Menjalani Kehamilan dengan Penyakit Kista Ovarium


Menjalani Kehamilan dengan Penyakit Kista Ovarium



Benarkah kehadiran kista dapat mempersulit pasangan untuk hamil dan punya momongan?  
Ternyata jawabannya tidak sepenuhnya benar! Ibu tetap bisa hamil meski punya kista.
Artinya, meski seorang perempuan mengalami kista ovarium, bukan berarti tidak bisa punya anak.
Kehamilan masih bisa terjadi, hanya saja kemungkinannya memang lebih kecil.
Itulah mengapa, perempuan yang mengalami kista cokelat disarankan untuk segera menikah dan tidak menunda kehamilan. Pasalnya, dengan kondisi tersebut bisa mencegah kista semakin besar dan memperburuk keadaannya akibat kista.
Kista cokelat merupakan jenis kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim), menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista.
Oleh karena itu, jenis ini sering disebut kista cokelat endometriosis dan berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.
Kista ini tumbuh di seluruh lapangan perut, pelan-pelan menyebar ke hampir semua organ tubuh, misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim, tetapi tempat bersarang yang paling sering adalah indung telur.
Bentuk indung telur yang terkena endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid datang. Inilah yang menjadi biang keladi penderita endometriosis sering mengalami nyeri kala haid.
Adapun penyebab terbentuknya kista ini adalah infeksi kandungan menahun, seperti keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk ke dalam selaput perut melalui saluran indung telur.
Infeksi tersebut melemahkan daya tahan selaput perut, sehingga mudah terserang penyakit. Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid.

Timbulnya penyakit tentu menimbulkan kekhawatiran bagi Ibu, apalagi jika ini terjadi di masa kehamilan. Bila Ibu mengalami penyakit tertentu saat menjalani kehamilan, seperti kista ovarium, pada kenyataannya ini akan terkait juga dengan kesehatan janin.

Kista ovarium adalah kantung kecil yang berkembang dalam ovarium (indung telur) berisi cairan. Cairan ini biasanya kental seperti gel. Sebenarnya kebanyakan kista tidak berbahaya. 
Namun, ada beberapa kista yang menimbulkan masalah seperti nyeri haid, pendarahan, gangguan kehamilan dan kemandulan.
Kista terbentuk ketika folikel (kantong) pada ovarium gagal untuk pecah dan melepaskan sel telur, sehingga cairannya tetap tinggal dan membentuk kista berukuran kecil (sekitar 4 cm). Kondisi ini disebut kista fungsional yang bersifat normal, jinak, tidak berpengaruh terhadap kesuburan dan akan hilang dengan sendirinya.
- Jenis-jenis Kista Ovarium
Kista Corpus Luteum
Ini adalah jenis kista yang paling umum terjadi. Biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dengan diameter 2-6 cm. Namun, jika ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit, maka akan menimbulkan rasa sakit dan dibutuhkan tindakan operasi untuk menanganinya.

Kista Serosum
Kista ini berisi cairan bening yang bentuk dan warnanya seperti air perasan kunyit. Jika terdapat pada indung telur, kista ini akan mudah pecah. Kista yang proses pembesarannya sangat dipengaruhi siklus haid dan kehamilan ini sering berubah menjadi kanker ovarium.

Kista Dermoid 
Kista jenis ini umumnya menyerang wanita yang berusia lebih muda dan dapat berkembang dengan ukuran yang besar (15 cm). Isinya tidak hanya cairan menyerupai mentega, tapi juga lemak, rambut, hingga tulang rawan. Kista dermoid dapat menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit. 

Kista Endometriosis
Kista ini biasanya berisi darah kecokelatan dan ukurannya berkisar antara 2-20 cm. Penyebabnya bisa karena infeksi kandungan yang menahun, misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman masuk ke dalam selaput perut melalui saluran ovarium. Kista endometriosis menyerang wanita usia subur, menimbulkan nyeri yang hebat saat haid dan mengganggu kesuburan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »