ENAM MACAM BELAJAR INVESTASI PEMULA DENGAN MODAL KECIL

 ENAM  MACAM  BELAJAR  INVESTASI PEMULA DENGAN MODAL KECIL

 

ENAM  MACAM  BELAJAR  INVESTASI PEMULA DENGAN MODAL KECIL   Pentingnya belajar mengelola keuangan sejak dini harus mulai disadari orang-orang di zaman milenial ini, khususnya anak muda. Fenomena akhir-akhir ini yang membuat investasi menjadi populer di kalangan anak muda membuat banyak orang kini mulai melakukan investasi.

Faktor keuangan di masa depan tentu menjadi pertimbangan utamanya, selain itu, investasi penting untuk dilakukan untuk membendung inflasi yang akan berefek pada nilai uang nantinya.

  seringkali dikaitkan dengan modal besar, padahal untuk pemula juga bisa diawali dengan modal yang kecil, lho. Memulai dengan modal kecil juga akan menghindarkan kamu dari risiko bodong atau pun yang keuntungannya di bawah ekspektasi. Dengan begitu, kamu bisa merasa lebih aman ketika mencoba berinvestasi.

Saat ini ada beberapa pilihan investasi yang nggak butuh modal besar tapi tetap memberikan keuntungan yang lumayan. Bahkan untuk anak muda yang baru merintis karier pun nyatanya bisa mulai belajar investasi. Lantas, investasi untuk pemula apa saja yang bisa dimulai dengan modal kecil? Berikut ulasannya.

 

 


Ada beberapa jenis investor modal kecil tapi bisa memberikan untung besar. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu investasi yang banyak diminati oleh investor yang sudah ahli maupun pemula. Soalnya, investasi reksadana dikenal dapat memberikan untung besar dengan modal kecil. Bahkan, instrumen yang satu ini juga menawarkan risiko kecil karena dana kelolaannya diatur oleh manajer investasi.

 

Reksa dana menjadi salah satu jenis investasi yang kini banyak dilirik orang. Tak hanya mereka yang udah melek investasi, para investor awam pun mulai terjun ke investasi satu ini.

Pasalnya, kamu udah bisa investasi dengan modal kecil, yaitu sekitar Rp 100 ribu. Bahkan, ada beberapa sekuritas menawarkan investasi reksadana dengan modal Rp 50 ribu aja.

Selain itu, uang yang kamu alokasikan untuk investasi reksa dana juga akan dikelola manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya.

Jadi, gak perlu sebentar-sebentar mengecek pergerakan saham, kamu tinggal duduk manis di rumah dan tunggu uangmu beranak pinak.

2. P2P Lending

Investasi P2P lending yaitu bertemunya investor yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana untuk mencapai sebuah kesepakatan. Untuk itu, mereka membutuhkan platform P2P Lending sebagai fasilitator.


Selain itu, P2P lending juga dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat memberikan keuntungan yang cukup besar dengan jangka waktu yang pendek. Namun, investasi yang satu ini juga memiliki risiko yang cukup besar.

3. Tabungan emas

Selain reksadana, emas batangan juga menjadi salah satu instrumen investasi yang menjadi incaran banyak orang. Bahkan, para orangtua yang umumnya masih belum mengerti betul tentang investasi.

Salah satu alasan banyak orang terjun ke investasi emas karena harga emas terbilang aman. Bahkan, cenderung naik setiap tahun.

Eemas juga gak akan tergerus inflasi layaknya investasi mata uang kertas. Kalau mengalami penurunan, harganya pun tidak akan bertahan lama.

Tapi, harga emas per gramnya aja cukup besar, yaitu mencapai Rp 600 ribu. Gimana cara investasinya?

Jangan khawatir, karena kini udah ada beberapa instansi yang mengelola investasi jenis ini. Salah satunya, Pegadaian, yang memiliki program yang diberi nama Tabungan Emas. Di mana kamu bisa mulai investasi dengan hanya membeli emas batangan seberat 0,01 gram.

Jika harga emas per gramnya Rp 600 ribu, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 6.000 aja. Asalkan konsisten setiap bulan menabung emas, lama-lama kamu bisa memiliki puluhan gram emas batangan. Gak berasa tapi tahu-tahu uangmu udah menggunung

 

Investasi emas selalu menjadi instrumen primadona banyak orang termasuk ibu rumah tangga. Soalnya jenis investasi yang satu ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya dan menjadi salah satu investasi yang tidak tergerus inflasi.

Sayangnya harga emas per gramnya terbilang cukup besar. Hal tersebut tentu saja membuat banyak orang merasa kesulitan untuk terjun ke investasi emas. Tapi kamu tak perlu khawatir karena kini kamu sudah dapat berinvestasi di emas dengan mengikuti program tabungan emas.

Walaupun namanya tabungan emas, bukan berarti kamu menabung dalam bentuk emas ya melainkan mengumpulkan uang di lembaga keuangan untuk membeli emas. Menariknya lagi, kamu bisa mencicil emas dengan minimal pembelian 0,01 gram.

Jika harga emas batangan di pasaran sebesar Rp 1 juta, maka dengan mengeluarkan uang Rp 10 ribu kamu sudah bisa berinvestasi emas. Nantinya, kamu bisa mencetak logam mulia milik kamu jika jumlah uang sudah mencapai harga satu gram emas.

[Baca: Cara Menyiapkan Tabungan Pendidikan Anak Sejak Dini] [Baca: 5 Investasi Terbaik Paling Menguntungkan untuk Keluarga]

 

4. Deposito bank

Investasi melalui deposito perbankan tergolong memiliki risiko yang kecil. Alasannya, deposito merupakan jenis simpanan di bank yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) asal nilainya kurang dari Rp 2 miliar. 

Prinsip deposito sih sama kayak menabung ya. Intinya, kita menaruh dana kita di bank. Bedanya, simpanan berupa deposito tidak bisa diambil sembarangan.

Pengambilan dana hanya bisa dilakukan dalam rentang waktu yang telah disepakati antara nasabah dengan bank. Misalnya, per 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan atau 2 tahun. Bagaimana kalau simpanan terpaksa dicairkan sebelum jatuh tempo? Kena denda. 

Mengapa menyimpan deposito cukup menguntungkan? Karena bunga yang diberikan bank lebih tinggi dari buka tabungan.

Nilai bunganya pun akan bergerak mengikuti suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia. Nah, setiap bank menawarkan nilai bunga deposito yang berbeda-beda. 

Kalau kamu tertarik menyimpan deposito, coba pelajari dulu perbandingan bunga untuk beberapa bank. Pilih yang menawarkan bunga deposito paling menarik.

5. Obligasi Negara Ritel

Dalam melakukan pembangunan, pemerintah butuh dana tambahan nih juga untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN).

Untuk menutup kekurangan anggaran inilah, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai surat utang buat mendapatkan dana dari masyarakat. Salah bentuknya adalah obligasi negara ritel. 

Obligasi Negara Ritel (ORI) merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana.

Karakteristik khas dari ORI adalah berbentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan sesama investor domestik, kupon tetap (fixed rate), dan ada potensi capital gain atau capital loss. Minimal pembelian ORI adalah Rp 1 juta, maksimal Rp 3 miliar.

 

6. Equity crowdfunding

Jenis investasi ini tergolong baru di Indonesia karena baru dilegalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2018 lalu. Prinsip dari equity crowfunding adalah skema pengumpulan dana untuk suatu bisnis usaha alias modal dari beberapa orang secara bersama-sama atau istilah umumnya patungan. 

Skema equity crowdfunding ini memudahkan calon pebisnis yang kesulitan menemukan sumber pendanaan. Dalam praktiknya, ada tiga pihak yang terlibat dalam skema ini, yakni penyedia platform, pemilik project alias pihak yang butuh modal, dan investor sebagai pihak yang punya modal.

Nah, penyedia platform akan mempertemukan antara pemilik project dan pemodal. 

Dalam equity crowdfunding ini, jumlah investor yang mendanai satu bisnis tertentu tidak boleh lebih dari 300 entitas. Bagi investor, dia akan memiliki kepemilikan saham dalam bisnis yang diberi modal. 

Namun, risiko tentu tetap mengintai dalam setiap jenis investasi. Dalam hal ini, risiko akan datang, apabila project yang didanai mengalami kegagalan. Karena itu, selektif lah dalam memilih project atau pihak yang akan didanai, serta teliti platform equity crowdfunding.

Itu tadi jenis-jenis investasi modal kecil tapi memberikan untung gede yang bisa kamu pilih. Jadi, kini udah gak ada alasan lagi dong untuk mulai terjun berinvestasi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »