Dampak Stres di Orangtua terhadap Bayi kita

Dampak Stres  di Orangtua terhadap Bayi kita




 

APA ITU Stres ?

Stres    yaitu  di mana  reaksi tubuh ketika seseorang  sedang menghadapi suatu tekanan, suatu ancaman, ataupun suatu perubahan. Seseorang akan  mengalami stres apabila suatu  tuntutan yang di bebankan  padanya lebih berat  dari kemampuan yang di miliki.  nah  untuk mengatasinya. Kita tau  bahwa Stres bisa dialami oleh  semua orang   baik  anak ataupun orang dewasa, Stres merupakan suatu  reaksi yang sepenuhnya wajar wajar saja yang  dialami semua orang dari waktu ke waktu  dan ketika dihadapkan di  situasi yang membuat mereka  sangat merasa tertekan.

 

Untuk itulah Stres bisa dibagi menjadi dua jenis, yseperti  stres eksternal dan yang satu lagi  internal.

 

1.Pengertian  stres eksternal

Stres eksternal yaitu  dimana stres yang sumbernya berasal dari suatu  lingkungan sekitar kita. Misalnya trauma, pengalaman hidup kita , atau masalah kita  sehari-hari.

 

2.pengertian stres internal

stres internal yaitu  stres bersumber dari dalam tubuh  kita sendiri serta merupakan suatu  jenis stres yang paling banyak di alami dan  umum.

 

Faktor Risiko Stres meliputi

Seperti yang sudah di uraikan di atas  sebelumnya, stres bisa  saja terjadi pada semua orang , mulai dari anak-anak, remaja, orang tua  pasangan baru menikah, serta yang bekerja, sampai  dengan orangtua tunggal. Tapi  bila, memiliki kondisi misalnya saja kurang gizi, tidur kita  tidak cukup, serta tidak sehat secara fisik ini  akan  sangat meningkatkan risiko untuk seseorang terkena stres.

 

Penyebab Stres

Stres memang  merupakan reaksi yang sangat  baik, mengapa? karena bisa membantu seseorang untuk  menyadari situasi atau kondisi  yang berbahaya atau pun juga mengancam, untuk itulah  kita berusaha untuk keluar dari  zona situasi tersebut. Saat  kita mengalami stres, tubuh kita  akan secara otomatis alami melepaskan  suatu hormon yang biasa  disebut kortisol serta  adrenalin.

 

Penyebab yang umum seseorang mengalami stres, antara lain:

 

    1.Berada di bawah banyaknya tekanan.

   2. Menghadapi suatu  perubahan yang besar.

   3. Khawatir akan sesuatu yang terjadi.

    4.Tidak memiliki suatu  kemampuan untuk        mengatasi situasi tersebut.

    5.Memiliki suatu tanggung jawab yang besar.

    6.Tidak memiliki cukup  banyak pekerjaan serta aktvitias.

    7.Memiliki masa-masa yang tidak tentu.

 

 

Diagnosis Stres yaitu

Stres sebenarnya dapat didiagnosis  yaitu dengan bantuan  suatu tenaga ahli  misalkan saja  psikiater. Atau juga Melalui sesi konseling, psikiater bisa mengetahui  suatu penyebabnya, sehingga  kita bisa menentukan penanganan yang tepat  dan akurat untuk pengidap. Dan apaBila stres sudah memengaruhi suatu kesehatan organ dalam, psikiater juga sangat  bisa merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti   misalkan saja  pemeriksaan laboratorium atau juga  rekam jantung.

 

Komplikasi Stres meliputi

 

Stres yang sengaja dibiarkan berkepanjangan bisa  saja dengan  mudah menyebabkan berbagai macam macam  masalah kesehatan, seperti  di bawah ini

 

  1.  Penyakit  seperti jantung.

  2. Masalah berat badan kita.

    3.Depresi pada diri kita.

    4.Kanker serta gangguan imun tubuh kita

 

Timbul pertanyaan Anda mengalami stres? Heheh....Apabila   kalian memiliki bayi Jangan sampai bayi Anda juga ikut dan turut stres!

Belum begitu banyak yang menyadari  tentang  hal ini bahwa stres yang di derita  pada orangtua akan  sangat memengaruhi bayi kita , yang kemudian akan membuatnya ikut  mengalami stres juga .

Ada Sebuah penelitian yang  dilakukan oleh American Psychological Association  lebih dari 2000 anak-anak dan orang dewasa . Sebanyak  90% anak bisa dan mampu  mengetahui kapan orangtuanya timbul stres .ini timbul karena melihat orangtua merekaselalu  bertengkar dan  selalu mengeluh, atau karena orangtua mereka tidak  mau menghabiskan waktu bersama mereka.

Apa dampak dari stres orangtua terhadap bayi dan anak-anak?

Kemampuan Bayi   kita Menyerap Informasi

Tidak salah bila  mengibaratkan daya serap bayi kita  seperti spons busa. Bayi sangat cepat  menyerap informasi  dan  serta terus memerhatikan lingkungan sekitar  mereka dengan intens. Ini menandakan bahwa bayi juga sangat memerhatikan orangtua mereka sendiri .

Jennifer E. Lansford, PhD,  profesor di Social Science Research Institute dan Center for Child & Family Policy di Duke University kepada WebMD berkata  bahwa "Bayi mulai belajar tanda-tanda emosional dari orang lain, dan bahkan pada usia sangat muda mereka sudah bisa memperhatikan cara orang dewasa berinteraksi terhadap situasi  dan kondisi tertentu".

Oke...Jika sudah menyangkut dan masuk ke kondisi emosional orangtua, stres bisa saja dengan mudah  menular pada bayi. Sebuah studi memisahkan bayi dalam waktu singkat saat ibunya  sedang mengerjakan sesuatu yang memicu  terjadinya stres. Ketika dipertemukan kembali, bayi ternyata juga menunjukkan suatu  tanda-tanda stres.

 

Dampak Stres  di Orangtua terhadap Bayi kita

Kita tau Pada kenyataannya, stres merupakan bagian dari hidup yang sangat  normal dan sulit dihindari.untuk  Kabar baiknya, stres juga  bisa memiliki efek yang aman dan tidak membahayakan,

 

Katagori stress yang positif

 

 Pengertian    Stres Positif yaitu  Rasa cemas normal seperti misalnya saat harus berhadapan dengan situasi baru atau juga  menunggu suntikan dari dokter

Pengertian     Stres Sedang: Stres yang masih bisa ditoleransi dan diatasi, seperti kehilangan pekerjaan atau anggota keluarga kita

 Pengertian    Stres Serius: Rasa cemas intens yang tidak bisa hilang , seperti  misal kekerasan atau penelantaran

 

Pengertian Stres serius adalah stres yang harus menjadi suatu perhatian orangtua. Jika Anda merasa  mengalami stres berkepanjangan, pengaruh stres orangtua pada bayi bisa saja  sangat signifikan. Orangtua yang mengalami  stres akan cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan bayi kita  dan tidak sensitif terhadap kondisi emosional bayi kita .

 

Mengatasi Stres pada Orangtua yaitu

 

1. Ketahui Akar Masalah yang kita hadapi

Buatlah  daftar masalah-masalah apa yang  biasa sedang melanda, baikitu  berupa kondisi finansial, pekerjaan, serta  hal lainnya. Cari sumber pusat  masalah dan hindari hal-hal yang sifatnya  bisa memicu stres Anda.

2. Fokus pada Diri kita sendiri

Untuk bisa menjaga bayi kita , Anda pertama-tama harus  bisa menjaga kondisi diri sendiri. Istirahat  cukup, menu makanan yang  bergizi berimbang, banyak minum air putih , dan berolahraga merupakan  suatu bentuk menyayangi diri Anda sendiri.

3. Mencari Bantuan yang tepat

Jika stres  kita tidak kunjung reda, orangtua boleh mencari  suatu bantuan profesional atau psikologis untuk membantu menemukan  suatu solusi terbaik.

 

Mengatasi Stres pada Bayi

Ciri-ciri bayi stres antara lain:

 

    Bayi kita Tidak membuat kontak mata

    Bayi Suka meregangkan jari-jemari

    Sering bersin bayi kita

    Suka sekali  menguap

 

Untuk  membantu mengatasi stres pada bayi, orangtua boleh dan harus  mencoba cara-cara ini:

 

    Usaplah  bagian kepala dan kaki bayi kita

    Genggam dan letakkan tangannya dengan  bersamaan

    Berikan sesuatu  empeng untuk dihisap

    Bedong dengan nyaman dan aman

    Gendong dan serta  buat suara "ssst" untuk menenangkannya.

 

Kapan kita mencari  Waktu yang Tepat untuk Mencari Bantuan Medis?

Kita tau Stres akan selalu ada karenaini  merupakan bagian dari hidup manusia . Menghindari stres bisa  saja dilakukan dengan cara mengelola stres  kita dengan baik atau setidaknya  kita jangan biarkan stres berlebihan. Kenali lebih awal  gejala stres dan pahami berbagai konsekuensinya  stres jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan jiwa Anda sendiri .

Stres yang timbul  berlebihan atau stres jangka panjang  pada umumnya ditandai dengan berkembangnya berbagai  macam gangguan kesehatan yang cukup  sangat serius, seperti depresi, gangguan makan, obesitas, disfungsi seksual, rambut rontok, serta  gangguan kepribadian.

Jika Anda  maupun  kerabat mengalami stres jangka panjang ini ,  maka segera temui dokter sekitar kita  untuk berkonsultasi mengenai apa yang dirasakan serta  dialami. Karena stres berat dan berkepanjangan ini akan merusak kesehatan secara umum. Bila  diperlukan, dokter akan merujuk Anda pada seorang psikolog serta  psikiater yang akan membantu Anda menangani stress

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »