akan berdampak buruk pada kecerdasan dan pendidikan anak.

Lebih dari itu, kurang air umumnya disebabkan kurangnya asupan air yang diperoleh dari minuman. Dampak buruk kurang minum seperti juga halnya dampak buruk kurang makan, harus dicegah secara bersamaan dalam konsep gizi seimbang secara utuh.

Meskipun pesan “Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya” telah lama menjadi kampanye gizi seimbang yang dimuat dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) oleh Kementerian Kesehatan, masih diperlukan upaya yang lebih sistematik dan berdaya ungkit besar untuk mensosialisasikan pesan ini dan mengatasi masalah kurang air.

Dalam mencegah masalah kurang air dan dampak buruk tersebut, peran pembuat kebijakan,pengelolaan program, organisasi profesi terkait, tenaga pelayan kesehatan, guru, orang tua, dan masyarakat amatlah penting.

Sesungguhnya pengaturan asupan air yang baik dan benar dapat mencegah atau mengurangi risiko berbagai penyakit dan turut berperan dalam proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu berbagai tenaga dan calon tenaga profesi kesehatan dan kedokteran perlu mengetahui pengaturan asupan air yang baik dan benar.

Minuman manis, seperti limun dan kopi, juga mengandung cairan. Hanya saja, kandungan gula atau pemanis dalam minuman ini memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi dari tekanan osmotik  darah. Akibatnya, justru air mudah keluar dari sel-sel di tubuh kita. Hasil akhirnya, bukan kecukupan air yang kita dapat, tetapi malah kerongkongan semakin terasa kering kerontang.
Tanya: Air minum seperti apa yang layak untuk kita konsumsi? 
Jawab: Air yang baik adalah air yang tidak memiliki rasa, tidak berbau, jernih, tidak berwarna, dan tidak mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Zat-zat berbahaya itu antara lain adalah pestisida dan logam berat seperti air raksa, mangan, arsen, dan timah hitam. Termasuk juga di antaranya adalah mikroba, bakteri, dan cemaran kimia yang berasal dari aktivitas manusia.
Menurut peraturan Menteri Kesehatan No. 97 tahun 2002, pemerintah berusaha menyediakan air yang baik bagi masyarakat melalui saluran PDAM.  Supaya lebih aman, air dari PDAM lebih baik kita rebus dulu sebelum dikonsumsi. Pasalnya, di beberapa kota besar seperti Jakarta, misalnya, masih ada air PDAM yang hanya memenuhi syarat air bersih, namun tidak bisa langsung diminum. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Air yang bersih berarti air yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan baru bisa diminum jika sudah dimasak.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »