6. Sikat gigi
Sebagian besar orang mungkin berpikir, semakin keras bulu sikat akan membuat gigi lebih bersih. Tapi, pada kenyataannya tidak begitu.
Seiring pertumbuhan, gusi akan mengempis dan akar akan menonjol berujung kepada peningkatan pada sensitivitas.
Akar gigi memiliki lapisan bernama sementum, yang dapat dengan mudah usang lebih cepat dari pada email.
Jadi, sikat gigi dengan bulu sikat yang keras akan menyebabkan iritasi dan berujung kepada gigi sensitif.
7. Sering ikat gigi
Sikat gigi pada pagi dan malam hari sudah cukup untuk memberikan kesehatan pada mulut.
Namun, sebagian besar orang menyikat gigi mereka lebih dari yang dianjurkan, khususnya setelah makan besar.
Ternyata menyikat gigi setelah makan besar dan konsumsi minuman bersoda dapat memberikan dampak yang lebih buruk.
Setelah mengonsumsi minuman bersoda atau asam, mengakibatkan pembakaran pada email gigi dan lapisan di bawahnya bernama dentin.
Dan menyikat gigi terlalu cepat setelah makan juga dapat mendorong asam rongga gigi yang lebih dalam, menyebabkan korosi dan pembusukan.
Ada baiknya Anda menunggu hingga satu jam setelah makan atau konsumsi minuman bersoda sebelum menggosok gigi, hal ini akan memberikan peluang kepada air liur untuk menetralisir keasaman di dalam mulut.
8. Konsumsi buah-buahan
Buah-buahan mengandung asam yang tinggi dan sangat tidak baik bagi gigi.
Buah memiliki kadar gula yang tinggi yang akan dikonsumsi oleh bakteria, menghasilkan asam sebagai kotoran. Asam kemudian menyebabkan pengikisan.
Hal ini menimbulkan kontradiksi di mana dokter menganjurkan untuk makan buah minimal 5 kali sehari, tapi sementara itu, dokter gigi mengatakan sebaliknya.
Jadi bagaimana untuk meminimalisir kerusakan ketika makan secara sehat?
Kelompokkan konsumsi buah guna meminimalisir dampak tersebut. Konsumsi air putih dan makanan seperti keju dapat menetralisir dampak tersebut.

9. Tindikan lidah dan bibir
Mungkin Anda akan merasa heran kenapa tindikan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.
Menurut penelitian, tak jarang pasien yang melakukan kunjungan ke dokter gigi disebabkan karena terbentur aksesoris tersebut selagi makan, menyebabkan keretakan dan patah gigi.
10. Gigi sebagai perkakas
Sebagian besar dari kita tidak menyadarinya, tapi menggunakan gigi sebagai perkakas dapat menyebabkan kerusakan. Gigi terkadang kita manfaatkan untuk membuka botol, paket dan lain-lainnya.
Ternyata kebiasaan ini memberikan dampak kepada gigi kita, menyebabkan bagian ujung gigi lemah untuk retak atau patah.
Mungkin ada baiknya untuk menyimpan gunting dan tang untuk melakukan tugas-tugas berat yang biasanya dilakukan oleh gigi.