Sehat | 5 Cara Ajaib Hadapi Stres

Kesehatan Emosi: Dampak Stres Orangtua pada Bayi




Pengertian Stres

Stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman, atau suatu perubahan. Seseorang biasanya mengalami stres ketika tuntutan yang diberikan padanya lebih besar dari kemampuannya untuk mengatasinya. Stres bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Stres merupakan reaksi yang sepenuhnya wajar dialami semua orang dari waktu ke waktu ketika dihadapkan pada situasi yang membuat mereka merasa tertekan.
Stres bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu stres eksternal dan internal. Stres eksternal adalah stres yang sumbernya berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini bisa mencakup trauma, pengalaman hidup, atau masalah sehari-hari. Sedangkan stres internal adalah stres yang bersumber dari dalam diri kita sendiri dan merupakan jenis stres yang paling umum.

Faktor Risiko Stres

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stres bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, pasangan baru menikah, orangtua yang bekerja, sampai orangtua tunggal. Namun, memiliki kondisi seperti kurang gizi, tidur tidak cukup, dan tidak sehat secara fisik akan meningkatkan risiko seseorang terkena stres.

Penyebab Stres

Stres sebenarnya merupakan reaksi yang baik, karena bisa membantu seseorang menyadari situasi yang berbahaya atau mengancam, sehingga berusaha untuk keluar dari situasi tersebut. Saat mengalami stres, tubuh akan secara alami melepaskan hormon yang disebut kortisol dan adrenalin. Penyebab umum seseorang mengalami stres, antara lain:
  • Berada di bawah banyak tekanan.
  • Menghadapi perubahan yang besar.
  • Khawatir akan sesuatu.
  • Tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi.
  • Memiliki tanggung jawab yang besar.
  • Tidak memiliki cukup pekerjaan atau aktvitias.
  • Masa-masa yang tidak tentu.

Diagnosis Stres

Stres dapat didiagnosis dengan bantuan tenaga ahli seperti psikiater. Melalui sesi konseling, psikiater bisa mengetahui penyebabnya, sehingga bisa menentukan penanganan yang tepat untuk pengidap. Bila stres sudah memengaruhi kesehatan organ dalam, psikiater juga bisa merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium atau rekam jantung.

Komplikasi Stres

Stres yang dibiarkan berkepanjangan bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, seperti berikut:
  • Penyakit jantung.
  • Masalah berat badan.
  • Depresi.
  • Kanker dan gangguan imun
Anda mengalami stres? Jangan sampai bayi Anda juga turut stres! Belum banyak yang menyadari bahwa stres pada orangtua akan memengaruhi bayi, yang kemudian membuatnya turut mengalami stres.
Sebuah penelitian dilakukan oleh American Psychological Association terhadap lebih dari dua ribu anak-anak dan orangtua. Sekitar 90% anak bisa mengetahui kapan orangtuanya merasa stres karena melihat orangtua mereka bertengkar dan mengeluh, atau karena orangtua mereka tak mau menghabiskan waktu bersama mereka.
Lalu, apa dampak stres orangtua terhadap bayi dan anak-anak?

Kemampuan Bayi Menyerap Informasi

Tidak salah jika mengibaratkan daya serap bayi seperti spons busa. Bayi menyerap informasi dengan sangat cepat dan terus memerhatikan lingkungan sekitar mereka dengan intens. Ini berarti, bayi juga sangat memerhatikan orangtua mereka.
Jennifer E. Lansford, PhD, seorang profesor dari Social Science Research Institute dan Center for Child & Family Policy di Duke University kepada WebMD mengatakan bahwa "Bayi belajar tanda-tanda emosional dari orang lain, bahkan pada usia sangat muda mereka sudah bisa memperhatikan cara orang dewasa berinteraksi terhadap situasi tertentu".
Jika sudah menyangkut kondisi emosional orangtua, stres bisa saja menular pada bayi. Sebuah studi memisahkan bayi dalam waktu singkat saat ibunya mengerjakan sesuatu yang memicu stres. Ketika dipertemukan kembali, bayi ternyata juga menunjukkan tanda-tanda stres.

Dampak Stres Orangtua terhadap Bayi

Pada kenyataannya, stres adalah bagian dari hidup yang normal dan sulit dihindari. Kabar baiknya, stres juga memiliki efek yang tidak membahayakan, sesuai dengan kategorinya di bawah ini:
  • Stres Positif: Rasa cemas normal seperti saat harus berhadapan dengan situasi baru atau menunggu suntikan dari dokter
  • Stres Sedang: Stres yang masih bisa ditoleransi dan diatasi, seperti kehilangan pekerjaan atau anggota keluarga
  • Stres Serius: Rasa cemas intens yang tidak bisa dihilangkan, seperti kekerasan atau penelantaran
Stres serius adalah stres yang harus menjadi perhatian orangtua. Jika Anda merasa stres berkepanjangan, pengaruh stres orangtua pada bayi bisa sangat signifikan. Orangtua yang stres akan cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan bayi dan tidak sensitif terhadap kondisi emosional bayi.

Mengatasi Stres pada Orangtua

1. Ketahui Akar Masalah

Buat daftar masalah-masalah apa yang sedang melanda, baik berupa kondisi finansial, pekerjaan, atau hal lainnya. Cari sumber masalah dan hindari hal-hal yang bisa memicu stres Anda.

2. Fokus pada Diri

Untuk bisa menjaga bayi, Anda pertama-tama harus menjaga kondisi diri sendiri. Istirahat dengan cukup, menu makanan yang berimbang, banyak minum air, dan berolahraga merupakan bentuk menyayangi diri Anda sendiri.

3. Mencari Bantuan

Jika stres tidak kunjung reda, orangtua boleh mencari bantuan profesional atau psikologis untuk membantu menemukan solusi terbaik.

Mengatasi Stres pada Bayi

Ciri-ciri bayi stres antara lain:
  • Tidak membuat kontak mata
  • Suka meregangkan jari-jemari
  • Sering bersin
  • Suka menguap
Untuk membantu mengatasi stres pada bayi, orangtua boleh mencoba cara-cara ini:
  • Usap bagian kepala dan kaki bayi
  • Genggam dan letakkan tangannya bersamaan
  • Berikan empeng untuk dihisap
  • Bedong dengan nyaman
  • Gendong dan buat suara "ssst" untuk menenangkannya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mencari Bantuan Medis

Stres akan selalu ada karena merupakan bagian dari hidup. Menghindari stres bisa dilakukan dengan cara mengelola stres dengan baik atau setidaknya jangan biarkan stres berlebihan. Kenali gejala stres dan pahami berbagai konsekuensi stres jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan jiwa Anda.
Stres berlebihan atau stres jangka panjang umumnya ditandai dengan berkembangnya berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti depresi, gangguan makan, obesitas, disfungsi seksual, rambut rontok, dan gangguan kepribadian.
Jika Anda atau kerabat mengalami stres jangka panjang, segera temui dokter untuk berkonsultasi mengenai apa yang dirasakan dan dialami. Karena stres berat dan berkepanjangan akan merusak kesehatan secara umum. Jika diperlukan, dokter akan merujuk Anda pada seorang psikolog atau psikiater yang akan membantu Anda menangani stres.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »