Stres - Gejala, penyebab dan mengobati

Stres


Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka..
Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.
Beberapa ahli mendefinisikan stres sebagai:
  • Respon non spesifik dari tubuh di setiap tuntutan.
  • Suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai sesuatu kesempatan di mana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.
  • Adanya ketidakseimbangan antara tuntutan (fisik dan psikis) dan kemampuan memenuhinya. Gagal dalam memenuhi kebutuhan tersebut akan berdampak krusial
Stres merupakan tanggapan seseorang, baik secara fisik maupun secara mental terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam[

Stres sering kali dipicu oleh tekanan batin, seperti masalah dalam keluarga, hubungan sosial, patah hati, cinta tak berbalas,  atau masalah keuangan. Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh penyakit yang diderita. Memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami stres, akan membuat orang tersebut juga lebih mudah mengalami stres.
Setiap orang, termasuk anak-anak, pernah mengalami stres. Kondisi ini tidak selalu membawa efek buruk dan umumnya hanya bersifat sementara. Stres akan berakhir saat kondisi yang menyebabkan tekanan atau frustasi tersebut dilewati.
Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, stres juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan sistem reproduksi. Orang yang mengalami stres secara berkepanjangan biasanya juga akan mengalami gangguan tidur.

Gejala Stres

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Gejala atau tanda stres dapat dibedakan menjadi:
  • Gejala emosi, misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah atau moody, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, serta merasa kesepian, tidak berguna, bingung, dan hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain, dan depresi.
  • Gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrain, sakit kepala tegang, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan. Stres pada wanita juga dapat menimbulkan keluhan atau gangguan menstruasi.
  • Gejala kognitif, contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.
  • Gejala perilaku, misalnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Penyebab Stres

Saat seseorang menghadapi kondisi yang memicu stres, tubuh akan bereaksi secara alami, yaitu dengan melepas hormon yang dinamakan kortisol dan adrenalin. Reaksi ini sebenarnya baik untuk membantu seseorang menghadapi situasi yang berbahaya atau mengancam, sehingga bisa keluar dari situasi tersebut.
Ada berbagai situasi atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya stres, antara lain:
  • Tidak memiliki pekerjaan
  • Beban di tempat kerja
  • Akan menjalani wawancara pekerjaan
  • Tak kunjung hamil ketika sudah cukup lama menikah
  • Khawatir tidak mampu merawat anak
  • Bertengkar dengan pasangan
  • Hubungan yang tidak baik dengan atasan
  • Menjadi korban pelecehan
  • Akan menikah atau bercerai
  • Diusir dari rumah
  • Menjalani proses peradilan
  • Menderita suatu penyakit yang berat atau sulit disembuhkan.
Stres sulit untuk dihindari. Jadi, hal yang terpenting adalah cara mengatasi stres, karena bila stres terjadi berkepanjangan, dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Diagnosis dan Penanganan Stres

Bila seseorang tidak dapat mengatasi stres dengan baik dan stres menjadi berkepanjangan, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan psikiater. Terlebih bila stres dialami secara berulang hingga menyebabkan gejala fisik.
Melalui sesi konseling, psikiater akan mencari tahu pemicunya, agar dapat ditentukan penanganannya. Bila stres sudah memengaruhi kerja organ dalam, psikiater akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium atau rekam jantung.
Setelah mengevaluasi masalah, kondisi mental, dan kondisi fisik pasien, psikiater akan menentukan tindakan penanganan yang sesuai. Fokus dari penanganan stres adalah untuk mengubah cara pandang dan respon penderita terhadap situasi yang menjadi penyebab stres.
Metode penanganan stres mencakup perubahan gaya hidup, teknik relaksasi, serta psikoterapi.
Perubahan gaya hidup tersebut meliputi:

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter umumnya akan mendiagnosis gangguan stress dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala yang Anda alami. Penyebab lain seperti masalah kesehatan, penyalahgunaan obat, efek samping medis, dan gangguan psikologis lainnya akan tidak diperhitungkan.
Tes lab atau tes diagnostik lainnya mungkin diperlukan untuk sepenuhnya menyingkirkan penyebab fisik yang mendasari gejala Anda. Jika tes-tes itu dan hasil dari pemeriksaan dokter adalah normal, dokter Anda mungkin akan berkonsultasi dengan spesialis lainnya untuk mengevaluasi dan mengobati kondisi Anda lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk kondisi ini?

Dokter mungkin akan menggunakan satu atau lebih metode berikut ini untuk mengobati kondisi Anda:
  • Evaluasi psikiatri untuk menentukan penyebab kondisi ini
  • Rawat inap jika Anda berisiko untuk bunuh diri atau melukai orang lain
  • Obat untuk meredakan gejala, seperti obat-obatan anti-kecemasan, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), dan antidepresan.
  • Terapi perilaku kognitif
  • Terapi berbasis paparan
  • Hipnoterapi
Selain beberapa cara di atas, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut juga untuk mengatasi kondisi ini.

1. Konsumsi makanan sehat

Banyak orang melampiaskan stress dengan cara makan sebanyak-banyaknya, sehingga kadang tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Mau sehat atau tidak, yang penting rasa tertekan di pikiran Anda akan mereda setelah makan.
Meskipun sedang stres, Anda perlu makan makanan yang sehat juga. Anda bisa mengonsumsi alpukat, berry, kacang mede, yogurt, atau jeruk sebagai pelampiasan  Anda.
Makanan-makanan sehat tersebut dapat membantu mencegah Anda merasakan kondisi pusing pikiran dan tertekan berkepanjangan. Selain itu juga, makanan makanan tersebut mengandung nutrisi baik yang telah terbukti mampu memberikan dorongan energi, menurunkan kadar hormon kortisol, dan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia).

2. Belajarlah untuk bersantai

Relaksasi diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Teknik relaksasi dapat memicu respon relaksasi, yaitu keadaan fisiologis yang ditandai dengan perasaan hangat dan pikiran tenang. Ini adalah kebalikan dari respon “fight or flight”.
Teknik relaksasi juga dapat mengurangi kecemasan dan kekhawatiran. Cara ini sekaligus dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi kondisi tertekan secara psikologis maupun fisik.
Dengan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari waspada, yang menampilkan ritme beta menjadi ritme alfa yang bersifat relaks. Teknik relaksasi yang umum meliputi pernapasan dalam perut, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas seperti yoga dan tai chi.

3. Perluas pertemanan

Rasa kesepian membuat Anda lebih sulit untuk mengelola tekanan psikologis. Orang dengan jaringan pertemanan yang luas tidak hanya memiliki harapan hidup yang lebih besar tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit terhadap banyak jenis penyakit, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak.
Sebagai salah satu cara menghilangkan stress, cobalah untuk memperluas pergaulan, curhat dengan teman, atau bahkan menghabiskan waktu bersama orang tersayang untuk bisa segera pulih dari kondisi yang menekan psikologis Anda.

4. Bicaralah dengan terapis profesional

Konseling ke terapis psikologis juga dapat menjadi salah satu usaha atau cara Anda menghilangkan stress. Curhat ke psikolog juga dapat membantu Anda mencari cara menghilangkan masalah tekanan psikologis yang sedang mendera.
Nantinya terapis akan mendengarkan keluhan Anda, membantu Anda mengenali jenis pikiran, dan keyakinan apa yang menyebabkan Anda menjadi terlalu tertekan secara psikologis. Terapi juga dapat membantu Anda menyarankan cara-cara untuk membantu Anda berubah. Namun, ini semua tentu harus didukung dengan kemauan Anda untuk berubah, sebab keberhasilan terapis juga perlu didukung oleh niat Anda.

5. Istirahat yang cukup

Tidur dan istirahat cukup bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Sebetulnya, ini adalah pencegahan agar tubuh dan pikiran tidak gampang merasa tertekan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak. Jika mengalami tekanan psikologis dan Anda kurang tidur, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan penyakit. Maka, usahakan untuk tetap tidur yang cukup setiap malam.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini
  • Olahraga. Olahraga membantu melepaskan penumpukan tekanan dan meningkatkan kebugaran. Olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya tiga kali per minggu untuk mendapatkan manfaat optimal. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, diskusikanlah dengan dokter sebelum memulai program latihan.
  • Diet sehat. Diet dapat memainkan peran penting dalam meredakan stress. Makanlah diet seimbang dan hindarilah makanan yang dapat meningkatkan tekanan, misalnya kopi, teh, dan makanan tinggi gula.
  • Relaksasi. Relaksasi adalah cara efektif untuk membantu mengurangi tekanan otot yang berkaitan dengan stress. Ada banyak teknik relaksasi, layaknya yoga, meditasi, dan pijat.
  • Ambilah kelas manajemen stress untuk mendapatkan strategi mengatasi kehidupan dan stress dengan lebih efektif.
  • Tidurlah yang cukup. Tubuh Anda  kemungkinan dapat pulih dari kondisi ini sehari setelah Anda tidur.
  • Dapatkanlah dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas Anda. Memiliki dukungan dalam hidup dapat membuat Anda tetap sehat.
Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »