BEGINILAH STATEGI MEMAKSIMALKAN PROFIT DI PROFOTOLIO KITA

 BEGINILAH STATEGI MEMAKSIMALKAN PROFIT DI PROFOTOLIO KITA

 

 


 

 

BEGINILAH STATEGI MEMAKSIMALKAN PROFIT DI PROFOTOLIO KITA     Investasi merupakan sebuah cara alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai aset di masa depan, dengan melakukan investasi, menurunnya purchasing power akibat inflasi dapat di ofsett oleh return yang di dapatkan dari investasi.  investasi sendiri dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1.    Investasi pada real asset
2.    Investasi pada financial asset
Investasi pada real asset dapat dilakukan dengan membeli peralatan, pendirian pabrik, perbaikan mesin produksi, dll. Sedangkan investasi pada financial asset  (instrumen keuangan) dapat dilakukan pada pasar uang (berupa sertifikat deposito, commercial papper, dll) maupun pasar modal (berupa saham, obligasi, dll).
Investor pada umumnya merupakan pihak yang sangat tidak menyukai resiko tetapi menginginkan return yang maksimal, untuk itulah dewasa ini, investasi di sektor financial menjadi primadona di kalangan investor, karena menjanjikan tingkat return yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di sektor real asset maupun di pasar uang. Pada tahun 1992-1998 nilai emisi dan nilai kapitalisasi di pasar modal tumbuh rata-rata 44,9%, dan 61,31% per tahun. Padahal pada periode yang sama dana masyarakat, aktiva dan kredit perbankan hanya tumbuh masing-masing sebesar 24,76%, 23,12%, dan 22,37% (Achsien, 2003 dalam Yuliastuti 2007).
Meskipun investasi di pasar modal menjanjikan tingkat return yang lebih tinggi, namun kita perlu ingat bahwa semakin besar return, maka tingkat resiko-nya akan semakin besar pula. Untuk itulah sebagai seorang investor yang rasional, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah bagaimana investasi dapat menghasilkan return optimal pada tingkat resiko yang minimal.
Dalam memaksimalkan return dan meminimalkan resiko, investor dapat melakukan diversifikasi, diversifikasi dapat diwujudkan dengan cara mengkombinasikan berbagai pilihan saham dalam investasinya (membentuk portofolio saham optimal). Melalui portofolio ini investor dapat memaksimalkan keuntungan yang diharapkan dari investasi dengan tingkat risiko tertentu atau berusaha meminimalkan risiko untuk sasaran tingkat keuntungan tertentu.
Menurut Tandelilin (2000:9) ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Sedangkan strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar.
Semua investor tentunya mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penyertaan modalnya ke perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak investor harus melakukan suatu analisis terhadap saham-saham yang akan dibeli. Hasil analisis dapat digunakan untuk pembentukan portofolio investasi. Analisis terhadap saham harus dilakukan dengan teliti, terutama mengenai tingkat return dan risk. Dengan adanya analisis, diharapkan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang tepat akan dapat memberikan hasil yang optimal.

Dalam dunia pasar modal sekarang ini, portofoilo yang terkelola dengan baik sangat penting artinya bagi investor yang sukses. Sebagai investor individual, Anda perlu mengetahui bagimana cara menentukan alokasi aset yang terbaik untuk memenuhi tujuan dan sasaran investasi pribadi Anda. Dengan kata lain, portofolio Anda sebaiknya dapat memenuhi kebutuhan akan modal di masa mendatang dan memberikan ketenangan pikiran. Investor dapat membentuk portofolio yang sesuai dengan tujuan dan strategi investasi dengan mengikuti sebuah pendekatan sistematik. Berikut ini adalah beberapa langkah penting untuk melakukan pendekatan tersebut.

Cara Mengatur Portfolio Investasi Dengan Diversifikasi Saran yang paling umum dianjurkan kepada investor adalah melakukan diversifikasi portfolio, demi membantu mengurangi risiko investasi.

Definisi dari diversifikasi aset adalah: strategi dalam meracik portfolio dengan menempatkan berbagai sektor dan saham, yang dapat memberikan imbal hasil dan risiko yang berimbang.

Kinerja suatu saham di portofolio sedang buruk akan tersubsidi silang dengan kinerja saham lainnya yang memiliki kinerja bagus, jika kamu melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa saham berbeda.

Menyusun portofolio adalah hal yang terlihat mudah, namun sebenarnya agak sulit untuk dilakukan dalam praktiknya. Lalu bagaimana sih sebetulnya cara mengatur portfolio yang cerdas?

Jika pertanyaan itu muncul di saat kamu sudah harus menjatuhkan pilihan investasi, bisa-bisa kamu jadi ‘gentar’, ciut, ragu-ragu, atau malahan langsung nekat tanpa kalkulasi. Jadi mumpung masih Milenial, lebih baik kamu mempelajarinya jauh-jauh hari, supaya lebih siap dan tenang saat melakukan investasi.

Berikut ini akan memaparkan deretan tipsnya, semoga bisa menjadi bahan guidance bagi kamu.



Cara paling mudah adalah dengan:

    Memberikan bobot yang sama untuk masing-masing saham di dalam portfolio, atau
    Memberikan bobot lebih tinggi pada saham yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Cara-cara tersebut memang mudah dan di dalam banyak kasus dapat memberikan keuntungan yang memuaskan.  Jika Anda tidak ingin berhenti di situ dan ingin mencoba mengeksplorasi lebih jauh, ada sebuah metode untuk menentukan proporsi optimal saham-saham di dalam portfolio.

Idenya adalah mencari komposisi portfolio yang bisa memberikan reward to risk tertinggi. Untuk mengukur reward to risk, kita mempergunakan Sharpe Ratio –> (imbal hasil saham – risk free return) / standar deviasi. Risk free return pada contoh adalah BI rate yang melambangkan instrumen investasi dengan risiko sangat rendah.

Yang kita butuhkan adalah:

    Data imbal hasil bulanan masing-masing saham
    Risk free rate

Setelah itu, susun datanya ke dalam tabel


Semakin awal kamu memulai investasi, semakin banyak waktu bagi investasi kamu untuk berkembang dan bertambah nilainya. Pahami prinsip tersebut dan strategi lainnya untuk mengelola portofolio investasimu berikut ini:
1. Alokasi Aset Berisiko Lebih Banyak

Untuk dapat imbal hasil lebih besar tentu investor muda harus menanamkan dananya di aset berisiko tinggi seperti saham. Aset berisiko tinggi lebih cocok untuk investor usia muda karena umumnya belum punya tanggungan keluarga, tagihan listrik, biaya pendidikan anak, hingga biaya cicilan KPR. Manfaatkan momen ini untuk memperbanyak investasi pada aset-aset berisiko tinggi di pasar keuangan. Karena saat kewajiban keuangan kamu bertambah, akan makin sedikit ruang untuk berinvestasi.
2. Diversifikasi

Sebarkan risiko investasi dengan menanamkan danamu di berbagai instrumen investasi. Begitu pula jika kamu berinvestasi saham. Isi portofolio kamu dengan beberapa saham dari perusahaan yang berbeda. Dengan begitu, jika satu atau dua saham mengalami penurunan, portofolio kamu tidak akan terlalu terpengaruh.

Selain saham, kamu juga perlu mengisi portofolio investasimu dengan produk pasar modal lainnya seperti surat utang atau obligasi agar risiko investasi merata. Obligasi dengan rating AAA merupakan investasi yang baik untuk jangka panjang, baik yang diterbitkan perusahaan swasta atau pemerintah. Obligasi pemerintah jangka panjang, misalnya, aman dan membayar tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada obligasi jangka pendek dan menengah.
3. Disiplin dan Teratur

Pastikan kamu menyetorkan uang ke dalam rekening investasi secara teratur dan berdisiplin. Disiplin dalam arti jangan mencairkan reksa dana sebelum usia pensiun. Sementara menyetor dana investasi secara reguler akan memberi imbal hasil lebih banyak daripada menaruh investasi dalam jumlah besar sekaligus.
Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Buatlah program autodebet dari rekening tabungan per bulan untuk menambah dana investasi. Sebagai contoh, asumsikan kamu berinvestasi Rp200 ribu setiap bulan dimulai pada usia 25 tahun. Jika kamu memperoleh 7% imbal hasil tahunan atas uang itu, ketika kamu berusia 65 tahun, hasil investasi kamu akan menjadi sekitar Rp525 juta. Yang perlu kamu ingat, jangan mencairkan reksa dana di tengah periode investasi karena tentu akan mengganggu perhitungan imbal hasil investasi.
4. Sisihkan dana tunai

Menyiapkan dana tunai penting sekali untuk memaksimalkan hasil investasi. Bila ada harga saham perusahaan bagus sedang turun dalam maka merupakan saat yang tepat untuk membeli. Namun jika saat itu kamu tidak memiliki dana tunai maka hilanglah kesempatan memiliki saham bagus tersebut.


Karena itu ketersediaan dana tunai sangat penting dalam mengelola investasi. Strategi demikian untuk mengantisipasi munculnya kesempatan membeli aset bagus dengan harga diskon. Karena itu ada istilah “Cash is The King“, yaitu ketika kamu memiliki cukup uang kas atau tunai, kamu akan memiliki fleksibilitas dan kemudahan dalam hal keuangan termasuk berinvestasi.
5. Alokasi Aset dan Rebalancing

Keunggulan investasi sejak muda adalah kamu bisa mencoba berbagai strategi keuangan. Dalam kurun waktu setahun kamu bisa mengevaluasi hasil investasi pada akhir tahun. Dari evaluasi ini kamu bisa merealokasi aset-aset investasi dengan menambah bobot aset yang sedang bagus prospeknya atau mengurangi bobot aset yang sedang tidak bagus harganya.


Ada saatnya nilai aset investasimu kompak menurun, misalnya di saat perlambatan ekonomi global. Harga saham, obligasi, juga properti, menjadi anjlok. Saat situasi ekonomi susah, aset yang masih memberikan peluang keuntungan adalah emas. Dengan pengelolaan yang baik, investasimu akan membawamu melaju menuju masa depan yang cerah.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »