Tips Memilih Mainan Bayi yang Aman, Sesuai Umur Balita Anda

Tips Memilih Mainan Bayi yang Aman, Sesuai Umur Balita Anda

Mainan bayi di usia 4 bulan ada beragam jenis dan variasi. Namun, karena pilihannya yang sangat banyak, terkadang orang tua bisa kebingungan saat memilih mainan untuk buah hatinya. Agar mainan yang dipilih aman dan bermanfaat, simak cara memilih mainan bayi 4 bulan di artikel berikut.
Ketika berusia 4 bulan, berat badan Si Kecil akan naik hingga dua kali lipat dari berat badan saat lahir. Panjang badannya pun akan bertambah sekitar 2 cm. Selain pertumbuhan fisik, Si Kecil juga mulai menunjukkan perkembangan dalam kemampuan motoriknya, berkomunikasi, berpikir, serta menunjukkan emosi.
Di usia ini, Si Kecil pun sudah tampak mulai tertarik dengan lingkungan sekitarnya dan mulai senang bermain dengan mainan atau benda lain di sekitarnya.
Bahkan, ada studi yang menunjukkan bahwa bermain dengan permainan yang tepat berperan penting dalam menumbuhkan kecerdasan dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Ketahui Lebih Jauh Tentang Perkembangan Bayi 4 Bulan

Sebelum memilih mainan yang tepat untuk Si Kecil, Bunda dan Ayah perlu mengetahui lebih dulu beberapa aspek perkembangan saat buah hati berusia 4 bulan. Tanda-tanda tumbuh kembangnya dapat terlihat dari beberapa hal berikut:

Kemampuan motorik

Saat berusia 4 bulan, bayi mulai berusaha meraih mainan dengan satu atau dua tangannya dan mencoba memasukkan mainan atau tangan ke mulutnya. Selain itu, bayi juga akan mulai tengkurap dengan ditopang lengan dan siku, atau bahkan mulai  berguling dan merangkak.

Komunikasi dan bahasa

Bayi usia 4 bulan akan mulai menirukan suara yang didengar dan merespons perkataan Bunda dan Ayah dengan tertawa, menjerit, mengoceh, atau menangis. Bayi umumnya akan menangis saat lapar, lelah, mengantuk, atau merasakan nyeri atau gatal di bagian tubuhnya.

Emosional atau sosial

Secara emosional, bayi berusia 4 bulan mulai mengenal orang di sekitarnya. Ia akan bersemangat, tersenyum, atau tertawa saat Bunda dan Ayah mengajaknya bermain. Selain itu, Si Kecil juga mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.

Berpikir dan belajar

Saat berusia 4 bulan, bayi mulai merespons kondisi di sekitarnya, misalnya berhenti menyusu saat mendengar musik tertentu atau berhenti menangis ketika akan disusui. Tak hanya itu, Si Kecil juga mulai penasaran dengan benda di sekitarnya, sehingga ia selalu memegang dan memandanginya.
Namun, perlu Bunda dan Ayah ingat bahwa perkembangan setiap anak berbeda-beda, ada yang lebih cepat atau justru sedikit terlambat (misalnya pada anak yang prematur). Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak guna memantau tumbuh kembang buah hati.

Ragam Mainan Bayi Usia 4 Bulan

Seperti yang telah disebutkan di atas, Si Kecil mulai pandai bermain dan berinteraksi dengan benda di sekitarnya pada usia sekitar 4 bulan. Nah, Bunda dan Ayah pun sudah bisa memberinya mainan bayi 4 bulan yang cocok untuk menunjang tumbuh kembangnya.
Namun, Bunda dan Ayah jangan asal beli, ya. Pilihlah mainan yang tepat untuk anak seusianya. Berikut adalah beberapa pilihan mainan untuk bayi 4 bulan:

1. Untuk merangsang gerakan tangan

Pilihlah boneka berbahan lembut berisi kapas yang ringan dan mudah diangkat atau dipegang oleh Si Kecil. Namun, pastikan boneka tersebut tidak memiliki kancing, pita, atau aksesoris lain yang bisa dilepas.

2. Untuk merangsang pertumbuhan gigi

Bunda dan Ayah bisa memberi Si Kecil mainan bayi 4 bulan berbentuk donat yang terbuat dari silikon padat. Mainan ini bisa didinginkan di lemari es dan digunakan untuk meredakan nyeri yang dialami Si Kecil saat mulai tumbuh gigi. Namun, jangan sampai suhu mainan terlalu dingin karena dapat melukai gusi Si Kecil.

3. Untuk mengasah kemampuan berbahasa

Mendengarkan suara orang tua atau musik diketahui dapat membantu Si Kecil mengembangkan kemampuan berbahasanya serta kecerdasannya. Bunda dan Ayah dapat mengasah kemampuan berbahasa dan kecerdasan Si Kecil dengan membacakannya buku cerita, dongeng, atau bernyanyi.

4. Untuk merangsang kemampuan mendengar

Bunda dan Ayah bisa merangsang kemampuan mendengar Si Kecil dengan menyalakan musik atau memberikan Si Kecil mainan bayi 4 bulan yang dapat mengeluarkan suara ketika diguncang agar ia bereaksi terhadap suara.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mainan untuk Bayi

Tak hanya disesuaikan dengan perkembangan Si Kecil, Bunda dan Ayah juga harus mempertimbangkan sisi keamanan ketika membeli mainan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat hendak memilih mainan untuk Si Kecil:

Pilih mainan yang sesuai dengan usia bayi

Hampir sebagian besar kemasan atau kotak mainan tertera usia yang disarankan. Ini karena mainan tersebut sudah didesain sesuai dengan kemampuan bermasin Si Kecil sesuai kelompok usianya.

Cermati bahan dan model mainannya

Agar lebih aman untuk dimainkan Si Kecil, pilihlah mainan bayi 4 bulan yang tidak terdapat baterai, kancing, manik-manik, benang, magnet, atau benda lain yang mudah dilepas karena berisiko tertelan oleh Si Kecil. Saat membeli mainan, pastikan pula tidak ada bagian yang tajam atau cat yang mudah luntur di mainan tersebut.

Pilih mainan dengan ukuran yang sesuai

Pastikan mainan bayi 4 bulan yang dipilih lebih besar dari mulut Si Kecil untuk mencegah risiko tersedak. Hindari juga memilih mainan yang berat karena sulit dipegang atau dimainkan oleh Si Kecil. Mainan yang terlalu berat juga bisa berisiko membuat Si Kecil cedera.

Pilih mainan yang mudah dibersihkan dengan air dan sabun

Bunda dan Ayah harus sering membersihkan mainan agar Si Kecil tercegah dari infeksi bakteri dan virus penyebab penyakit. Karena itu, pilihlah mainan yang mudah dibersihkan dengan air dan sabun, atau bisa dibersihkan dengan mesin cuci.

Hindari mainan yang mengandung bahan beracun

Sebagian mainan mengandung bahan beracun, seperti phthalates, plasticizers, cadmium, timah, merkuri, dan arsenik. Bahan-bahan tersebut bisa terhirup atau bersentuhan dengan Si Kecil, sehingga berisiko menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin pilihlah mainan yang tidak mengandung bahan-bahan kimia tersebut.
Yuk, perkenalkan Si Kecil pada variasi benda dan mainan bayi 4 bulan. Namun, jangan biarkan Si Kecil bermain sendirian, ya. Selalu awasi saat Si Kecil bermain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Jika Bunda dan Ayah masih bingung untuk memilih mainan yang aman untuk Si Kecil di usia 4 bulan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak untuk menanyakan mainan apa saja yang aman dimainkan oleh Si Kecil.

Tips memilih mainan untuk bayi dan anak yang aman

1. Pilih mainan sesuai usia bayi

Jangan membeli mainan hanya karena Anda menganggapnya lucu dan menggemaskan. Pilihlah yang sesuai dengan usia si kecil. Anda bisa mengeceknya di kemasan mainan tersebut. Banyak produk mainan untuk bayi yang melampirkan batas usia yang boleh memainkannya — misalnya untuk “1 tahun ke atas”, “6 bulan”, dan seterusnya.
Namun, tidak semua produk mainan bayi yang ada di Indonesia memiliki stiker ini. Jika Anda bingung, Anda bisa menanyakannya kepada karyawan toko mengenai mainan bayi yang tepat untuk anak Anda.
Anda juga bisa bertanya pada sesama orangtua lainnya untuk memastikan. Yang pasti jangan memberi mainan yang berukuran ukuran kecil atau bisa dilepas pasang dengan mudah karena bayi Anda bisa saja mengira itu makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. 
Jangan belikan balon untuk mainan anak bayi dan balita. Balon, seperti yang dilansir Babycenter, adalah penyebab utama kematian bayi karena tersedak. Balon yang tertelan dapat menghambat jalan napas anak dan membuatnya kesulitan bernapas.

2. Cek kualitasnya

Tidak semua mainan yang berkualitas harganya mahal. Anda sebagai orangtua yang harus pandai memilih mainan terbaik demi keamanan balita Anda.
Pastikan:
  • Tidak ada pewarna mainan yang mengelupas.
  • Tidak ada sisi mainan yang tajam.
  • Tidak ada sisi mainan yang mudah ditekan dengan jari bayi yang kecil.
  • Tidak terdapat bagian dengan magnet yang mudah lepas.
  • Tidak ada bagian berupa tali, benang, atau kawat panjang yang lebih dari 18 cm agar anak Anda tidak tercekik.
  • Mainan cukup kokoh sehingga tidak mudah rusak atau hancur.
  • Tidak ada baterai, kancing, dan benda-benda perintilan lain yang bisa mudah dibongkar pasang dengan tangan mungilnya.
Telusuri seluruh bagian mainan tersebut dari tombolnya hingga mungkin bagian pitanya yang mudah ditarik. Bila mainan anak bayi tersebut juga memiliki kotak baterai, Anda sebaiknya telah lebih dulu memastikan kotak baterai tersebut tidak akan mudah dibuka oleh bayi Anda. Terbukanya kotak baterai ini dapat berbahaya bagi bayi Anda.

3. Mainan bayi Anda harus besar

Sampai si kecil belum berumur 3 tahun, pastikan Anda membeli mainan yang ukurannya lebih besar dari mulutnya untuk mencegah kemungkinan tersedak. Mainan untuk bayi yang ideal seharusnya berukuran 3 cm pada lebarnya dan minimal 6 cm pada panjangnya.
Anda juga sebaiknya menghindari mainan-mainan yang mencakup bola dan koin dalam rangkaiannya. Mainan anak bayi seperti ini umumnya hanya berdiameter 4 cm, sehingga muat untuk melalui saluran pernapasan bayi Anda.
Jika ingin memastikan apakah mainan untuk bayi Anda sudah cukup aman, Anda bisa membandingkannya dengan gulungan tissue toilet yang biasanya berbentuk silinder. Jika mainan bayi yang Anda beli muat di dalam silinder karton tersebut, berarti mainan yang Anda beli kekecilan dan tidak aman untuknya.
Perhatikan juga berat mainan yang Anda pilih. Mainan yang terlalu berat bisa saja meniban dan melukai tubuh balita Anda. Cari mainan bayi yang ringan, namun tetap kokoh. Anda sendiri biasanya akan bisa merasakan apakah mainan itu terlalu berat untuk anak Anda atau tidak.

4. Pastikan bahan mainan anak Anda aman

Pastikan mainan untuk bayi Anda terbuat dari bahan yang mudah dicuci dan tidak beracun karena bayi suka memasukkan mainan ke dalam mulut. Hindari bahan kimia seperti merkuri, kadmium, arsenik, phthalate, timah, dan lainnya yang mungkin ada pada beberapa produk mainan bayi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »